hari ini Soo yun pulang lebih lama dari biasanya, dosennya tak mengizinkannya pulang sebelum ia dapat memainkan melodi yang diajarkan dosen itu. langit sudah gelap, Soo yun turun di halte dekat dengan apartemennya. dia mulai berjalan dengan cepat saat ia menyadari ada seseorang yang berjalan tepat dibelakangnya , mungkin mengikutinya setidaknya itulah yang ia rasakan. semakin cepat ia berjalan, orang dibelakangnya pun semakin cepat juga.
tepat saat suara datang dari arah belakang,"Soo yun. .", Soo yun merasa bahunya dipegang.
Soo yun lalu berbalik dengan cepat dan langsung menghantamkan tasnya ke arah orang tersebut disertai teriakan yang cukup kuat. setelah melayangkan pukulannya, Soo yun langsung berlari sekuat tenaganya menuju apartemennya, ia bahkan menabrak Sungmin yang juga akan masuk ke gedung apatemen mereka. begitu sampai, ia langsung berhenti dan tersengal-sengal.
"Soo yun noona? ada apa?" seru Sungmin sambil menghampiri Soo yun.
Soo yun tidak dapat menjawab pertanyaan Sungmin, ia masih berusaha bernapas.
"Soo yun?"
Yoora melongokkan kepala dari pintu apartemennya, karena ia mendengar ada suara ribut-ribut.
"ada apa? Lho? Soo yun ah, kau kenapa?" ahjussi juga keluar dari apartemennya disusul oleh ahjumma dibelakangnya.
"penguntit. . pegang. . pukul. . lari. . " Soo yun menjelaskannya dengan terengah-engah.
"jjinja?! kau diikuti orang lalu kau memukulnya dan lari?" seru Yoora sambil berjalan mendekati Soo yun yang duuk lemas dilantai.
tepat saat Soo yun ingin menjawab prtanyaan Yoora, pintu gedung apartemen terbuka.
"mungkin lebih tepatnya menghantam", sahut suara yang baru datang itu.
Kyuhyun baru saja masuk sambil memegangi kepalanya.
"Soo yun ah, kau membawa apa ditas mu? batu?" ujarnya lagi sambil memegangi kepalanya, meringis.
Soo yun menoleh dan memperhatikan dengan seksama laki-laki itu.
"Kyuhyun ah, kau kenapa? kepalamu kenapa?" ujar Yoora bingung
"nona ini sepertinya lebih tau", sahut Kyuhyun sambil menatap Soo yun
"Soo yun ah, Kyuhyun ah. apa yang terjadi sebenarnya??" ahjussi menatap Soo yun dan Kyuhyun bergantian.
wajah Soo yun bersemu merah,ia menundukkan kepala untuk menyembunyikannya lalu menjawab.
"sepertinya aku telah salah sangka ahjussi. kupikir yang tadi itu penguntit, atau semacamnya.jadi, saat dia menyentuh bahuku, aku langsung memukulnya dengan tasku. kemudian ku langsung lari sekuat tenaga kemari tanpa berpikir apa-apa lagi"
Soo yun melirik ke arah Kyuhyun dan berujar lagi,
"ternyata orang itu adalah Kyuhyun...", ujarnya malu.
"astaga, Soo yun ah. kami pikir kau benar-benar dikejar penguntit." ujar ahjussi lega.
"habis, Kyuhyun mengendap-endap begitu. mencurigakan." sahutnya lagi
"lho? aku kan sudah memanggilmu. tapi kau melah menghadiahiku tasmu yang keras itu," jawab Kyuhyun sambil jongkok didepan Soo yun yang masih terduduk dilantai.
"apa isinya? kau betul-betul membawa batu ya?" gurau Kyuhyun polos.
"ini tugas-tugas ku yang belum selesai dan buku-bukuku", jawab Soo yun sambil menunjukkan isi tasnya.
"pantas, bukumu setebal ini", ujar Kyuhyun sambil mengambil buku yang paling tebal.
"ya sudah. sudah tidak apa-apa kan? ahjussi masuk dulu." ujar ahjussi sambil berlalu bersama ahjumma masuk ke apartemen mereka.
"Soo yun, sepertinya kau harus meminta maaf pada Kyuhyun ah" ujar Yoora sambil masuk ke apartemennya diikuti Sungmin di belakangnya, meninggalkan Soo yun dan Kyuhyun berdua.
"mianhe, kyuhyun. jeongmal mianhe."
"tidak ku maafkan." ujar Kyuhyun sambil membantu Soo yun berdiri.
"mwo?"
"ada syaratnya kalau kau mau aku memaafkanmu"
"syarat?"
"besok temani aku keliling Seoul seharian"
"hah?"
"aku sudah lama tidak menginjakkan kaki di Seoul.jadi aku butuh sedikit bantuan untuk menunjukkan ku jalan-jalan disini.Seoul selama 10 tahun pasti sudah banyak berubah"
"biar kupikirkan dulu"
"yah, kau tidak dalam posisi bisa mempertimbangkannya"
"jadi ini perintah?"
"seperti itulah"
"hmm, asal kau mau mentraktirku makan siang. bayaran karena menemanimu seharian."
"tapi kau kan juga berhutang maaf dariku?"
"tidak mau ya sudah"
"ya, ya, baikalah."
"besok jam 10 di halte tadi"
"bukankah kita satu apatemen? kenapa kita tidak pergi bersama saja?"
"besok aku ada sedikit urusan dikampus"
"baiklah"
kemudian Soo yun dan Kyuhyun naik ke apatemen mereka masing-masing. Soo yun masuk duluan ke apartemennya.tanpa disadari Soo yun , Kyuhyun belum masuk ke apartemennya. laki-laki itu masih memandangi Soo yun dari saat ia membuka pintu sampai masuk ke apatemennya.
Selasa, 30 Maret 2010
Senin, 29 Maret 2010
part VI
"Kyuhyun sshi ??"
saat Soo yun masih berusaha memutar otaknya untuk mengingat siapa orang yang bernama Kyuhyun diapartemen mereka, muncul seorang laki-laki dari arah dapur yang sedang menggulung lengan bajunya.
"ya?"
Soo yun spontan menoleh ke arah suara itu. tepat disampingnya, seorang pria bertubuh tinggi sedang menatap ke arahnya. Laki-laki itu memakai baju turtleneck lengan panjang berwarna putih dengan celana panjang hijau khaki. berambut coklat ikal yang berpotongan tidak terlalu panjang ataupun pendek, dan bermata coklat yang terlihat sangat jelas.apa itu kontak lens? batin Soo yun bertanya-tanya.
"kau pasti Soo yun sshi. Yoora sshi sudah bercerita tentangmu juga. annyeong haseo", seru laki-laki itu sambil tersenyum. manis sekali.
"eh? annyeong. . .", sahut Soo yun yang masih terpaku melihat laki-laki itu.
"eh! cerita tentangku? Eonnie!!" seru Soo yun setelah menyadari sesuatu.
"wei gu rei? aku hanya mengenalkanmu secara tidak langsung pada Kyuhyun ah. aku memberitahu dia kalau tetangganya itu adalah mahasiswa jurusan musik universitas Incheon, blasteran Indonesia Korea, dan cukup cerewet." jawab Yoora tidak berdosa sambil mencubit pipi Soo yun
"eonnie!" ujar Soo yun sambil berusaha menghindar.
"aku kan cuma memperingatkan dia lebih dulu, agar dia bisa menyiapkan mentalnya berhadapan denganmu. dan, yah! jangan memanggilku seperti itu lagi!".
"ehem!, karena Soo yun sshi sudah datang. bagaimana kalau saya memperkenalkan diri lagi?", sela laki-laki itu cepat. dia tahu perdebatan dua gadis itu akan berlangsung lama jika tidak ada yang menghentikan mereka.
"annyeong Haseyo. choneun Cho Kyuhyun-rago haeyo. baru pindah ke apartemen ini seminggu yang lalu." ujarnya dengan suara yang cukup datar.
oh, jadi ini laki-laki yang baru pindah itu. pikir Soo yun
"saya baru tiba dari Austria seminggu yang lalu, banyak urusan yang harus saya selesaikan dikeimigrasian disini. jadi saya baru bisa berkenalan dengan kalian semua sekarang. saya minta maaf karena tidak bisa memperkenalkan diri lebih awal."
ternyata laki-laki itu yang bernama Kyuhyun. Cho Kyuhyun. nama yang bagus, cocok untuknya yang manis pikir Soo yun lagi.
"hoaahm,, ahjussi ahjumma aku permisi pulang dulu ya. aku sudah sangat mengantuk. Kyuhyun ah terima kasih makanannya, enak sekali. ayo Sungminnie", ujar Yoora sambil berdiri
Kyuhyun hanya tersenyum dan menjawab, "cheonmaneyo. ."
"dan kau Soo yun ah. kau tidak tidur? istirahat atau sebagainya?", tanya Yoora pada Soo yun, dia tahu temannya itu sudah mengantuk juga. dia bisa melihatnya dari matanya.
"ne. aku permisi pulang ahjussi, ahjumma. terima kaih tehnya ahjumma, enak."
"kalau begitu aku juga permisi", sambung Kyuhyun tiba-tiba
"selamat malam semuanya"
"tidur yang nyenyak ya,"ujar ahjumma sambil tersenyum
setelah mengantar Yoora dan Sungmin ke pintu apartemen mereka. Soo yun dan Kyuhyun menaiki tangga bersamaan.
"siapa nama lengkapmu? Yoora memberitahuku tadi, tapi aku lupa"
"Han Soo yun", jawab Soo yun singkat
"hmm, kau campuran ya."
"ya. Indonesia Korea"
"aku masih ingat yang itu. lalu siapa yang orang Korea?"
"ibuku"
"oh, jadi beliau yang memberimu nama Soo yun? marga Han juga dari ibumu?"
"ya"
"kau juga tinggal di Indonesia dulu kan? siapa nama Indonesia mu?"
"Arimi Larasati"
"Han Soo yun dan Arimi Larasati. Flawless Lotus, aku suka nama Koreamu"
"gomawo"
"kau bisa berbicara lebih banyak kok, Soo yun ah. jangan takut, aku tidak percaya kau orangnya cerewet kok" goda Kyuhyun
"hha, kau belum tahu."
"tapi aku lebih suka berbicara dengan orang yang cerewet dari pada orang yang pendiam. bisa tidak membantuku?"
"mwo?"
"berbicaralah dengan leluasa. jangan hanya menjawab seperlunya saja" jawab Kyuhyun disertai senyumannya yang begitu manis.
"oh,, ne.. arraseo"
"bagus. nah, kita sudah sampai. selamat malam Soo yun ah." seru Kyuhyun sambil membuka pintu apartemennya.
"se..selamat malam"
sesudah masuk ke apartemennya. Soo yun berbalik mentap pintu apartemennya. dia merasa ada yang aneh dari laki-laki itu, dia seperti pernah melihatnya. tapi dimana?
saat Soo yun masih berusaha memutar otaknya untuk mengingat siapa orang yang bernama Kyuhyun diapartemen mereka, muncul seorang laki-laki dari arah dapur yang sedang menggulung lengan bajunya.
"ya?"
Soo yun spontan menoleh ke arah suara itu. tepat disampingnya, seorang pria bertubuh tinggi sedang menatap ke arahnya. Laki-laki itu memakai baju turtleneck lengan panjang berwarna putih dengan celana panjang hijau khaki. berambut coklat ikal yang berpotongan tidak terlalu panjang ataupun pendek, dan bermata coklat yang terlihat sangat jelas.apa itu kontak lens? batin Soo yun bertanya-tanya.
"kau pasti Soo yun sshi. Yoora sshi sudah bercerita tentangmu juga. annyeong haseo", seru laki-laki itu sambil tersenyum. manis sekali.
"eh? annyeong. . .", sahut Soo yun yang masih terpaku melihat laki-laki itu.
"eh! cerita tentangku? Eonnie!!" seru Soo yun setelah menyadari sesuatu.
"wei gu rei? aku hanya mengenalkanmu secara tidak langsung pada Kyuhyun ah. aku memberitahu dia kalau tetangganya itu adalah mahasiswa jurusan musik universitas Incheon, blasteran Indonesia Korea, dan cukup cerewet." jawab Yoora tidak berdosa sambil mencubit pipi Soo yun
"eonnie!" ujar Soo yun sambil berusaha menghindar.
"aku kan cuma memperingatkan dia lebih dulu, agar dia bisa menyiapkan mentalnya berhadapan denganmu. dan, yah! jangan memanggilku seperti itu lagi!".
"ehem!, karena Soo yun sshi sudah datang. bagaimana kalau saya memperkenalkan diri lagi?", sela laki-laki itu cepat. dia tahu perdebatan dua gadis itu akan berlangsung lama jika tidak ada yang menghentikan mereka.
"annyeong Haseyo. choneun Cho Kyuhyun-rago haeyo. baru pindah ke apartemen ini seminggu yang lalu." ujarnya dengan suara yang cukup datar.
oh, jadi ini laki-laki yang baru pindah itu. pikir Soo yun
"saya baru tiba dari Austria seminggu yang lalu, banyak urusan yang harus saya selesaikan dikeimigrasian disini. jadi saya baru bisa berkenalan dengan kalian semua sekarang. saya minta maaf karena tidak bisa memperkenalkan diri lebih awal."
ternyata laki-laki itu yang bernama Kyuhyun. Cho Kyuhyun. nama yang bagus, cocok untuknya yang manis pikir Soo yun lagi.
"hoaahm,, ahjussi ahjumma aku permisi pulang dulu ya. aku sudah sangat mengantuk. Kyuhyun ah terima kasih makanannya, enak sekali. ayo Sungminnie", ujar Yoora sambil berdiri
Kyuhyun hanya tersenyum dan menjawab, "cheonmaneyo. ."
"dan kau Soo yun ah. kau tidak tidur? istirahat atau sebagainya?", tanya Yoora pada Soo yun, dia tahu temannya itu sudah mengantuk juga. dia bisa melihatnya dari matanya.
"ne. aku permisi pulang ahjussi, ahjumma. terima kaih tehnya ahjumma, enak."
"kalau begitu aku juga permisi", sambung Kyuhyun tiba-tiba
"selamat malam semuanya"
"tidur yang nyenyak ya,"ujar ahjumma sambil tersenyum
setelah mengantar Yoora dan Sungmin ke pintu apartemen mereka. Soo yun dan Kyuhyun menaiki tangga bersamaan.
"siapa nama lengkapmu? Yoora memberitahuku tadi, tapi aku lupa"
"Han Soo yun", jawab Soo yun singkat
"hmm, kau campuran ya."
"ya. Indonesia Korea"
"aku masih ingat yang itu. lalu siapa yang orang Korea?"
"ibuku"
"oh, jadi beliau yang memberimu nama Soo yun? marga Han juga dari ibumu?"
"ya"
"kau juga tinggal di Indonesia dulu kan? siapa nama Indonesia mu?"
"Arimi Larasati"
"Han Soo yun dan Arimi Larasati. Flawless Lotus, aku suka nama Koreamu"
"gomawo"
"kau bisa berbicara lebih banyak kok, Soo yun ah. jangan takut, aku tidak percaya kau orangnya cerewet kok" goda Kyuhyun
"hha, kau belum tahu."
"tapi aku lebih suka berbicara dengan orang yang cerewet dari pada orang yang pendiam. bisa tidak membantuku?"
"mwo?"
"berbicaralah dengan leluasa. jangan hanya menjawab seperlunya saja" jawab Kyuhyun disertai senyumannya yang begitu manis.
"oh,, ne.. arraseo"
"bagus. nah, kita sudah sampai. selamat malam Soo yun ah." seru Kyuhyun sambil membuka pintu apartemennya.
"se..selamat malam"
sesudah masuk ke apartemennya. Soo yun berbalik mentap pintu apartemennya. dia merasa ada yang aneh dari laki-laki itu, dia seperti pernah melihatnya. tapi dimana?
Minggu, 28 Maret 2010
part V
di daerah Itaewon ada sebuah brasserie yang menjual makanan itali yang cukup lezat. setiap datang kesana Soo yun selalu memesan spaghetti bolognaise dan jus jeruk, jadi tanpa ragu setelah mereka berdua duduk, Heechul langsung memesan untuk dua porsi. setelah makanan datang, Soo yun langsung menyeruput jus jeruknya. dan mulai menyuapkan suapan pertama ke mulutnya.
"jadi" kata Soo yun dengan mulut yang agak penuh. ia mengunyah sebentar, menelan dan melanjutkan. "oppa kemana saja? aku tak melihatmu seminggu ini dikampus. dan kalau aku tidak salah, oppa memiliki ponsel yang masih berfungsi dengan baik kan? lalu kenapa saat ku telepon tidak pernah aktif? jadi guna ponsel itu apa jika oppa matikan seperti itu? bukankah seharusnya ponsel itu dihidupkan terus untuk menerima telepon yang masuk dan menelepon keluar untuk memberi kabar? dan kenapa tidak pernah meneleponku? apa ponsel itu tidak mau dipakai kalau untuk meneleponku?"
Heechul tidak langsung menjawab. ia terperangah sejenak, menunuduk, kemudian tersenyum. dia senang bisa mendengar semua omelan Soo yun padanya setelah seminggu tidak bertemu dan mendengar suaranya.
"aku tahu apa yang sedang oppa pikirkan. jangan coba-coba mengataiku cerewet." ancam Soo yun sambil menyeruput jus jeruknya dan menatap Heechul dengan mata yang disipitkan.
mereka berdua dikenalkan Yoora seminggu setelah Soo yun tiba di Seoul didepan perpustakaan kampus. Heechul pernah mengakui bahwa Soo yun adalah orang yang menarik. dia tidak terlihat seperti orang Indonesia pada umumnya. Soo yun cukup tinggi, berwajah campuran, hidung mancung, putih, dan bermat bulat berwarna kecoklatan.semua itu didapat Soo yun dari ayahnya yang orang Indonesia dan ibu korea. semua hal itu membuat Heechul senang memandangnya dn tidak bisa melupakannya.
awalnya Heechul hanya menganggap Soo yun sebagai pelajar biasa yang belajar di luar negeri dengan bahasa yang pas-pasan,Heechul meremehkan bahasa Korea Soo yun. awalnya Soo yun memang agak gagu, tapi semakin hari bahasa Korea Soo yun sudah seperti orang Korea asli. bahkan yang lebih membuat Heechul terkesima adalah bahasa inggris Soo yun yang sungguh tanpa cela. Heechul memiliki pengetahuan bahasa inggris yang buruk. karena itu Heechul pernah meminta maaf karena meragukan Soo yun, dan berjanji akan menjaga Soo yun. Heechul menjadikan Soo yun sebagai adik kesayangannya.
"oppa, kau mau menjelaskannya sekarang kan? atau kau mau menunggu sampai bunga Cherry berbunga dimusim dingin?"
Heechul mengangkat wajahnya dan mendapati Soo yun sedang menatapnya lekat-lekat.
"baiklah, Cinderellaku sayang, mianhe." kata Heechul sambil menyunggingkan senyum seribu wattnya. "aku minta maaf karena sudah mematikan ponselku, dan aku meminta maaf karena tidak menghubungimu. jeongmal mianhe"
"oppa kemana saja?"
"Beijing"
Soo yun mengerjapkan mata, "Beijing? Cina?"
Heechul mengangguk, "amma menyuruhku kesana untuk membantu appa, appa benar-benar keras kepala. dia sendiri tahu dia sudah tidak sanggup mengerjakan semuanya sendirian, tapi dia tetap memaksa untuk mengerjakan semuanya sendirian. kau ingat sepupuku Hangeng yang ammanya orang Cina itu?. dia sudah berkali-kali berusaha menghentikan appaku dan menggantikan semua pekerjaannya. tapi appa tidak mau dengar dan terus bersikeras. Hangeng memberitahu amma, amma menjadi sangat khawatir, jadi dia menyuruhku kesana untuk menghentikan appaku."
"oh. ., mianhe oppa." ujar Soo yun sambil menunuduk.
Heechul mengangkat sebelah tangannya dan mengacak-acak rambut Soo yun lagi. "tidak usah cemas",selanya."dia hanya kelelahan saja, tidak terjadi sesuatu yang buruk kok."
Soo yun mengangguk sambil tersenyum ke arah Heechul.
"lalu kau bagaimana? aku belum dengar ceritamu waktu Liburan ke Indonesia" lanjut Heechul sambil menyuapkan spaghettinya.
"mau dengar yang mana?" sahut Soo yun
"mm, kakakmu ikut waktu liburan kesana?"
"siapa?" tanya Soo yun balik
"astaga! kau lupa pada kakakmu sendiri?", jawab Heechul dengan mata yang membelalak. "kakakmu, Hyuk jae! kau ini, masa sama kakakmu saja kau bisa lupa?"
"oh, eunhyukkie? ahahaaha. mianhe oppa." sahut Soo yun sambil tertawa
"iya, siapa lagi? hei, seharusnya kau memanggilnya oppa. kami sebaya kan?"
"aku hanya akan memanggilnya oppa kalau dia sudah tidak memanggilku dongsaeng kecil lagi. dia selalu saja menganggapku masih kecil" ujar Soo yun sambil merengut.
"Hyuk jae sangat menyayangimu. kau tahu itu?"
"iya. dia juga kakak terbaik yang pernah kumiliki. dia selalu menjagaku. setibanya aku disini dia juga langsung pindah dari Mokpo demi menjagaku. walaupun kami memiliki ayah yang berbeda, dia tidak pernah mempersoalkannya" sahut Soo yun sambil tersenyum.
Heechul tersenyum juga mendengarnya. tiba-tiba ada telepon masuk, ponsel Heechul.
dari appanya, ujar Soo yun dalam hati setelah mendengar Heechul menyahut 'appa' waktu menerima teleponnya. beberapa menit kemudian Heechul menutup ponselnya dan mengajak Soo yun pulang.
"ada apa? sepertinya penting"
"sedikit urusan Cinderella. bisa kita pulang sekarang?"pinta heechul sambil meminta tagihan dari pelayan.
"baiklah"
Heechul mengantarkn Soo yun sampai didepan gedung apartemennya.
"hati-hati oppa. gomawo untuk spaghettinya", seru Soo yun sambil tersenyu ke arah Heechul yang duduk didalam mobil.
"istirahatlah. gomawo karena sudah mengomeliku Cinderella." jawab Heechul dengan senyumnya yang mampu membuat Soo yun berbunga-bunga.
Soo yun memperhatikan mobil sedan hitam yang meluncur lurus dan berbelok kanan di perempatan jalan, kemudia ia masuk ke apatemennya.
pukul 9 lewat. Soo yun mendengar derai tawa dari apartemen 102 saat akan menaiki tangga.
Soo yun mulai mendekatkan diri ke pintu, penasaran ia mulai memutar knop pintunya. tidak dikunci.
"Soo yun ah!! lama sekali pulangnya? kau terlambat acara serunya." seru ahjussi diselingi tawanya.
"Soo yun ah! sini duduk bersama. ahjumma sedang menyiapkan teh" sambung Yoora yang duduk didekatnya.
"Soo yun Noona lama sih pulangnya, makanannya sudah habis nih", sahut Sungmin sambil menggeser duduknya agar Soo yun bisa duduk.
Soo yun segera melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah. dan duduk diantara Yoora dan Sungmin. Soo yun mulai bingung kenapa apartemen ini begitu ramai? ini jarang terjadi. dimeja Soo yun melihat ada bungkusan makanan dari restoran mewah. siapa yang membelinya? Yoora?
"ada acara apa ini ahjussi?"
"Soo yun pulangnya lama. jadi tadi ahjumma mau meninggalkan bagian Soo yun. tapi, Yoora bilang Soo yun pasti sudah makan. jadi Yoora, Sungmin, dan Kyuhyun sshi menghabiskan semuanya." sela ahjumma sambil menghidangkan teh dimeja.
"eonnie. . ," ujar Soo yun sambil menatap Yoora.
"lho?! kau memang sudah makan kan? ayo mengaku, kau tadi pergi bersama Chullie kan?" seru Yoora sambil menyipitkan matanya.
Soo yun hanya tersenyum sambil menatap ke meja.
"tunggu dulu ! Kyuhyun??!"
"jadi" kata Soo yun dengan mulut yang agak penuh. ia mengunyah sebentar, menelan dan melanjutkan. "oppa kemana saja? aku tak melihatmu seminggu ini dikampus. dan kalau aku tidak salah, oppa memiliki ponsel yang masih berfungsi dengan baik kan? lalu kenapa saat ku telepon tidak pernah aktif? jadi guna ponsel itu apa jika oppa matikan seperti itu? bukankah seharusnya ponsel itu dihidupkan terus untuk menerima telepon yang masuk dan menelepon keluar untuk memberi kabar? dan kenapa tidak pernah meneleponku? apa ponsel itu tidak mau dipakai kalau untuk meneleponku?"
Heechul tidak langsung menjawab. ia terperangah sejenak, menunuduk, kemudian tersenyum. dia senang bisa mendengar semua omelan Soo yun padanya setelah seminggu tidak bertemu dan mendengar suaranya.
"aku tahu apa yang sedang oppa pikirkan. jangan coba-coba mengataiku cerewet." ancam Soo yun sambil menyeruput jus jeruknya dan menatap Heechul dengan mata yang disipitkan.
mereka berdua dikenalkan Yoora seminggu setelah Soo yun tiba di Seoul didepan perpustakaan kampus. Heechul pernah mengakui bahwa Soo yun adalah orang yang menarik. dia tidak terlihat seperti orang Indonesia pada umumnya. Soo yun cukup tinggi, berwajah campuran, hidung mancung, putih, dan bermat bulat berwarna kecoklatan.semua itu didapat Soo yun dari ayahnya yang orang Indonesia dan ibu korea. semua hal itu membuat Heechul senang memandangnya dn tidak bisa melupakannya.
awalnya Heechul hanya menganggap Soo yun sebagai pelajar biasa yang belajar di luar negeri dengan bahasa yang pas-pasan,Heechul meremehkan bahasa Korea Soo yun. awalnya Soo yun memang agak gagu, tapi semakin hari bahasa Korea Soo yun sudah seperti orang Korea asli. bahkan yang lebih membuat Heechul terkesima adalah bahasa inggris Soo yun yang sungguh tanpa cela. Heechul memiliki pengetahuan bahasa inggris yang buruk. karena itu Heechul pernah meminta maaf karena meragukan Soo yun, dan berjanji akan menjaga Soo yun. Heechul menjadikan Soo yun sebagai adik kesayangannya.
"oppa, kau mau menjelaskannya sekarang kan? atau kau mau menunggu sampai bunga Cherry berbunga dimusim dingin?"
Heechul mengangkat wajahnya dan mendapati Soo yun sedang menatapnya lekat-lekat.
"baiklah, Cinderellaku sayang, mianhe." kata Heechul sambil menyunggingkan senyum seribu wattnya. "aku minta maaf karena sudah mematikan ponselku, dan aku meminta maaf karena tidak menghubungimu. jeongmal mianhe"
"oppa kemana saja?"
"Beijing"
Soo yun mengerjapkan mata, "Beijing? Cina?"
Heechul mengangguk, "amma menyuruhku kesana untuk membantu appa, appa benar-benar keras kepala. dia sendiri tahu dia sudah tidak sanggup mengerjakan semuanya sendirian, tapi dia tetap memaksa untuk mengerjakan semuanya sendirian. kau ingat sepupuku Hangeng yang ammanya orang Cina itu?. dia sudah berkali-kali berusaha menghentikan appaku dan menggantikan semua pekerjaannya. tapi appa tidak mau dengar dan terus bersikeras. Hangeng memberitahu amma, amma menjadi sangat khawatir, jadi dia menyuruhku kesana untuk menghentikan appaku."
"oh. ., mianhe oppa." ujar Soo yun sambil menunuduk.
Heechul mengangkat sebelah tangannya dan mengacak-acak rambut Soo yun lagi. "tidak usah cemas",selanya."dia hanya kelelahan saja, tidak terjadi sesuatu yang buruk kok."
Soo yun mengangguk sambil tersenyum ke arah Heechul.
"lalu kau bagaimana? aku belum dengar ceritamu waktu Liburan ke Indonesia" lanjut Heechul sambil menyuapkan spaghettinya.
"mau dengar yang mana?" sahut Soo yun
"mm, kakakmu ikut waktu liburan kesana?"
"siapa?" tanya Soo yun balik
"astaga! kau lupa pada kakakmu sendiri?", jawab Heechul dengan mata yang membelalak. "kakakmu, Hyuk jae! kau ini, masa sama kakakmu saja kau bisa lupa?"
"oh, eunhyukkie? ahahaaha. mianhe oppa." sahut Soo yun sambil tertawa
"iya, siapa lagi? hei, seharusnya kau memanggilnya oppa. kami sebaya kan?"
"aku hanya akan memanggilnya oppa kalau dia sudah tidak memanggilku dongsaeng kecil lagi. dia selalu saja menganggapku masih kecil" ujar Soo yun sambil merengut.
"Hyuk jae sangat menyayangimu. kau tahu itu?"
"iya. dia juga kakak terbaik yang pernah kumiliki. dia selalu menjagaku. setibanya aku disini dia juga langsung pindah dari Mokpo demi menjagaku. walaupun kami memiliki ayah yang berbeda, dia tidak pernah mempersoalkannya" sahut Soo yun sambil tersenyum.
Heechul tersenyum juga mendengarnya. tiba-tiba ada telepon masuk, ponsel Heechul.
dari appanya, ujar Soo yun dalam hati setelah mendengar Heechul menyahut 'appa' waktu menerima teleponnya. beberapa menit kemudian Heechul menutup ponselnya dan mengajak Soo yun pulang.
"ada apa? sepertinya penting"
"sedikit urusan Cinderella. bisa kita pulang sekarang?"pinta heechul sambil meminta tagihan dari pelayan.
"baiklah"
Heechul mengantarkn Soo yun sampai didepan gedung apartemennya.
"hati-hati oppa. gomawo untuk spaghettinya", seru Soo yun sambil tersenyu ke arah Heechul yang duduk didalam mobil.
"istirahatlah. gomawo karena sudah mengomeliku Cinderella." jawab Heechul dengan senyumnya yang mampu membuat Soo yun berbunga-bunga.
Soo yun memperhatikan mobil sedan hitam yang meluncur lurus dan berbelok kanan di perempatan jalan, kemudia ia masuk ke apatemennya.
pukul 9 lewat. Soo yun mendengar derai tawa dari apartemen 102 saat akan menaiki tangga.
Soo yun mulai mendekatkan diri ke pintu, penasaran ia mulai memutar knop pintunya. tidak dikunci.
"Soo yun ah!! lama sekali pulangnya? kau terlambat acara serunya." seru ahjussi diselingi tawanya.
"Soo yun ah! sini duduk bersama. ahjumma sedang menyiapkan teh" sambung Yoora yang duduk didekatnya.
"Soo yun Noona lama sih pulangnya, makanannya sudah habis nih", sahut Sungmin sambil menggeser duduknya agar Soo yun bisa duduk.
Soo yun segera melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah. dan duduk diantara Yoora dan Sungmin. Soo yun mulai bingung kenapa apartemen ini begitu ramai? ini jarang terjadi. dimeja Soo yun melihat ada bungkusan makanan dari restoran mewah. siapa yang membelinya? Yoora?
"ada acara apa ini ahjussi?"
"Soo yun pulangnya lama. jadi tadi ahjumma mau meninggalkan bagian Soo yun. tapi, Yoora bilang Soo yun pasti sudah makan. jadi Yoora, Sungmin, dan Kyuhyun sshi menghabiskan semuanya." sela ahjumma sambil menghidangkan teh dimeja.
"eonnie. . ," ujar Soo yun sambil menatap Yoora.
"lho?! kau memang sudah makan kan? ayo mengaku, kau tadi pergi bersama Chullie kan?" seru Yoora sambil menyipitkan matanya.
Soo yun hanya tersenyum sambil menatap ke meja.
"tunggu dulu ! Kyuhyun??!"
Jumat, 26 Maret 2010
part IV
senin adalah hari yang paling menyebalkan dalam seminggu bagi Soo yun. mata kuliah hari ini begitu banyak dibanding hari-hari lainnya, apalagi tugas-tugasnya. kalau tidak memikirkan usaha dan kepercayaan yang diberikan Papa Mamanya untuk belajar di luar negeri sendirian, dia pasti sudah pulang setelah seminggu belajar di Universitas ini.
Soo yun tidak pulang bersama Yoora karena hari ini Yoora mendapat mata kuliah tambahan, kasihan sekali dia pikir Soo yun.
"Soo yu sshi!!"
Soo yun menoleh ke arah datangnya suara itu.
Kim Heechul.
"sudah mau pulang?"
"Heechul oppa, ada apa?"
"kau belum makan siang kan?"
"spaghetti !!" seru Soo yun sambil tersenyum ke arah pria muda tersebut.
"aku tahu kau akan bilang begitu" jawab Heechul sambil mengacak-acak rambut Soo yun yang dipotong sebahu.
"oppa!"
Laki-laki itu cukup tampan,tidak, terlalu tampan. bahkan cantik. berkali-kali Soo yun memaksanya untuk ikut audisi artis atau model, dia pasti lulus dengan mudah. Kim Heechul, berusia 2 tahun lebih tua dari Soo yun.dia adalah teman Yoora. perawakannya tinggi dan agak kurus. saat pertama kali bertemu dengannya, Soo yun salah mengira Heechul sebagai seorang perempuan. dia memanggilnya 'Eonnie'.
Heechul bermata coklat tua dengan hidung yang mancung dan rambut hitam. gayanya cukup membuat Soo yun tertarik, mempesona.hari ini Kim Heechul memakai kemeja hitam lengan panjang, jas berwarna putih gading, celana panang hitam dan syal abu-abu tua melingkar dilehernya. setelan itu menarik mata Soo yun untuk terus memandang ke arah Heechul.
"kau terpesona padaku?"
"mwo?" Soo yun tersadar dari lamunannya
"yang benar saja. . " jawabnya lagi sambil membuang muka ke arah lain, menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.
laki-laki itu terkekeh pelan dan mulai berjalan ke arah mobilnya,"jadi kita ke tempat biasa?" ujarnya sambil membukakan pintu untuk Soo yun.
Soo yun hanya mengangguk pelan sambil masuk kedalam mobilnya, tak lama mesin dihidupkan mobil berwarna hitam itu meluncur mulus dijalanan kota Seoul.
Soo yun tidak pulang bersama Yoora karena hari ini Yoora mendapat mata kuliah tambahan, kasihan sekali dia pikir Soo yun.
"Soo yu sshi!!"
Soo yun menoleh ke arah datangnya suara itu.
Kim Heechul.
"sudah mau pulang?"
"Heechul oppa, ada apa?"
"kau belum makan siang kan?"
"spaghetti !!" seru Soo yun sambil tersenyum ke arah pria muda tersebut.
"aku tahu kau akan bilang begitu" jawab Heechul sambil mengacak-acak rambut Soo yun yang dipotong sebahu.
"oppa!"
Laki-laki itu cukup tampan,tidak, terlalu tampan. bahkan cantik. berkali-kali Soo yun memaksanya untuk ikut audisi artis atau model, dia pasti lulus dengan mudah. Kim Heechul, berusia 2 tahun lebih tua dari Soo yun.dia adalah teman Yoora. perawakannya tinggi dan agak kurus. saat pertama kali bertemu dengannya, Soo yun salah mengira Heechul sebagai seorang perempuan. dia memanggilnya 'Eonnie'.
Heechul bermata coklat tua dengan hidung yang mancung dan rambut hitam. gayanya cukup membuat Soo yun tertarik, mempesona.hari ini Kim Heechul memakai kemeja hitam lengan panjang, jas berwarna putih gading, celana panang hitam dan syal abu-abu tua melingkar dilehernya. setelan itu menarik mata Soo yun untuk terus memandang ke arah Heechul.
"kau terpesona padaku?"
"mwo?" Soo yun tersadar dari lamunannya
"yang benar saja. . " jawabnya lagi sambil membuang muka ke arah lain, menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.
laki-laki itu terkekeh pelan dan mulai berjalan ke arah mobilnya,"jadi kita ke tempat biasa?" ujarnya sambil membukakan pintu untuk Soo yun.
Soo yun hanya mengangguk pelan sambil masuk kedalam mobilnya, tak lama mesin dihidupkan mobil berwarna hitam itu meluncur mulus dijalanan kota Seoul.
part III
setelah menceritakan semuanya kepada Yoora, Soo yun hanya terdiam menatap piring kosong yang ada didepannya. Yoora benar-benar tidak menyangka hal tersebut. Soo yun bukan lah anak kandung orang tuanya, dia adalah anak adik ibunya yang meninggal sesaat setelah melahirkannya. sebelum ibunya meninggal, Soo yun dititipkan pada kakak ibunya yang kini dipanggil Soo yun ibu.Soo yun tahu hal ini saat dia pulang ke indonesia sebulan yang lalu.
"bagaimana dengan ayahmu?, ayah kandungmu maksudku." suara Yoora memecah keheningan.
"aku sudah mengenalnya sejak aku masih kecil,tapi tentu saja hanya sebagai paman.hal itu tidak berubah walaupun aku tahu kebenaran ini. dia tidak bisa tiba-tiba menjadi ayahku,kan? yang benar saja,".
"jadi apa keputusanmu? apa kata papa mamamu tentang hal ini?"
"mereka menyuruhku untuk tidak terlalu memikirkannya,tidak ada satu hal pun didunia ini yang bisa mengubah statusku sebagai anak mereka. aku tetap anak mereka apapun yang terjadi. aku lega mendengar hal itu, lalu aku memutuskan untuk tidak ambil pusing soal ini. aku tak pernah kekurangan apapun bersama mereka, dan bagiku mereka adalah orang tuaku untuk selamanya."
"pikiran yang bagus, Soo yun. baru kali ini kudengar ucapan yang rasional keluar dari mulutmu itu"
"memangnya selma ini tidak, Eonnie?" jawab Soo yun usil
"Soo yuuuunn!!"
"hahahaha~"
"bagaimana dengan ayahmu?, ayah kandungmu maksudku." suara Yoora memecah keheningan.
"aku sudah mengenalnya sejak aku masih kecil,tapi tentu saja hanya sebagai paman.hal itu tidak berubah walaupun aku tahu kebenaran ini. dia tidak bisa tiba-tiba menjadi ayahku,kan? yang benar saja,".
"jadi apa keputusanmu? apa kata papa mamamu tentang hal ini?"
"mereka menyuruhku untuk tidak terlalu memikirkannya,tidak ada satu hal pun didunia ini yang bisa mengubah statusku sebagai anak mereka. aku tetap anak mereka apapun yang terjadi. aku lega mendengar hal itu, lalu aku memutuskan untuk tidak ambil pusing soal ini. aku tak pernah kekurangan apapun bersama mereka, dan bagiku mereka adalah orang tuaku untuk selamanya."
"pikiran yang bagus, Soo yun. baru kali ini kudengar ucapan yang rasional keluar dari mulutmu itu"
"memangnya selma ini tidak, Eonnie?" jawab Soo yun usil
"Soo yuuuunn!!"
"hahahaha~"
part II
setelah membeli makan malam di restoran favorit mereka, lima belas kemudian mereka sudah sampai digedung apartemen mereka. sebenarnya tempat itu tidak seperti kebanyakan tempat yang disebut apatemen yang biasanya berkesan wah. gedung berlantai dua itu cukup sederhana,setiap lantainya memiliki 2 apartemen yang saling berhadapan. memakai tangga yang tidak terlalu besar.
dilantai dasar, apartemen 102 ditempati pemilik gedung.sepasang suami istri paruh baya yang biasa dipanggil Jung ahjussi dan ahjumma, mereka sangat baik dan juga ramah.diseberangnya apartemen 104 ditempati Yoora bersama adiknya Sungmin.awalnya Yoora mengajak Soo yun untuk tinggal bersamanya saja. tapi Soo yun menolak merepotkan dan mengatakan ia ingin mencoba hidup mandiri. Soo yun berpikir ia pasti hanya akan merepotkan Yoora yang juga masih mengurusi adiknya yang masih sma. dia akan makin repot nanti, pikir Soo yun.
Soo yun menempati apartemen 202 dilantai dua. apartemen 204 saat ini sedang dihuni oleh seorang laki-laki yang baru pindah seminggu yang lalu.
Soo yun memutuskan untuk kembali ke apartemennya dulu ganti baju dan meletakkan barang-barangnya sebelum ke tempat Yoora.Soo yun lalu mengobrak abrik tasnya yang besar setelah menyadari ia tidak dapat menemukan kunci apartemennya.
sambil sibuk mecari, mata Sooyun melirik ke arah apartemen didepannya. dia belum berbicara sama sekali dengan tetangga barunya itu, bahkan hanya menyapa saja belum pernah, Yoora dan Sungmin sshi sepertinya juga begitu. mungkin yang sudah pernah berbicara dengannya hanya ahjussi saja. setelah menemukan kuncinya, Soo yun langsung masuk ke dalam apartemennya, dan keluar lagi 10 menit kemudian menuju lantai bawah, apartemen Yoora. ia tau ia pasti akan diwawancarai habis-habisan oleh Yoora nanti. sambil terus berjalan, Soo yun sekali lagi melirik ke arah pintu 204.
dilantai dasar, apartemen 102 ditempati pemilik gedung.sepasang suami istri paruh baya yang biasa dipanggil Jung ahjussi dan ahjumma, mereka sangat baik dan juga ramah.diseberangnya apartemen 104 ditempati Yoora bersama adiknya Sungmin.awalnya Yoora mengajak Soo yun untuk tinggal bersamanya saja. tapi Soo yun menolak merepotkan dan mengatakan ia ingin mencoba hidup mandiri. Soo yun berpikir ia pasti hanya akan merepotkan Yoora yang juga masih mengurusi adiknya yang masih sma. dia akan makin repot nanti, pikir Soo yun.
Soo yun menempati apartemen 202 dilantai dua. apartemen 204 saat ini sedang dihuni oleh seorang laki-laki yang baru pindah seminggu yang lalu.
Soo yun memutuskan untuk kembali ke apartemennya dulu ganti baju dan meletakkan barang-barangnya sebelum ke tempat Yoora.Soo yun lalu mengobrak abrik tasnya yang besar setelah menyadari ia tidak dapat menemukan kunci apartemennya.
sambil sibuk mecari, mata Sooyun melirik ke arah apartemen didepannya. dia belum berbicara sama sekali dengan tetangga barunya itu, bahkan hanya menyapa saja belum pernah, Yoora dan Sungmin sshi sepertinya juga begitu. mungkin yang sudah pernah berbicara dengannya hanya ahjussi saja. setelah menemukan kuncinya, Soo yun langsung masuk ke dalam apartemennya, dan keluar lagi 10 menit kemudian menuju lantai bawah, apartemen Yoora. ia tau ia pasti akan diwawancarai habis-habisan oleh Yoora nanti. sambil terus berjalan, Soo yun sekali lagi melirik ke arah pintu 204.
Kamis, 25 Maret 2010
part I
Kuliah sudah berakhir sejak satu jam yang lalu. kelas sudah kosong, kebetulan kelas itu tidak dipakai lagi untuk kelas berikutnya.seseorang masih berada disana, duduk diam dikursi paling sudut tepat disamping jendela.
Han Soo yun duduk disana sendirian, dengan kedua kaki yang ditekuk dikursi sambil memandang keluar jendela. banyak yang ia pikirkan saat itu, mulai dari hal yang paling tidak masuk akal baginya sampai hal-hal yang tidak pasti keberadaanya. semua pikiran itu perlahan-lahan menimbulkan banyak pertanyaan yang terus menerus menggerayangi pikirannya, meunngu jawaban. bagaimana bisa semua terjadi begitu saja tanpa disadari olehnya, kenyataan pahit yang harus diterimanya.
ia membetulkan posisi duduknya dan meluruskan kakinya ke bawah sambil menghembuskan nafas berat, kemudian kembali menatap keluar jendela, memperhatikan orang-orang yan keluar masuk universitas Incheon, kampusnya. sekarang sudah musim semi, tapi udara masih memaksa setiap orang untuk tetap memakai jaket dan melilitkan syal dileher mereka untuk menghalau udara dingin yang menusuk.ia melirik jam tangannya dan mulai merapikan barang-barangnya. jam 2 siang. setelh memakai topi dan syal wolnya ia segera keluar dari kelas itu, pulang.
"masih disini?"
Soo yun mengangkat wajahnya dan menoleh. Lee Yoora suda berjaln disamping Soo yun sambil tersenyum kepadanya. Yoora orang yang manis, berambut lurus coklat, bermata kecoklatan, dan cukup tinggi itu adalah teman baik Soo yun selama tinggal di Seoul. teman satu gedung apartemen yang berusia 20 tahun, setahu lebih tua dari Soo yun. Soo yun mengenalnya 2 tahun yang lalu lewat sebuah situs pertemanan di internet, sebelum ia pindah ke Seoul. Yoora adalah orang yang banyak membantunya ketika ia pertama kali menginjakkan kakinya di Seoul.mulai dari mencarikannya tempat tinggal, mengajari bahasa korea Soo yun yang msih agak kaku, hingga mengenalkan seluk beluk kota Seoul ini kepadanya. Yoora sudah seperti kakak bagi Soo yun di tempat asing ini, tidak arang mereka berbagi suka dan duka bersama.
"sudah selesai melamunnya?" tanya Yoora kepada Soo yun yang hanya dibalas dengan senyum simpul oleh Soo yun.
"sudah selesai belajarnya?" tanya Soo yun kembali kepada Yoora sambil menggandeng tangannya menelusuri koridor menuju pintu keluar.
Yoora mengangguk, "hentikan kebiasaan melamunmu itu, tida baik, sudah berapa lama kau melamun sendirian?", Yoora melirik jam tangannya, " sejak kuliah berakhir?, satu jam yang lalu? Soo yun-ah. ." desah Yoora dengan kening yang berkerut.
Kirei menjawabnya, " sedikit memikirkan ini dan itu eonnie" sambil sedikit menggoda Yoora.
"hei! jangan panggil aku seperti itu. walaupun aku memang lebih tua darimu, tapi itu hanya satu tahun. aku tak ingin mendengar kau memanggil ku " eonnie". kau membuatku terdengar jauh lebih tua darimu. kau ini"
Soo yun hanya tertawa mendengar omelan Yoora kepadanya dan kemudian menggumamkan permintaa maaf kepadanya, "eonn, eh Yoora mianhe"
"Soo yun !"
Soo yun dan Yoora adalah mahasiswa jurusan musik di universitas Incheon. kedua gadis itu terus berjalan keluar gedung bersama sambil terus mengobrol dan tertawa.
"hari ini kita masak di apartemen mu saja. kemarin kita sudah makan jjachangmyeon buatanku, dan sekarang aku ingin makan kimchi jjigae. kita beli atau buat sendiri. eh, kau masih punya persediaan kimchi,kan? kalau tidak, kita beli saja." Soo yun tidak menjawab, dia kembali terhanyut dalam pikiran-pikiran sama seperti tadi.
"Soo yun-ah, baggaimana?"
"mwo? eh, anio. . "
"apanya yang tidak? kau ini baru saja dibilang jangan melamun, sudah melamun lagi."
"mianhe. kau tadi bilang apa? makan malam? ditempatku?"
"sudahlah, kita makan ditempatku saja. tapi nanti kau harus menceritakan padaku apa yang ada dalam kepalamu itu. ayo."
Han Soo yun duduk disana sendirian, dengan kedua kaki yang ditekuk dikursi sambil memandang keluar jendela. banyak yang ia pikirkan saat itu, mulai dari hal yang paling tidak masuk akal baginya sampai hal-hal yang tidak pasti keberadaanya. semua pikiran itu perlahan-lahan menimbulkan banyak pertanyaan yang terus menerus menggerayangi pikirannya, meunngu jawaban. bagaimana bisa semua terjadi begitu saja tanpa disadari olehnya, kenyataan pahit yang harus diterimanya.
ia membetulkan posisi duduknya dan meluruskan kakinya ke bawah sambil menghembuskan nafas berat, kemudian kembali menatap keluar jendela, memperhatikan orang-orang yan keluar masuk universitas Incheon, kampusnya. sekarang sudah musim semi, tapi udara masih memaksa setiap orang untuk tetap memakai jaket dan melilitkan syal dileher mereka untuk menghalau udara dingin yang menusuk.ia melirik jam tangannya dan mulai merapikan barang-barangnya. jam 2 siang. setelh memakai topi dan syal wolnya ia segera keluar dari kelas itu, pulang.
"masih disini?"
Soo yun mengangkat wajahnya dan menoleh. Lee Yoora suda berjaln disamping Soo yun sambil tersenyum kepadanya. Yoora orang yang manis, berambut lurus coklat, bermata kecoklatan, dan cukup tinggi itu adalah teman baik Soo yun selama tinggal di Seoul. teman satu gedung apartemen yang berusia 20 tahun, setahu lebih tua dari Soo yun. Soo yun mengenalnya 2 tahun yang lalu lewat sebuah situs pertemanan di internet, sebelum ia pindah ke Seoul. Yoora adalah orang yang banyak membantunya ketika ia pertama kali menginjakkan kakinya di Seoul.mulai dari mencarikannya tempat tinggal, mengajari bahasa korea Soo yun yang msih agak kaku, hingga mengenalkan seluk beluk kota Seoul ini kepadanya. Yoora sudah seperti kakak bagi Soo yun di tempat asing ini, tidak arang mereka berbagi suka dan duka bersama.
"sudah selesai melamunnya?" tanya Yoora kepada Soo yun yang hanya dibalas dengan senyum simpul oleh Soo yun.
"sudah selesai belajarnya?" tanya Soo yun kembali kepada Yoora sambil menggandeng tangannya menelusuri koridor menuju pintu keluar.
Yoora mengangguk, "hentikan kebiasaan melamunmu itu, tida baik, sudah berapa lama kau melamun sendirian?", Yoora melirik jam tangannya, " sejak kuliah berakhir?, satu jam yang lalu? Soo yun-ah. ." desah Yoora dengan kening yang berkerut.
Kirei menjawabnya, " sedikit memikirkan ini dan itu eonnie" sambil sedikit menggoda Yoora.
"hei! jangan panggil aku seperti itu. walaupun aku memang lebih tua darimu, tapi itu hanya satu tahun. aku tak ingin mendengar kau memanggil ku " eonnie". kau membuatku terdengar jauh lebih tua darimu. kau ini"
Soo yun hanya tertawa mendengar omelan Yoora kepadanya dan kemudian menggumamkan permintaa maaf kepadanya, "eonn, eh Yoora mianhe"
"Soo yun !"
Soo yun dan Yoora adalah mahasiswa jurusan musik di universitas Incheon. kedua gadis itu terus berjalan keluar gedung bersama sambil terus mengobrol dan tertawa.
"hari ini kita masak di apartemen mu saja. kemarin kita sudah makan jjachangmyeon buatanku, dan sekarang aku ingin makan kimchi jjigae. kita beli atau buat sendiri. eh, kau masih punya persediaan kimchi,kan? kalau tidak, kita beli saja." Soo yun tidak menjawab, dia kembali terhanyut dalam pikiran-pikiran sama seperti tadi.
"Soo yun-ah, baggaimana?"
"mwo? eh, anio. . "
"apanya yang tidak? kau ini baru saja dibilang jangan melamun, sudah melamun lagi."
"mianhe. kau tadi bilang apa? makan malam? ditempatku?"
"sudahlah, kita makan ditempatku saja. tapi nanti kau harus menceritakan padaku apa yang ada dalam kepalamu itu. ayo."
Kamis, 18 Maret 2010
Attention , pLease !
untuk sambungannya akan di update setiap hari,,
jika ada keterlambatan dan keGaJean dari Cerita ini , i beg ur pardon, mianhe. .
jika ada keterlambatan dan keGaJean dari Cerita ini , i beg ur pardon, mianhe. .
Season's of Love
Prolog
Langit begitu gelap, angin tak hentinya bertiup seolah ingin menerbangkan perasaan kacau yang terus mengganggunya. Ia merapatkan jaketnya dan membenakam tangannya yang terkepal kuat kedalam sakunya,menggigil. Seluruh tubuhnya menggigil, bukan karena terpaan angin yang begitu dingin. Itu karena hatinya, yang terus menerus terasa sesak walaupun telah berkali-kali ia menarik napas tapi sama sekali tidak terasa lega didadanya, udara seolah-olah tidak masuk ke paru-parunya hingga terasa nyeri dan sakit.
Sama halnya dengan hatinya sekarang, sakit...
Ia terus berjalan diatas trotoar dengan tatapan kosong dan otaknya yang terus memutar ulang kejadian hari itu. Berusaha menyeret kedua kakinya untuk pulang. Sebuah ingatan tentang hari itu meremas hatinya hingga dia tidak dapat merasakan apapun lagi. Matanya menatap jalanan yang dipenuhi kendaraan yang berlalu lalang dengan cepat. Begitu cepat semua hal disekitarnya berjalan, tapi tidak dengan dirinya. Klakson yang nyaring terdengar dari dua sisi jalan, lampu-lampu mobil yang menyilaukan.
Jalanan begitu ramai. Ia pasti akan langsung mati jika tertabrak salah satu mobil yang melaju kencang itu. Tewas seketika.
Cukup satu dorongan saja, hanya beberapa langkah saja. Setelah itu semua perasaan kacau itu akan menghilang. Ingatan yang meremukkan hatinya pun akan ikut menghilang, bahkan jika ia beruntung ia dapat melupakan orang itu dari benaknya, dan semua sakit akan sirna.
Dan jauh lebih beruntung jika ia bisa menemui orang itu, orang yang begitu ingin ditemuinya dikehidupannya yang kacau ini. . .
Newbie
Annyeong ! !
new commer here. . ,,
hhehe
seLamat membaca postingan tak penting" saya,,
jika berkenan,, siLahkan tinggaLkan komentar,,
Terima Kasih, Kamsahamnida, Merci, Arigato, Danke, Thank You, Xie Xie.
^^
Go!
new commer here. . ,,
hhehe
seLamat membaca postingan tak penting" saya,,
jika berkenan,, siLahkan tinggaLkan komentar,,
Terima Kasih, Kamsahamnida, Merci, Arigato, Danke, Thank You, Xie Xie.
^^
Go!
Langganan:
Postingan (Atom)
