Selasa, 04 Mei 2010

easy thing become a difficuLt one

ampooon,,
knapa haL ini begitu suLit bagikuu.

padahaL cukup mngatakan,,
"bang, seLamat uLang tahun!"
cukup bLang kek gthu aja gga bsa??

iyah gak bsa,,
boro" bLang kek gthu,,
baru dekat 5 meter ajah aku udah panik giLak giLak-an

hwaw..
jdi saat berjaLan jaLan di sebuah maL paLing besar disini (medan)
aku meLihat kartu kartu ucapan seLamat uLang tahun yang Lucu,,
bergambar dan berbentuk Lucu.

seteLAh setengah memaksa sama temanku si MIMI,,
disanalah kami,,
terjongkok jongkok kesana kemari demi memiLih kartu mn yang paLing cocok dan bagus.
intinya tidak norak tapi Lucu.
:D

aku mendapatkannya ,
sebuah kartu keciL yang berbentuk kotak hadiah,
Lucu,,
seteLAh ithu aku meminta pndapt temanku tersayang soaL ithu,,
demii tidak saLah piLih,
kami terus membongkar toko ithu, mencari apakah ada pilihan Lain yang Lebih bagus dri ithu.

pIlihan jatuh kepada kartu tadi,,
tapi kata mimi bagus yang warna biru,
jadi aku dengan berulang" kali menanyakan bagus atau tidak kepadanya mulai berjalan ke kasir untuk membayar.

nah, skrng apa?
ayo dituLis pikirkuu sambiL menarik mimi ke foodcourt,
mencari tempat strategis dan mengeLuarkan semua isi tasku, mencari kotak pensil berisi pena warna warniku.
"warna apa yang bagus y?" tanyakuu pada mimi bruLang kali.
kurasa saat ithu dy ingin menggepLak kku krna emosi dtanya terus beruLAng" prtnyaan ynag sama.
"biru ato itemp" katanya,
setelah ithu beruLang kali juga aku menanyakan" serius nih? bagus"
dan kurasa mimi juga semakin emosi.

Lanjut,,
sekarang apa yang kan ku tulis?
"happy birthday! wish u All the best"?
pasaran x . .
1 menit. .
10 menit. .

asli gg ada ide!
kemana otakku pergi disaat penting seperti ithu??
argh,,

kuacak" Lagi tasku mencari benda keciL yang bs menhubungkan ku dengan seseorang,OM GOOGLE.

tak puas mencari di GoogLe akupun bertanya, pada teman sekelasku yang lain yang mungkin memiliki ide lebih baik dari wish u aLL the best.
-____-"

10 pesan terkirim,, tapi tak satupun membaLAs,,
aku muLai heboh,,

kuputuskan untuk menuLis kata" yang disrankan om google,,
tak puas, dengan kata" bertuLiskan tinta biru itu, aku pun mngabaikannya ddan menyuruh teman tersayang ku mimi untuk membeLinya Lagi dengan syarat piLih diantara yang terbaik,

20 menit,, lama juga ya beli ithu benda. pikirkuu.

sms masuk,
dari sepuluh yang membalas seperti yang kuinginkn hanya 2 orng saja.
*astaga

ithu pun yang pling memungkinkan untukku ku pakek cuman 1.
Diana! thnkyu my pRen!!

kuperhatikan huruf demi huruf isi pesan dari diana ithu.
tak LAma Mimi kembali dengan membawa kantung pink berisi pesananku.
3 buah kartu ucapan yang berbentuk sama nmun bda warna.

aku muLai bertnya lagi padanya,
apakah kata" dari diana ithu ckup bagus,,
malah kayak diskusi kelas structure kami disthu.
ckck

aku pun menuliskan kta kata diana ithu dikartu dan mendapati diriku TAK PUAS!

Hari sudah smkin sore,,
karena otakku yang buntu dan hari yang semakin gelap.
kami memutuskan u pulang, dan aku akan mlanjutkan tugasku ithu drumah.
dan mimi berjanji akan mngesms kata' yang dy tau u mmbntuku.

smpe drumah,,
mandi,,
langsung kmbaLi ke tugasku.

seteLah melamun hampir stngah jam,,
aku memutuskan memakai kata" kuu sendri.
yah,, kata " yang tak ku yakini bagus tao tdaknya.

"HAppy Birthday! i wish u have a sunny coming day,many smiLes,reliabLe friends surrounding u, feel family warmth,and aLways be the way u are"

with anonim of course, karena tjuan utmaku hanya ingin mngcpkan selamat ulang tahun.

dan sekarang timbul masalah baru.

"tO" nya kuisi dengan apa?
aku malu menuliskan nmanya, terlalu malu.

jadi kata mimi taruh aja dsithu owner of BK **** ZN

dengan beratus" x bertanya brulang ulang kepada mimi dan bebrapa cLose friends ku , akhirnya aku menuliskannya.

selanjutrnya, di toko bakso Sim*as "toko?"

aku dbantu Mimi dan Yetti memilih mana yang bagus diantara semua kartu yang kutulis.

akhirnay aku memiLih ini..

Sabtu, 24 April 2010

wawaw

tak dapat iLham,,

pening,,

banyak tugas,,

hati gaLau,,

tak bisa bLogging karena semua itu

disaat kayak gini yang paling dibutuhkan??

Oppa oppa ku yang paLing kucinta . .

Musik kaLian menenangkan, dan menyemangati.

oppadeuL Saranghae~

:*

Rabu, 14 April 2010

part 37

“Kau harus pulang sekarang, Kyu!” bentak seseorang diseberang sana hingga membuat Kyuhyun menjauhkan ponsel yang dipegangnya dari telinganya.

“tenanglah sedikit,Hyung” balas Kyuhyun

“tenang?! Kau suruh aku tenang?! Ayo kita tukar posisi , biar kau tahu bagaimana keadaanku sekarang!” balas laki-laki diseberang sana

“ne, ne. Arraseo Teuk hyung. Sabarlah sedikit”

“sabar bagaimana?! Orang-orang ini terus mendesakku memberitahu mereka kemana kau pergi. Dan bagaimana dengan jobmu ini?! Astaga!”

“beri tahu saja mereka aku di kutub utara. Mencari ketenangan. Beres kan?”

“hoo! Mudah sekali kau bicara. Hei, bagaimana? Kau sudah bertemu mereka?”

“Mereka? Oh, belum. .”

“dasar kau ini ya? Sudah berbulan-bulan kau disana , tapi kau belum melakukan tujuan utamamu untuk pulang ke kampung halamanmu itu. Dasar!”

“yah, aku belum ada persiapan untuk bertemu mereka. Banyak yang perlu kupersiapkan. .” jawab Kyuhyun sambil menengadah ke atas melihat awan-awan yang berarak diatas kepalanya.

“jadi aku harus bagaimana sekarang?”, suara diseberang sana melembut

“sepertinya aku akan lebih lama disini”

“hh.., baiklah. Hey, aku lupa. Seo hyun berkali-kali menanyakan keberadaanmu padaku. Dia sama gencarnya seperti para wartawan itu mengorek informasi dariku. Dia tidak menghubungimu?”

“ya, tapi.. “

“yah,yah aku mengerti. Tak perlu kau jelaskan. Kalau begitu sudah dulu, banyak yang harus kuurus sekarang. Beritahu aku kalau ada apa-apa. Aku masih temanmu sekaLigus sepupumu yang dengan sukarela menjadi asistenmu. Oke?. Bye.”

“gomawo,Teuk hyung. Bye” sahut Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

Selasa, 13 April 2010

part 36

Soo yun's feelings

Soo yun kembali berjalan, otaknya mulai sedikit berfungsi. Dia perlahan-lahan berjalan kembali ke apartemennya, dengan pikiran dan pandangan yang kosong.

Sesampainya di apartemennya nanti, dia hanya ingin tidur ditempat tidurnya, walau dia yakin dia tidak akan bisa tertidur, apalagi tertidur pulas.

Memasuki gedung apartemennya, dia tidak mendengar ataupun melihat sampai seseorang menarik tangannya sewaktu dia akan membuka pintu apartemennya.

Kyuhyun.

Laki-laki di depannya ini sepertinya memanggil namanya dan sepertinya sedang mengatakan sesuatu, wajahnya kelihatan sangat cemas.

Mungkin jalan-jalan sejenak dengan laki-laki ini diluar bisa menenangkan pikirannya sejenak, dia ingat suatu kenyamanan yang tercipta jika dia bersama dengan laki-laki ini.

Laki-laki itu menyutujui permintaan Soo yun untuk berjalan-jalan keluar. Beberapa meter setelah melewati simpang dekat gedung apartemen mereka. Laki-laki itu mengajaknya masuk ke sebuah kedai kecil yang sering mereka kunjungi. Soo yun ingat itu.

Ah, mungkin ide bagus mengajak laki-laki itu keluar. Disini dikedai ini, setidaknya ia bisa melupakan masalahnya sejenak, melupakan rasa sakit itu sejenak.

Kyuhyun, Soo yun memperhatikannya sedari tadi terus berwajah cemas. Apalagi dia melihat seorang gadis yang kelihatan sedang depresi menenggak habis lima botol soju sendirian. Tapi, ide itu berjalan lancar. Soo yun mulai tak sadar. Yang dia ingat ketika laki-laki itu mengajaknya pulang dan dia tidak mau, laki-laki itu berekspresi yang tidak dapat diartikannya. Marah atau bagaimana. Dia sadar sewaktu laki-laki itu memapahnya jalan kembali ke apartemen mereka, dan menopang tubuhnya supaya dia tidak jatuh. Perasaannya waktu itu hangat, hangat sekali.

part 35

Soo yun's feelings

Setengah jam dirumah Heechul hanya menyakitinya, tidak lebih. Karena itu, Soo yun segera permisi pulang dengan alasan dia harus kekampus sebentar. Segera keluar dari rumah itu, adalah jalan terbaik. Setelah dia keluar dari pintu rumah laki-laki itu, dia menghembuskan napas panjang. Udara diluar sungguh lebih baik daripada didalam tadi,pikirnya. Dia tidak dapat bernapas dengan baik didalam sana, menyesakkan.

Dia terus berjalan disepanjang trotoar, langit mulai gelap dan angin berhembus sangat dingin. Tak ada pejalan kaki selain dirinya saat itu, mungkin karena udara yang terlalu dingin.

Soo yun merapatkan jaket yang dikenakannya, tapi itu tidak berpengaruh banyak baginya, tubuhnya tetap saja menggigil. Mungkin bukan angin penyebabnya, karena sepertinya sarafnya tidak merasakan apapun sekarang. Tidak bisa melihat, mendengar, ataupun bersuara dengan baik. Hanya rasa sakit yang bisa dirasakannya, didadanya. Seolah ada lubang besar disana yang menganga.

Butuh tenaga yang cukup besar untuk menyeret kakinya untuk maju selangkah. Satu tangannya terjulur kedepan mencengkram pagar besi jembatan sebuah sungai yang cukup besar. Pagar besi itu seharusnya dingin ditangannya yang tanpa sarung tangan, tapi nyatanya tidak sama sekali walau dia mencengkramnya hingga buku-buku jarinya memutih.
Matanya menatap kosong ke sungai dibawahnya. Airnya tenang seperti kaca hitam besar yang memantulkan cahaya lampu-lampu dijalan. Di udara seperti ini, air sungai itu pasti dingin sekali. Dia pasti akan langsung mati beku ataupun tenggelam jika loncat kesana. Satu dorongan saja, maka rasa sakit yang ada di dadanya sekarang tidak akan terasa lagi untuk selamanya.

Sedikit dorongan. Satu kali saja.

Tetapi tubuhnya tidak bergeming, terpaku disitu.

Ia berbalik dengan pelan, kakinya terasa sangat lemas utuk menopang tubuhnya sekarang dan ia jatuh terduduk di jalan. Kepalanya disandarkan kedinding jembatan. Matanya menatap kosong kedepan.

Istrinya. . . Heechul. . istri Heechul. . Heechul. .

Kata-kata itu terus berputar dikepalanya.

Soo yun menekan telapak tangannya ke dada. Sakit. .

“Tuhan, tolonglah aku. . . ambillah rasa sakit ini dariku. . .”, bisiknya sambil terus meneteskan air mata .

part 34

Soo yun's story when Heechul's coming home

Perasaan senang terus membayangi pikiran Soo yun hari itu. Dia tidak peduli lagi dengan apapun, yang ia tahu sekarang orang itu akan pulang. Dia bisa bertemu lagi dengan orang itu.

Sesampainya di bandara, dia sungguh sangat tidak sabar menunggu pesawat yang dinaiki orang itu tiba.

“kalau jadwal ini tidak meleset, berarti lima belas menit lagi,ya?” gumamnya sambil memperhatikan jam tangannya.

Dia lalu berjalan ke daerah tunggu untuk arrival , menunggu sambil berjalan kesana-kemari.

“ada apa dengan bokongmu, Soo yun? Kau tidak bisa duduk?” seru Yoora yang sedang duduk didekatnya.

Soo yun tidak menjawab, hanya tersenyum girang ke arah Yoora sambil terus mondar-mandir.

Sebuah pengumuman kedatangan pesawat yang ditunggunya membuyarkan lamunannya.

“dia tiba !” serunya sambil berlari-lari kecil menuju pintu kedatangan disusul Yoora dibelakangnya. Dia tersenyum melihat tingkah gadis itu.

“itu dia Yoora ! Itu !” seru Soo yun kegirangan.

“ne ne arraseo !”

“ng? Ada apa ? kenapa kau berhenti?” sambung Yoora lagi begitu melihat Soo yun tiba-tiba berhenti, padahal orang yang mereka tunggu kedatangannya masih jauh.

“Soo yun?”, suara yang selalu dirindukannya menyapanya. Lembut seperti biasa.

“lama tidak jumpa,Heechul. Selamat datang.” Ujar Yoora sambil menepuk bahu Kim Heechul.

“senang bertemu kau lagi, Yoora.” Sahutnya

“aku tidak tahu kau juga datang menjemputku. .” ujar Heechul lagi lebih kepada gadis yang sedang diam terpaku disamping Yoora.

“siapa ini, Chullie?” ujar Yoora penasaran melihat seorang gadis pirang dan berwajah campuran kebarat-baratan dan timur yang sedari tadi memegang lengan Heechul

“oh, mm. . ,ini Jessica” jawabnya sambil melirik ke arah Soo yun yang juga sedang menatapnya.

“dia. . , istriku”sambungnya lagi sambil kembali melirik Soo yun yang kini sedang menunduk.

“Annyeong haseo.” Ujar gadis itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Yoora. Tapi tidak disambut Yoora.

“m-mwo?” seru yoora tidak percaya.

“nah kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita kerumahku saja? Kita bisa mengobrol lagi disana.” Tawar Heechul begitu menyadari apa yang terjadi pada Yoora, terutama Soo yun.

part 33

“aku tak menyangka kalian membuat hal seperti ini untukku. Aku sungguh,waw.. .” Soo yun mulai bicara setelah dirinya mendapat kejutan dihari ulang tahunnya yang ke-20 ini.

“jeongmal gomawoyo. .” ujar Soo yun lagi sambil memeluk Jung ahjumma

“kalian semua sangat baik. ., aku tak tau harus berkata apa lagi. . “ sambungnya sendu.

“hei. Ini kan hari ulang tahunmu, kenapa kau menangis?” seru Kyuhyun sambil menyeka air mata yang jatuh menuruni pipi Soo yun.

“kau jelek sekali kalau begini. .” sambungnya lagi

“ehem! Kami masih ada disni lho. Kalian sudah mau mesra-mesraan sekarang?. oh,iya. Hyukkie titip salam untukmu. maaf dia tidak bisa datang, dia masih di Mokpo. kau juga sudah terima pesan darinya kan?", seru Yoora

Soo yun mengangguk.

"Baiklah kalau begitu.Ahjussi, ahjumma , Sungminnie, ayo kita pulang. Kedua orang ini mungkin ingin menghabiskan hari ini berdua saja” sela Yoora sambil bersiap pulang.

“selamat malam, Kyuhyun ssi, Soo yun ah.” jung ahjumma keluar dari apartemen Soo yun bersama dengan ahjussi.

“apa-apaan kau Yoora?” seru Kyuhyun menatapnya curiga

“hati-hati dengan adikku,Kyu. selamat malam.” Ujarnya sambil mengerlingkan mata pada Kyuhyun sesaat sebelum menutup pintu.

“he-hei!.” Kyuhyun kemudian berbalik dan mendapati Soo yun sedang berdiri dijendela balkon, menatap keluar.

“Bagaimana sekarang Kyuhyun?” gumamnya pada dirinya sendiri sambil berjalan mendekati Soo yun.

“langit malam ini cerah ya, Kyu”

“ehm, ya.”

“mana?”

“apa?”

“Cuma kau yang belum memberiku kado ulang tahun kan? Atau kau memang berencana tidak memberiku?” jawabnya cepat sambil menyipitkan mata kearah Kyuhyun yang berdiri disampingnya.

“oh,itu. .” Kyuhyun berjalan ke arah kursi makan tempat ia meletakkan jaketnya. Dan kembali lagi sambil membawa sebuah kotak kecil berwarna keperakan yang dibelinya di toko barang antik kemarin.

“ini”

“apa ini Kyu?” sahutnya sambil memperhatikan kotak itu

“hadiah ulang tahunmu”

Soo yun mengambilnya dan mulai memperhatikan kotak itu,

“apa isinya?”

“buka saja”

Soo yun membukanya dan melihat seuntai kalung berhiaskan sebuah batu bundar kecil sebagai bandulnya, warnanya putih kekuningan. Seperti bulan.

“Kyu. . .”

“kau suka?” tanya Kyuhyun khawatir sambil terus memperhatikan mimik wajah Soo yun.

Kirei menggeleng.

“kau suka sekali?” tanya Kyuhyun lagi, senyum mengembang di bibirnya

Kirei mengangguk bersemangat sambil tersenyum riang.

“gomawo Kyu. kau baik sekali.” Sambungnya lagi sambil terus memperhatikan kalung barunya.

“cheonmaneyo. Mau ku bantu ?” tawar Kyuhyun ramah

Soo yun mengangguk dan memberikan kalungnya pada Kyuhyun.

“indah sekali, Kyu” ujar Soo yun sambil mematut diri didepan cermin yang tergantung disisi ruang tamunya.