Kuliah sudah berakhir sejak satu jam yang lalu. kelas sudah kosong, kebetulan kelas itu tidak dipakai lagi untuk kelas berikutnya.seseorang masih berada disana, duduk diam dikursi paling sudut tepat disamping jendela.
Han Soo yun duduk disana sendirian, dengan kedua kaki yang ditekuk dikursi sambil memandang keluar jendela. banyak yang ia pikirkan saat itu, mulai dari hal yang paling tidak masuk akal baginya sampai hal-hal yang tidak pasti keberadaanya. semua pikiran itu perlahan-lahan menimbulkan banyak pertanyaan yang terus menerus menggerayangi pikirannya, meunngu jawaban. bagaimana bisa semua terjadi begitu saja tanpa disadari olehnya, kenyataan pahit yang harus diterimanya.
ia membetulkan posisi duduknya dan meluruskan kakinya ke bawah sambil menghembuskan nafas berat, kemudian kembali menatap keluar jendela, memperhatikan orang-orang yan keluar masuk universitas Incheon, kampusnya. sekarang sudah musim semi, tapi udara masih memaksa setiap orang untuk tetap memakai jaket dan melilitkan syal dileher mereka untuk menghalau udara dingin yang menusuk.ia melirik jam tangannya dan mulai merapikan barang-barangnya. jam 2 siang. setelh memakai topi dan syal wolnya ia segera keluar dari kelas itu, pulang.
"masih disini?"
Soo yun mengangkat wajahnya dan menoleh. Lee Yoora suda berjaln disamping Soo yun sambil tersenyum kepadanya. Yoora orang yang manis, berambut lurus coklat, bermata kecoklatan, dan cukup tinggi itu adalah teman baik Soo yun selama tinggal di Seoul. teman satu gedung apartemen yang berusia 20 tahun, setahu lebih tua dari Soo yun. Soo yun mengenalnya 2 tahun yang lalu lewat sebuah situs pertemanan di internet, sebelum ia pindah ke Seoul. Yoora adalah orang yang banyak membantunya ketika ia pertama kali menginjakkan kakinya di Seoul.mulai dari mencarikannya tempat tinggal, mengajari bahasa korea Soo yun yang msih agak kaku, hingga mengenalkan seluk beluk kota Seoul ini kepadanya. Yoora sudah seperti kakak bagi Soo yun di tempat asing ini, tidak arang mereka berbagi suka dan duka bersama.
"sudah selesai melamunnya?" tanya Yoora kepada Soo yun yang hanya dibalas dengan senyum simpul oleh Soo yun.
"sudah selesai belajarnya?" tanya Soo yun kembali kepada Yoora sambil menggandeng tangannya menelusuri koridor menuju pintu keluar.
Yoora mengangguk, "hentikan kebiasaan melamunmu itu, tida baik, sudah berapa lama kau melamun sendirian?", Yoora melirik jam tangannya, " sejak kuliah berakhir?, satu jam yang lalu? Soo yun-ah. ." desah Yoora dengan kening yang berkerut.
Kirei menjawabnya, " sedikit memikirkan ini dan itu eonnie" sambil sedikit menggoda Yoora.
"hei! jangan panggil aku seperti itu. walaupun aku memang lebih tua darimu, tapi itu hanya satu tahun. aku tak ingin mendengar kau memanggil ku " eonnie". kau membuatku terdengar jauh lebih tua darimu. kau ini"
Soo yun hanya tertawa mendengar omelan Yoora kepadanya dan kemudian menggumamkan permintaa maaf kepadanya, "eonn, eh Yoora mianhe"
"Soo yun !"
Soo yun dan Yoora adalah mahasiswa jurusan musik di universitas Incheon. kedua gadis itu terus berjalan keluar gedung bersama sambil terus mengobrol dan tertawa.
"hari ini kita masak di apartemen mu saja. kemarin kita sudah makan jjachangmyeon buatanku, dan sekarang aku ingin makan kimchi jjigae. kita beli atau buat sendiri. eh, kau masih punya persediaan kimchi,kan? kalau tidak, kita beli saja." Soo yun tidak menjawab, dia kembali terhanyut dalam pikiran-pikiran sama seperti tadi.
"Soo yun-ah, baggaimana?"
"mwo? eh, anio. . "
"apanya yang tidak? kau ini baru saja dibilang jangan melamun, sudah melamun lagi."
"mianhe. kau tadi bilang apa? makan malam? ditempatku?"
"sudahlah, kita makan ditempatku saja. tapi nanti kau harus menceritakan padaku apa yang ada dalam kepalamu itu. ayo."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

wiii. .
BalasHapusakhirnya masuk part I nya. .
enjoy!
^^