tak dapat iLham,,
pening,,
banyak tugas,,
hati gaLau,,
tak bisa bLogging karena semua itu
disaat kayak gini yang paling dibutuhkan??
Oppa oppa ku yang paLing kucinta . .
Musik kaLian menenangkan, dan menyemangati.
oppadeuL Saranghae~
:*
Sabtu, 24 April 2010
Rabu, 14 April 2010
part 37
“Kau harus pulang sekarang, Kyu!” bentak seseorang diseberang sana hingga membuat Kyuhyun menjauhkan ponsel yang dipegangnya dari telinganya.
“tenanglah sedikit,Hyung” balas Kyuhyun
“tenang?! Kau suruh aku tenang?! Ayo kita tukar posisi , biar kau tahu bagaimana keadaanku sekarang!” balas laki-laki diseberang sana
“ne, ne. Arraseo Teuk hyung. Sabarlah sedikit”
“sabar bagaimana?! Orang-orang ini terus mendesakku memberitahu mereka kemana kau pergi. Dan bagaimana dengan jobmu ini?! Astaga!”
“beri tahu saja mereka aku di kutub utara. Mencari ketenangan. Beres kan?”
“hoo! Mudah sekali kau bicara. Hei, bagaimana? Kau sudah bertemu mereka?”
“Mereka? Oh, belum. .”
“dasar kau ini ya? Sudah berbulan-bulan kau disana , tapi kau belum melakukan tujuan utamamu untuk pulang ke kampung halamanmu itu. Dasar!”
“yah, aku belum ada persiapan untuk bertemu mereka. Banyak yang perlu kupersiapkan. .” jawab Kyuhyun sambil menengadah ke atas melihat awan-awan yang berarak diatas kepalanya.
“jadi aku harus bagaimana sekarang?”, suara diseberang sana melembut
“sepertinya aku akan lebih lama disini”
“hh.., baiklah. Hey, aku lupa. Seo hyun berkali-kali menanyakan keberadaanmu padaku. Dia sama gencarnya seperti para wartawan itu mengorek informasi dariku. Dia tidak menghubungimu?”
“ya, tapi.. “
“yah,yah aku mengerti. Tak perlu kau jelaskan. Kalau begitu sudah dulu, banyak yang harus kuurus sekarang. Beritahu aku kalau ada apa-apa. Aku masih temanmu sekaLigus sepupumu yang dengan sukarela menjadi asistenmu. Oke?. Bye.”
“gomawo,Teuk hyung. Bye” sahut Kyuhyun sambil tersenyum lebar.
“tenanglah sedikit,Hyung” balas Kyuhyun
“tenang?! Kau suruh aku tenang?! Ayo kita tukar posisi , biar kau tahu bagaimana keadaanku sekarang!” balas laki-laki diseberang sana
“ne, ne. Arraseo Teuk hyung. Sabarlah sedikit”
“sabar bagaimana?! Orang-orang ini terus mendesakku memberitahu mereka kemana kau pergi. Dan bagaimana dengan jobmu ini?! Astaga!”
“beri tahu saja mereka aku di kutub utara. Mencari ketenangan. Beres kan?”
“hoo! Mudah sekali kau bicara. Hei, bagaimana? Kau sudah bertemu mereka?”
“Mereka? Oh, belum. .”
“dasar kau ini ya? Sudah berbulan-bulan kau disana , tapi kau belum melakukan tujuan utamamu untuk pulang ke kampung halamanmu itu. Dasar!”
“yah, aku belum ada persiapan untuk bertemu mereka. Banyak yang perlu kupersiapkan. .” jawab Kyuhyun sambil menengadah ke atas melihat awan-awan yang berarak diatas kepalanya.
“jadi aku harus bagaimana sekarang?”, suara diseberang sana melembut
“sepertinya aku akan lebih lama disini”
“hh.., baiklah. Hey, aku lupa. Seo hyun berkali-kali menanyakan keberadaanmu padaku. Dia sama gencarnya seperti para wartawan itu mengorek informasi dariku. Dia tidak menghubungimu?”
“ya, tapi.. “
“yah,yah aku mengerti. Tak perlu kau jelaskan. Kalau begitu sudah dulu, banyak yang harus kuurus sekarang. Beritahu aku kalau ada apa-apa. Aku masih temanmu sekaLigus sepupumu yang dengan sukarela menjadi asistenmu. Oke?. Bye.”
“gomawo,Teuk hyung. Bye” sahut Kyuhyun sambil tersenyum lebar.
Selasa, 13 April 2010
part 36
Soo yun's feelings
Soo yun kembali berjalan, otaknya mulai sedikit berfungsi. Dia perlahan-lahan berjalan kembali ke apartemennya, dengan pikiran dan pandangan yang kosong.
Sesampainya di apartemennya nanti, dia hanya ingin tidur ditempat tidurnya, walau dia yakin dia tidak akan bisa tertidur, apalagi tertidur pulas.
Memasuki gedung apartemennya, dia tidak mendengar ataupun melihat sampai seseorang menarik tangannya sewaktu dia akan membuka pintu apartemennya.
Kyuhyun.
Laki-laki di depannya ini sepertinya memanggil namanya dan sepertinya sedang mengatakan sesuatu, wajahnya kelihatan sangat cemas.
Mungkin jalan-jalan sejenak dengan laki-laki ini diluar bisa menenangkan pikirannya sejenak, dia ingat suatu kenyamanan yang tercipta jika dia bersama dengan laki-laki ini.
Laki-laki itu menyutujui permintaan Soo yun untuk berjalan-jalan keluar. Beberapa meter setelah melewati simpang dekat gedung apartemen mereka. Laki-laki itu mengajaknya masuk ke sebuah kedai kecil yang sering mereka kunjungi. Soo yun ingat itu.
Ah, mungkin ide bagus mengajak laki-laki itu keluar. Disini dikedai ini, setidaknya ia bisa melupakan masalahnya sejenak, melupakan rasa sakit itu sejenak.
Kyuhyun, Soo yun memperhatikannya sedari tadi terus berwajah cemas. Apalagi dia melihat seorang gadis yang kelihatan sedang depresi menenggak habis lima botol soju sendirian. Tapi, ide itu berjalan lancar. Soo yun mulai tak sadar. Yang dia ingat ketika laki-laki itu mengajaknya pulang dan dia tidak mau, laki-laki itu berekspresi yang tidak dapat diartikannya. Marah atau bagaimana. Dia sadar sewaktu laki-laki itu memapahnya jalan kembali ke apartemen mereka, dan menopang tubuhnya supaya dia tidak jatuh. Perasaannya waktu itu hangat, hangat sekali.
Soo yun kembali berjalan, otaknya mulai sedikit berfungsi. Dia perlahan-lahan berjalan kembali ke apartemennya, dengan pikiran dan pandangan yang kosong.
Sesampainya di apartemennya nanti, dia hanya ingin tidur ditempat tidurnya, walau dia yakin dia tidak akan bisa tertidur, apalagi tertidur pulas.
Memasuki gedung apartemennya, dia tidak mendengar ataupun melihat sampai seseorang menarik tangannya sewaktu dia akan membuka pintu apartemennya.
Kyuhyun.
Laki-laki di depannya ini sepertinya memanggil namanya dan sepertinya sedang mengatakan sesuatu, wajahnya kelihatan sangat cemas.
Mungkin jalan-jalan sejenak dengan laki-laki ini diluar bisa menenangkan pikirannya sejenak, dia ingat suatu kenyamanan yang tercipta jika dia bersama dengan laki-laki ini.
Laki-laki itu menyutujui permintaan Soo yun untuk berjalan-jalan keluar. Beberapa meter setelah melewati simpang dekat gedung apartemen mereka. Laki-laki itu mengajaknya masuk ke sebuah kedai kecil yang sering mereka kunjungi. Soo yun ingat itu.
Ah, mungkin ide bagus mengajak laki-laki itu keluar. Disini dikedai ini, setidaknya ia bisa melupakan masalahnya sejenak, melupakan rasa sakit itu sejenak.
Kyuhyun, Soo yun memperhatikannya sedari tadi terus berwajah cemas. Apalagi dia melihat seorang gadis yang kelihatan sedang depresi menenggak habis lima botol soju sendirian. Tapi, ide itu berjalan lancar. Soo yun mulai tak sadar. Yang dia ingat ketika laki-laki itu mengajaknya pulang dan dia tidak mau, laki-laki itu berekspresi yang tidak dapat diartikannya. Marah atau bagaimana. Dia sadar sewaktu laki-laki itu memapahnya jalan kembali ke apartemen mereka, dan menopang tubuhnya supaya dia tidak jatuh. Perasaannya waktu itu hangat, hangat sekali.
part 35
Soo yun's feelings
Setengah jam dirumah Heechul hanya menyakitinya, tidak lebih. Karena itu, Soo yun segera permisi pulang dengan alasan dia harus kekampus sebentar. Segera keluar dari rumah itu, adalah jalan terbaik. Setelah dia keluar dari pintu rumah laki-laki itu, dia menghembuskan napas panjang. Udara diluar sungguh lebih baik daripada didalam tadi,pikirnya. Dia tidak dapat bernapas dengan baik didalam sana, menyesakkan.
Dia terus berjalan disepanjang trotoar, langit mulai gelap dan angin berhembus sangat dingin. Tak ada pejalan kaki selain dirinya saat itu, mungkin karena udara yang terlalu dingin.
Soo yun merapatkan jaket yang dikenakannya, tapi itu tidak berpengaruh banyak baginya, tubuhnya tetap saja menggigil. Mungkin bukan angin penyebabnya, karena sepertinya sarafnya tidak merasakan apapun sekarang. Tidak bisa melihat, mendengar, ataupun bersuara dengan baik. Hanya rasa sakit yang bisa dirasakannya, didadanya. Seolah ada lubang besar disana yang menganga.
Butuh tenaga yang cukup besar untuk menyeret kakinya untuk maju selangkah. Satu tangannya terjulur kedepan mencengkram pagar besi jembatan sebuah sungai yang cukup besar. Pagar besi itu seharusnya dingin ditangannya yang tanpa sarung tangan, tapi nyatanya tidak sama sekali walau dia mencengkramnya hingga buku-buku jarinya memutih.
Matanya menatap kosong ke sungai dibawahnya. Airnya tenang seperti kaca hitam besar yang memantulkan cahaya lampu-lampu dijalan. Di udara seperti ini, air sungai itu pasti dingin sekali. Dia pasti akan langsung mati beku ataupun tenggelam jika loncat kesana. Satu dorongan saja, maka rasa sakit yang ada di dadanya sekarang tidak akan terasa lagi untuk selamanya.
Sedikit dorongan. Satu kali saja.
Tetapi tubuhnya tidak bergeming, terpaku disitu.
Ia berbalik dengan pelan, kakinya terasa sangat lemas utuk menopang tubuhnya sekarang dan ia jatuh terduduk di jalan. Kepalanya disandarkan kedinding jembatan. Matanya menatap kosong kedepan.
Istrinya. . . Heechul. . istri Heechul. . Heechul. .
Kata-kata itu terus berputar dikepalanya.
Soo yun menekan telapak tangannya ke dada. Sakit. .
“Tuhan, tolonglah aku. . . ambillah rasa sakit ini dariku. . .”, bisiknya sambil terus meneteskan air mata .
Setengah jam dirumah Heechul hanya menyakitinya, tidak lebih. Karena itu, Soo yun segera permisi pulang dengan alasan dia harus kekampus sebentar. Segera keluar dari rumah itu, adalah jalan terbaik. Setelah dia keluar dari pintu rumah laki-laki itu, dia menghembuskan napas panjang. Udara diluar sungguh lebih baik daripada didalam tadi,pikirnya. Dia tidak dapat bernapas dengan baik didalam sana, menyesakkan.
Dia terus berjalan disepanjang trotoar, langit mulai gelap dan angin berhembus sangat dingin. Tak ada pejalan kaki selain dirinya saat itu, mungkin karena udara yang terlalu dingin.
Soo yun merapatkan jaket yang dikenakannya, tapi itu tidak berpengaruh banyak baginya, tubuhnya tetap saja menggigil. Mungkin bukan angin penyebabnya, karena sepertinya sarafnya tidak merasakan apapun sekarang. Tidak bisa melihat, mendengar, ataupun bersuara dengan baik. Hanya rasa sakit yang bisa dirasakannya, didadanya. Seolah ada lubang besar disana yang menganga.
Butuh tenaga yang cukup besar untuk menyeret kakinya untuk maju selangkah. Satu tangannya terjulur kedepan mencengkram pagar besi jembatan sebuah sungai yang cukup besar. Pagar besi itu seharusnya dingin ditangannya yang tanpa sarung tangan, tapi nyatanya tidak sama sekali walau dia mencengkramnya hingga buku-buku jarinya memutih.
Matanya menatap kosong ke sungai dibawahnya. Airnya tenang seperti kaca hitam besar yang memantulkan cahaya lampu-lampu dijalan. Di udara seperti ini, air sungai itu pasti dingin sekali. Dia pasti akan langsung mati beku ataupun tenggelam jika loncat kesana. Satu dorongan saja, maka rasa sakit yang ada di dadanya sekarang tidak akan terasa lagi untuk selamanya.
Sedikit dorongan. Satu kali saja.
Tetapi tubuhnya tidak bergeming, terpaku disitu.
Ia berbalik dengan pelan, kakinya terasa sangat lemas utuk menopang tubuhnya sekarang dan ia jatuh terduduk di jalan. Kepalanya disandarkan kedinding jembatan. Matanya menatap kosong kedepan.
Istrinya. . . Heechul. . istri Heechul. . Heechul. .
Kata-kata itu terus berputar dikepalanya.
Soo yun menekan telapak tangannya ke dada. Sakit. .
“Tuhan, tolonglah aku. . . ambillah rasa sakit ini dariku. . .”, bisiknya sambil terus meneteskan air mata .
part 34
Soo yun's story when Heechul's coming home
Perasaan senang terus membayangi pikiran Soo yun hari itu. Dia tidak peduli lagi dengan apapun, yang ia tahu sekarang orang itu akan pulang. Dia bisa bertemu lagi dengan orang itu.
Sesampainya di bandara, dia sungguh sangat tidak sabar menunggu pesawat yang dinaiki orang itu tiba.
“kalau jadwal ini tidak meleset, berarti lima belas menit lagi,ya?” gumamnya sambil memperhatikan jam tangannya.
Dia lalu berjalan ke daerah tunggu untuk arrival , menunggu sambil berjalan kesana-kemari.
“ada apa dengan bokongmu, Soo yun? Kau tidak bisa duduk?” seru Yoora yang sedang duduk didekatnya.
Soo yun tidak menjawab, hanya tersenyum girang ke arah Yoora sambil terus mondar-mandir.
Sebuah pengumuman kedatangan pesawat yang ditunggunya membuyarkan lamunannya.
“dia tiba !” serunya sambil berlari-lari kecil menuju pintu kedatangan disusul Yoora dibelakangnya. Dia tersenyum melihat tingkah gadis itu.
“itu dia Yoora ! Itu !” seru Soo yun kegirangan.
“ne ne arraseo !”
“ng? Ada apa ? kenapa kau berhenti?” sambung Yoora lagi begitu melihat Soo yun tiba-tiba berhenti, padahal orang yang mereka tunggu kedatangannya masih jauh.
“Soo yun?”, suara yang selalu dirindukannya menyapanya. Lembut seperti biasa.
“lama tidak jumpa,Heechul. Selamat datang.” Ujar Yoora sambil menepuk bahu Kim Heechul.
“senang bertemu kau lagi, Yoora.” Sahutnya
“aku tidak tahu kau juga datang menjemputku. .” ujar Heechul lagi lebih kepada gadis yang sedang diam terpaku disamping Yoora.
“siapa ini, Chullie?” ujar Yoora penasaran melihat seorang gadis pirang dan berwajah campuran kebarat-baratan dan timur yang sedari tadi memegang lengan Heechul
“oh, mm. . ,ini Jessica” jawabnya sambil melirik ke arah Soo yun yang juga sedang menatapnya.
“dia. . , istriku”sambungnya lagi sambil kembali melirik Soo yun yang kini sedang menunduk.
“Annyeong haseo.” Ujar gadis itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Yoora. Tapi tidak disambut Yoora.
“m-mwo?” seru yoora tidak percaya.
“nah kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita kerumahku saja? Kita bisa mengobrol lagi disana.” Tawar Heechul begitu menyadari apa yang terjadi pada Yoora, terutama Soo yun.
Perasaan senang terus membayangi pikiran Soo yun hari itu. Dia tidak peduli lagi dengan apapun, yang ia tahu sekarang orang itu akan pulang. Dia bisa bertemu lagi dengan orang itu.
Sesampainya di bandara, dia sungguh sangat tidak sabar menunggu pesawat yang dinaiki orang itu tiba.
“kalau jadwal ini tidak meleset, berarti lima belas menit lagi,ya?” gumamnya sambil memperhatikan jam tangannya.
Dia lalu berjalan ke daerah tunggu untuk arrival , menunggu sambil berjalan kesana-kemari.
“ada apa dengan bokongmu, Soo yun? Kau tidak bisa duduk?” seru Yoora yang sedang duduk didekatnya.
Soo yun tidak menjawab, hanya tersenyum girang ke arah Yoora sambil terus mondar-mandir.
Sebuah pengumuman kedatangan pesawat yang ditunggunya membuyarkan lamunannya.
“dia tiba !” serunya sambil berlari-lari kecil menuju pintu kedatangan disusul Yoora dibelakangnya. Dia tersenyum melihat tingkah gadis itu.
“itu dia Yoora ! Itu !” seru Soo yun kegirangan.
“ne ne arraseo !”
“ng? Ada apa ? kenapa kau berhenti?” sambung Yoora lagi begitu melihat Soo yun tiba-tiba berhenti, padahal orang yang mereka tunggu kedatangannya masih jauh.
“Soo yun?”, suara yang selalu dirindukannya menyapanya. Lembut seperti biasa.
“lama tidak jumpa,Heechul. Selamat datang.” Ujar Yoora sambil menepuk bahu Kim Heechul.
“senang bertemu kau lagi, Yoora.” Sahutnya
“aku tidak tahu kau juga datang menjemputku. .” ujar Heechul lagi lebih kepada gadis yang sedang diam terpaku disamping Yoora.
“siapa ini, Chullie?” ujar Yoora penasaran melihat seorang gadis pirang dan berwajah campuran kebarat-baratan dan timur yang sedari tadi memegang lengan Heechul
“oh, mm. . ,ini Jessica” jawabnya sambil melirik ke arah Soo yun yang juga sedang menatapnya.
“dia. . , istriku”sambungnya lagi sambil kembali melirik Soo yun yang kini sedang menunduk.
“Annyeong haseo.” Ujar gadis itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Yoora. Tapi tidak disambut Yoora.
“m-mwo?” seru yoora tidak percaya.
“nah kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita kerumahku saja? Kita bisa mengobrol lagi disana.” Tawar Heechul begitu menyadari apa yang terjadi pada Yoora, terutama Soo yun.
part 33
“aku tak menyangka kalian membuat hal seperti ini untukku. Aku sungguh,waw.. .” Soo yun mulai bicara setelah dirinya mendapat kejutan dihari ulang tahunnya yang ke-20 ini.
“jeongmal gomawoyo. .” ujar Soo yun lagi sambil memeluk Jung ahjumma
“kalian semua sangat baik. ., aku tak tau harus berkata apa lagi. . “ sambungnya sendu.
“hei. Ini kan hari ulang tahunmu, kenapa kau menangis?” seru Kyuhyun sambil menyeka air mata yang jatuh menuruni pipi Soo yun.
“kau jelek sekali kalau begini. .” sambungnya lagi
“ehem! Kami masih ada disni lho. Kalian sudah mau mesra-mesraan sekarang?. oh,iya. Hyukkie titip salam untukmu. maaf dia tidak bisa datang, dia masih di Mokpo. kau juga sudah terima pesan darinya kan?", seru Yoora
Soo yun mengangguk.
"Baiklah kalau begitu.Ahjussi, ahjumma , Sungminnie, ayo kita pulang. Kedua orang ini mungkin ingin menghabiskan hari ini berdua saja” sela Yoora sambil bersiap pulang.
“selamat malam, Kyuhyun ssi, Soo yun ah.” jung ahjumma keluar dari apartemen Soo yun bersama dengan ahjussi.
“apa-apaan kau Yoora?” seru Kyuhyun menatapnya curiga
“hati-hati dengan adikku,Kyu. selamat malam.” Ujarnya sambil mengerlingkan mata pada Kyuhyun sesaat sebelum menutup pintu.
“he-hei!.” Kyuhyun kemudian berbalik dan mendapati Soo yun sedang berdiri dijendela balkon, menatap keluar.
“Bagaimana sekarang Kyuhyun?” gumamnya pada dirinya sendiri sambil berjalan mendekati Soo yun.
“langit malam ini cerah ya, Kyu”
“ehm, ya.”
“mana?”
“apa?”
“Cuma kau yang belum memberiku kado ulang tahun kan? Atau kau memang berencana tidak memberiku?” jawabnya cepat sambil menyipitkan mata kearah Kyuhyun yang berdiri disampingnya.
“oh,itu. .” Kyuhyun berjalan ke arah kursi makan tempat ia meletakkan jaketnya. Dan kembali lagi sambil membawa sebuah kotak kecil berwarna keperakan yang dibelinya di toko barang antik kemarin.
“ini”
“apa ini Kyu?” sahutnya sambil memperhatikan kotak itu
“hadiah ulang tahunmu”
Soo yun mengambilnya dan mulai memperhatikan kotak itu,
“apa isinya?”
“buka saja”
Soo yun membukanya dan melihat seuntai kalung berhiaskan sebuah batu bundar kecil sebagai bandulnya, warnanya putih kekuningan. Seperti bulan.
“Kyu. . .”
“kau suka?” tanya Kyuhyun khawatir sambil terus memperhatikan mimik wajah Soo yun.
Kirei menggeleng.
“kau suka sekali?” tanya Kyuhyun lagi, senyum mengembang di bibirnya
Kirei mengangguk bersemangat sambil tersenyum riang.
“gomawo Kyu. kau baik sekali.” Sambungnya lagi sambil terus memperhatikan kalung barunya.
“cheonmaneyo. Mau ku bantu ?” tawar Kyuhyun ramah
Soo yun mengangguk dan memberikan kalungnya pada Kyuhyun.
“indah sekali, Kyu” ujar Soo yun sambil mematut diri didepan cermin yang tergantung disisi ruang tamunya.
“jeongmal gomawoyo. .” ujar Soo yun lagi sambil memeluk Jung ahjumma
“kalian semua sangat baik. ., aku tak tau harus berkata apa lagi. . “ sambungnya sendu.
“hei. Ini kan hari ulang tahunmu, kenapa kau menangis?” seru Kyuhyun sambil menyeka air mata yang jatuh menuruni pipi Soo yun.
“kau jelek sekali kalau begini. .” sambungnya lagi
“ehem! Kami masih ada disni lho. Kalian sudah mau mesra-mesraan sekarang?. oh,iya. Hyukkie titip salam untukmu. maaf dia tidak bisa datang, dia masih di Mokpo. kau juga sudah terima pesan darinya kan?", seru Yoora
Soo yun mengangguk.
"Baiklah kalau begitu.Ahjussi, ahjumma , Sungminnie, ayo kita pulang. Kedua orang ini mungkin ingin menghabiskan hari ini berdua saja” sela Yoora sambil bersiap pulang.
“selamat malam, Kyuhyun ssi, Soo yun ah.” jung ahjumma keluar dari apartemen Soo yun bersama dengan ahjussi.
“apa-apaan kau Yoora?” seru Kyuhyun menatapnya curiga
“hati-hati dengan adikku,Kyu. selamat malam.” Ujarnya sambil mengerlingkan mata pada Kyuhyun sesaat sebelum menutup pintu.
“he-hei!.” Kyuhyun kemudian berbalik dan mendapati Soo yun sedang berdiri dijendela balkon, menatap keluar.
“Bagaimana sekarang Kyuhyun?” gumamnya pada dirinya sendiri sambil berjalan mendekati Soo yun.
“langit malam ini cerah ya, Kyu”
“ehm, ya.”
“mana?”
“apa?”
“Cuma kau yang belum memberiku kado ulang tahun kan? Atau kau memang berencana tidak memberiku?” jawabnya cepat sambil menyipitkan mata kearah Kyuhyun yang berdiri disampingnya.
“oh,itu. .” Kyuhyun berjalan ke arah kursi makan tempat ia meletakkan jaketnya. Dan kembali lagi sambil membawa sebuah kotak kecil berwarna keperakan yang dibelinya di toko barang antik kemarin.
“ini”
“apa ini Kyu?” sahutnya sambil memperhatikan kotak itu
“hadiah ulang tahunmu”
Soo yun mengambilnya dan mulai memperhatikan kotak itu,
“apa isinya?”
“buka saja”
Soo yun membukanya dan melihat seuntai kalung berhiaskan sebuah batu bundar kecil sebagai bandulnya, warnanya putih kekuningan. Seperti bulan.
“Kyu. . .”
“kau suka?” tanya Kyuhyun khawatir sambil terus memperhatikan mimik wajah Soo yun.
Kirei menggeleng.
“kau suka sekali?” tanya Kyuhyun lagi, senyum mengembang di bibirnya
Kirei mengangguk bersemangat sambil tersenyum riang.
“gomawo Kyu. kau baik sekali.” Sambungnya lagi sambil terus memperhatikan kalung barunya.
“cheonmaneyo. Mau ku bantu ?” tawar Kyuhyun ramah
Soo yun mengangguk dan memberikan kalungnya pada Kyuhyun.
“indah sekali, Kyu” ujar Soo yun sambil mematut diri didepan cermin yang tergantung disisi ruang tamunya.
part 32
“dari mana saja kau?” seru Yoora sambil berlari-lari kecil menghampiri Kyuhyun.
“ini” sahut Kyuhyun sambil menunjukkan tas kertas yang dipegangnya sambil tersenyum.
“ah, aku mengerti” ujar Yoora lagi. “ayo kita pulang”
“yap”
“jadi semuanya sudah siapkan?” tanya Yoora lagi sambil merapikan bajunya.
“ye” ujar Jung ahjumma bersemangat.
Seluruh penghuni gedung apartemen itu ikut menyiapkan sebuah pesta kecil-kecilan untuk Soo yun dihari ulang tahunnya itu. Semuanya disana membantu. Jung ahjumma di bagian konsumsi, ahjussi, Sungmin dan Kyuhyun dekorasi, dan Yoora kordinatornya.
“Kyu. Sekarang sebaiknya kau keluarkan kuenya dan mulailah memasang lilinnya. Anak itu akan pulang sebentar lagi. dan kau Sungminnie, cepat ke dekat pintu. kau yang membukakan pintu nanti” seru Yoora sambil merapikan bajunya.
“ok!” sahut kyuhyun dan Sungmin bersamaan sambil berlari-lari kecil ke tempat masing-masing
“mm.., bukankah seharusnya kau yang memegang kue ini Yoora?” tanya Kyuhyun seusai menghidupkan 20 batang lilin diatas kue tersebut.
“anio. Itu sudah benar” jawab Yoora sambil tersenyum.
“ini” sahut Kyuhyun sambil menunjukkan tas kertas yang dipegangnya sambil tersenyum.
“ah, aku mengerti” ujar Yoora lagi. “ayo kita pulang”
“yap”
“jadi semuanya sudah siapkan?” tanya Yoora lagi sambil merapikan bajunya.
“ye” ujar Jung ahjumma bersemangat.
Seluruh penghuni gedung apartemen itu ikut menyiapkan sebuah pesta kecil-kecilan untuk Soo yun dihari ulang tahunnya itu. Semuanya disana membantu. Jung ahjumma di bagian konsumsi, ahjussi, Sungmin dan Kyuhyun dekorasi, dan Yoora kordinatornya.
“Kyu. Sekarang sebaiknya kau keluarkan kuenya dan mulailah memasang lilinnya. Anak itu akan pulang sebentar lagi. dan kau Sungminnie, cepat ke dekat pintu. kau yang membukakan pintu nanti” seru Yoora sambil merapikan bajunya.
“ok!” sahut kyuhyun dan Sungmin bersamaan sambil berlari-lari kecil ke tempat masing-masing
“mm.., bukankah seharusnya kau yang memegang kue ini Yoora?” tanya Kyuhyun seusai menghidupkan 20 batang lilin diatas kue tersebut.
“anio. Itu sudah benar” jawab Yoora sambil tersenyum.
part 31
Hari-hari berlanjut seperti biasa tanpa sekalipun Soo yun menyinggung soal apa yang terjadi padanya dihari itu. Kyuhyun dan Yoora merasa itu hal yang bagus. Kyuhyun, walaupun dia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, tapi dia tau tidak bagus membahas tentang masalah itu lagi. Ketenangan gadis itu yang utama sekarang.
“mau kemana kau Yoora?” seru Kyuhyun begitu melihat Yoora berjalan keluar gedung apartemen.
“oh, Kyuhyun ah. hmm..., kupikir aku bisa mengajakmu”
“mwo?”
“ayolah. .” ujar Yoora sambil menarik lengan Kyuhyun.
“pusat perbelanjaan ?!”
“ne. Kau pikir apa?” sahut Yoora sambil terus berjalan diantara pertokoan yang ramai
“untuk apa kita kesini?”tanya Kyuhyun bingung
“menurutmu apa? Ya, tentu saja kita akan berbelanja.” Sahut Yoora lagi sambil melihat-lihat etalase sebuah toko pakaian
“m-mwo?!”
“ayo kita masuk” tarik Yoora
Yoora berkeliling ditoko yang lumayan besar itu, terakhir Kyuhyun melihatnya sedang melihat-lihat di bagian jaket untuk wanita. Menimbang-nimbang warna dan model yang paling bagus.
“kau mau beli jaket baru?” Tanya Kyuhyun seraya menghampirinya.
“ng, bukan. Bukan untukku.”sahutnya
“jadi ?”
“Soo yun. Dia ulang tahun besok” sambungnya lagi
“jjinja?”
“besok tanggal 5 mei kan?”
“hmm..”
Disaat Yoora sibuk memilih, Kyuhyun mulai berjalan keluar toko tersebut sambil terus berpikir.
“kado,ya ?”
Lalu pandangannya tertuju pada sebuah toko antik. Perlahan dia mulai memasukinya dan menebarkan pandangannya kesekeliling toko tersebut.
“selamat datang.apa anda membutuhkan sesuatu” sapa seorang wanita setengah baya dari balik meja kasir.
“uhm,yeah. Sebuah kado ulang tahun, untuk seorang gadis” sahut Kyuhyun sambil tersenyum.
“mungkin ini yang kau cari?” ujar Wanita itu sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berwarna keperakan dan berhiaskan sulur di sisi-sisinya.
Kyuhyun menghampiri wanita itu dan membuka kotak itu.
“sempurna” desisnya sambil tersenyum.
“mau kemana kau Yoora?” seru Kyuhyun begitu melihat Yoora berjalan keluar gedung apartemen.
“oh, Kyuhyun ah. hmm..., kupikir aku bisa mengajakmu”
“mwo?”
“ayolah. .” ujar Yoora sambil menarik lengan Kyuhyun.
“pusat perbelanjaan ?!”
“ne. Kau pikir apa?” sahut Yoora sambil terus berjalan diantara pertokoan yang ramai
“untuk apa kita kesini?”tanya Kyuhyun bingung
“menurutmu apa? Ya, tentu saja kita akan berbelanja.” Sahut Yoora lagi sambil melihat-lihat etalase sebuah toko pakaian
“m-mwo?!”
“ayo kita masuk” tarik Yoora
Yoora berkeliling ditoko yang lumayan besar itu, terakhir Kyuhyun melihatnya sedang melihat-lihat di bagian jaket untuk wanita. Menimbang-nimbang warna dan model yang paling bagus.
“kau mau beli jaket baru?” Tanya Kyuhyun seraya menghampirinya.
“ng, bukan. Bukan untukku.”sahutnya
“jadi ?”
“Soo yun. Dia ulang tahun besok” sambungnya lagi
“jjinja?”
“besok tanggal 5 mei kan?”
“hmm..”
Disaat Yoora sibuk memilih, Kyuhyun mulai berjalan keluar toko tersebut sambil terus berpikir.
“kado,ya ?”
Lalu pandangannya tertuju pada sebuah toko antik. Perlahan dia mulai memasukinya dan menebarkan pandangannya kesekeliling toko tersebut.
“selamat datang.apa anda membutuhkan sesuatu” sapa seorang wanita setengah baya dari balik meja kasir.
“uhm,yeah. Sebuah kado ulang tahun, untuk seorang gadis” sahut Kyuhyun sambil tersenyum.
“mungkin ini yang kau cari?” ujar Wanita itu sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berwarna keperakan dan berhiaskan sulur di sisi-sisinya.
Kyuhyun menghampiri wanita itu dan membuka kotak itu.
“sempurna” desisnya sambil tersenyum.
Senin, 12 April 2010
part 30
“Pagi,Yoora onnie !!”
“mwo?! Kau ini! Beraninya pagi-pagi begini kau sudah. . . .”
Sebuah keanehan, pikir Yoora. Seharusnya sekarang Soo yun sedang sangat depresi. Tapi, sekarang dia begitu terlihat ceria. Ada apa ini? Pikir Yoora dalam hati.
“oh, pagi Yoora!”
“Kyu-Kyuhyun!!! Apa yang kau lakukan disini? Pagi-pagi begini? “ seru Yoora heboh
“apa yang sudah kau lakukan pada Soo yun? Hah? Jawab aku!”sambungnya lagi sambil menarik kemeja Kyuhyun
“ tu-tunggu dulu. . “
“onnie, Kyu tidak melakukan apa-apa kok. Dia hanya menemaniku disini semalaman.”
“mwo. . ?” sahut Yoora bengong
Seharusnya sekarang dia sangat kalut dan sebagainya. Dan tentu saja tak ada seorang pun yang bisa mendekatinya seminggu kedepan, termasuk aku. Dan melihat Soo yun yang sekarang Yoora berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengungkit soal itu lagi sampai Soo yun sendiri yang terlebih dahulu bicara. Tapi yang cukup mengherankan, seorang yang baru seperti Kyuhyun bisa menenangkannya hanya dalam waktu semalam.
Asahi masih berusaha untuk mencerna apa yang terjadi sebenarnya.
“kau mau sarapan disini Yoora?” tawar Soo yun dari arah dapur
“y-ya, tentu. .”
“kopi atau susu?” seru Kyuhyun sambil membuka sekotak susu dan menghangatkannya
“susu, terima kasih”
“ehm, kalian tau apa yang sekarang kurasakan?”
“apa?” sahut Kyuhyun dan Soo yun bersamaan.
“aku seperti sedang mengunjungi temanku yang baru saja menikah. .” ujarnya pelan sambil memandang mereka berdua yang sibuk didapur mungil Soo yun
Keduanya saling bertatapan, kemudian tertawa terbahak-bahak.
“Yoora, kau terbentur sesuatu sebelum datang kemari? Semua kalimat yang dari tadi kau keluarkan sangat mengejutkan.” Seru Kyuhyun disela-sela tawanya
“kau benar Kyu, dia mungkin terbentur sesuatu” sambung Soo yun
“ha ! Ayolah ! Siapapun yang berada di tempatku sekarang akan mengatakan hal yang sama !” seru Yoora balik
Kyuhyun dan Soo yun kembali bertatapan dan diam, tidak tertawa kembali seperti tadi. Keduanya seperti menyadari sesuatu dan mulai salah tingkah, berusaha mencari kesibukan.
“apa kubilang ? Hmm ?”
“ini rotimu Yoora.” Ujar Soo yun sambil menyodorkan sebuah piring berisi roti bakar dan telur mata sapi.
“ini untuk menutup mulutku, kan ?” ujar Yoora sambil menyipitkan matanya
“ye, diam dan minumlah ini” sambung Kyuhyun datar dan memberi segelas susu untuk Yoora.
“sudah kuduga pasti ada sesuatu” ujar Yoora lagi sambil menyeruput susu yang sudah dihangatkan Kyuhyun tadi.
“Yoora !” seru keduanya serentak
“mwo?! Kau ini! Beraninya pagi-pagi begini kau sudah. . . .”
Sebuah keanehan, pikir Yoora. Seharusnya sekarang Soo yun sedang sangat depresi. Tapi, sekarang dia begitu terlihat ceria. Ada apa ini? Pikir Yoora dalam hati.
“oh, pagi Yoora!”
“Kyu-Kyuhyun!!! Apa yang kau lakukan disini? Pagi-pagi begini? “ seru Yoora heboh
“apa yang sudah kau lakukan pada Soo yun? Hah? Jawab aku!”sambungnya lagi sambil menarik kemeja Kyuhyun
“ tu-tunggu dulu. . “
“onnie, Kyu tidak melakukan apa-apa kok. Dia hanya menemaniku disini semalaman.”
“mwo. . ?” sahut Yoora bengong
Seharusnya sekarang dia sangat kalut dan sebagainya. Dan tentu saja tak ada seorang pun yang bisa mendekatinya seminggu kedepan, termasuk aku. Dan melihat Soo yun yang sekarang Yoora berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengungkit soal itu lagi sampai Soo yun sendiri yang terlebih dahulu bicara. Tapi yang cukup mengherankan, seorang yang baru seperti Kyuhyun bisa menenangkannya hanya dalam waktu semalam.
Asahi masih berusaha untuk mencerna apa yang terjadi sebenarnya.
“kau mau sarapan disini Yoora?” tawar Soo yun dari arah dapur
“y-ya, tentu. .”
“kopi atau susu?” seru Kyuhyun sambil membuka sekotak susu dan menghangatkannya
“susu, terima kasih”
“ehm, kalian tau apa yang sekarang kurasakan?”
“apa?” sahut Kyuhyun dan Soo yun bersamaan.
“aku seperti sedang mengunjungi temanku yang baru saja menikah. .” ujarnya pelan sambil memandang mereka berdua yang sibuk didapur mungil Soo yun
Keduanya saling bertatapan, kemudian tertawa terbahak-bahak.
“Yoora, kau terbentur sesuatu sebelum datang kemari? Semua kalimat yang dari tadi kau keluarkan sangat mengejutkan.” Seru Kyuhyun disela-sela tawanya
“kau benar Kyu, dia mungkin terbentur sesuatu” sambung Soo yun
“ha ! Ayolah ! Siapapun yang berada di tempatku sekarang akan mengatakan hal yang sama !” seru Yoora balik
Kyuhyun dan Soo yun kembali bertatapan dan diam, tidak tertawa kembali seperti tadi. Keduanya seperti menyadari sesuatu dan mulai salah tingkah, berusaha mencari kesibukan.
“apa kubilang ? Hmm ?”
“ini rotimu Yoora.” Ujar Soo yun sambil menyodorkan sebuah piring berisi roti bakar dan telur mata sapi.
“ini untuk menutup mulutku, kan ?” ujar Yoora sambil menyipitkan matanya
“ye, diam dan minumlah ini” sambung Kyuhyun datar dan memberi segelas susu untuk Yoora.
“sudah kuduga pasti ada sesuatu” ujar Yoora lagi sambil menyeruput susu yang sudah dihangatkan Kyuhyun tadi.
“Yoora !” seru keduanya serentak
part 29
sementara itu, dirumah Heechul.
“apa yang terjadi disini, Heechul?” ujar Yoora ke arah pria yang berdiri dihadapannya.
“aku sendiri tidak tau . .”
“siapa gadis itu? Apa yang terjadi pada otakmu? Istrimu? Apa-apaan ini?” seru Yoora kuat
“tolong, pelankan suaramu. Jessica bisa mendengarnya. .”
“hoo, kau takut istri tersayangmu mendengar kalau suaminya sudah memiliki kekasih disini?” seru Yoora semakin lantang
“aku dan Soo yun tidak berpacaran. .”
“ya ! Kalian tidak berkencan. Tapi kau tau kalau dia mencintaimu, dan kau berjanji padanya untuk kembali padanya, bukan? Kau lupa itu tuan Kim Heechul?” sambung Yoora lagi
“aku juga tak mengharapkan keadaan ini Yoora, semua diluar kendaliku. .” sahut Heechul sambil menutup separuh wajahnya dengan tangannya.
“kupikir aku bisa mempercayakan Soo yun padamu Heechul, tapi ternyata kau sama saja dengan yang lainnya !” bentak Yoora tepat diwajah Heechul.
“Yoora! Aku mencintai Soo yun !”
“jangan berani lagi kau katakan itu didepanku brengsek !”
“appaku yang memaksaku menikah dengan Jessica !”
“apa ?” suara Yoora memelan.
“ne, ayah Jessica membeli seluruh saham appaku. Appaku bangkrut Yoora. Untuk mempertahankan dan memperbaiki semuanya appaku menyuruhku menikahi Jessica..”
“tapi, kau. .”
“aku harus. Aku tidak punya pilihan lain. Appaku sakit-sakitan. Bagaimana dengan nasib amma dan adikku ku nanti ? Aku bingung sekali Yoora !” seru Heechul kalut.
“kau tau bagaimana perasaan Soo yun sekarang Heechul ?”
Heechul hanya diam seribu bahasa
“hancur.” Sambung Yoora pelan “begitu kau mengatakan bahwa gadis itu adalah istrimu, dia hancur Heechul ah. Aku tahu itu. Karena aku merasakan apa yang dirasakannya.”
Heechul tetap diam duduk di depan meja sambil memandang menerawang kedepan.
“sekarang bagaimana ? Aku sendiri tak sanggup melihat Soo yun yang sekarang.” Ujar Yoora sambil berlalu meninggalkan Heechul
“dan, jika sampai terjadi sesuatu padanya. Aku akan mencarimu Kim Heechul.ingat itu” sambungnya sesaat sebelum keluar dari rumah Heechul.
“aku tahu”, jawab Heechul lirih.
“apa yang terjadi disini, Heechul?” ujar Yoora ke arah pria yang berdiri dihadapannya.
“aku sendiri tidak tau . .”
“siapa gadis itu? Apa yang terjadi pada otakmu? Istrimu? Apa-apaan ini?” seru Yoora kuat
“tolong, pelankan suaramu. Jessica bisa mendengarnya. .”
“hoo, kau takut istri tersayangmu mendengar kalau suaminya sudah memiliki kekasih disini?” seru Yoora semakin lantang
“aku dan Soo yun tidak berpacaran. .”
“ya ! Kalian tidak berkencan. Tapi kau tau kalau dia mencintaimu, dan kau berjanji padanya untuk kembali padanya, bukan? Kau lupa itu tuan Kim Heechul?” sambung Yoora lagi
“aku juga tak mengharapkan keadaan ini Yoora, semua diluar kendaliku. .” sahut Heechul sambil menutup separuh wajahnya dengan tangannya.
“kupikir aku bisa mempercayakan Soo yun padamu Heechul, tapi ternyata kau sama saja dengan yang lainnya !” bentak Yoora tepat diwajah Heechul.
“Yoora! Aku mencintai Soo yun !”
“jangan berani lagi kau katakan itu didepanku brengsek !”
“appaku yang memaksaku menikah dengan Jessica !”
“apa ?” suara Yoora memelan.
“ne, ayah Jessica membeli seluruh saham appaku. Appaku bangkrut Yoora. Untuk mempertahankan dan memperbaiki semuanya appaku menyuruhku menikahi Jessica..”
“tapi, kau. .”
“aku harus. Aku tidak punya pilihan lain. Appaku sakit-sakitan. Bagaimana dengan nasib amma dan adikku ku nanti ? Aku bingung sekali Yoora !” seru Heechul kalut.
“kau tau bagaimana perasaan Soo yun sekarang Heechul ?”
Heechul hanya diam seribu bahasa
“hancur.” Sambung Yoora pelan “begitu kau mengatakan bahwa gadis itu adalah istrimu, dia hancur Heechul ah. Aku tahu itu. Karena aku merasakan apa yang dirasakannya.”
Heechul tetap diam duduk di depan meja sambil memandang menerawang kedepan.
“sekarang bagaimana ? Aku sendiri tak sanggup melihat Soo yun yang sekarang.” Ujar Yoora sambil berlalu meninggalkan Heechul
“dan, jika sampai terjadi sesuatu padanya. Aku akan mencarimu Kim Heechul.ingat itu” sambungnya sesaat sebelum keluar dari rumah Heechul.
“aku tahu”, jawab Heechul lirih.
part 28
Kyuhyun memapahnya hingga masuk kedalam apartemennya, dia tidak yakin membiarkan gadis itu berjalan sendiri masuk ke apartemennya. Ada dirinya saja gadis itu bisa-bisanya tersandung sandal rumah yang akan dipakainya.
“kau duduk disini , biar kuambilkan air minum untukmu.” Ujar Kyuhyun sambil mendudukkan Soo yun disofa.
“ini. .”, Soo yun menolak. “ minumlah sedikit” serunya lagi.
Kirei menurut, tapi hanya menyeruputnya sedikit saja.
“nah, kau istirahatlah. Kepalamu dan semua isinya perlu sedikit ketenangan. Aku ada dikamarku kalau kau butuh sesuatu”.
Sesaat setelah Kyuhyun memalingkan tubuhnya dari , dia merasa sesuatu menarik kemejanya. Tangan Soo yun.
“jangan pergi. ., jangan pergi lagi. . . “ serunya lemah
“jangan. . .” Kyuhyun menatapnya dan kembali duduk disamping gadis itu. Keduanya hanya diam. Kyuhyun sedang memandang keluar jendela balkon saat dia menyadari kepala Soo yun bersandar di pundaknya.
“Soo yun. . “ ujarnya pelan
“. .. .”
Tak ada sahutan, setetes air jatuh membasahi lengan kemeja Kyuhyun.
“Soo yun. .”
“jangan pergi. . .”
“mm. . .”
Kyuhyun membiarkan gadis itu menangis sepuasnya di pundaknya hingga tertidur. Dia sendiri tidak bisa tidur hingga pagi, memikirkan banyak hal yang berkecamuk di benaknya. Tapi pertanyaan terbesar adalah “apa yang terjadi dengan gadis itu?”.
“kau duduk disini , biar kuambilkan air minum untukmu.” Ujar Kyuhyun sambil mendudukkan Soo yun disofa.
“ini. .”, Soo yun menolak. “ minumlah sedikit” serunya lagi.
Kirei menurut, tapi hanya menyeruputnya sedikit saja.
“nah, kau istirahatlah. Kepalamu dan semua isinya perlu sedikit ketenangan. Aku ada dikamarku kalau kau butuh sesuatu”.
Sesaat setelah Kyuhyun memalingkan tubuhnya dari , dia merasa sesuatu menarik kemejanya. Tangan Soo yun.
“jangan pergi. ., jangan pergi lagi. . . “ serunya lemah
“jangan. . .” Kyuhyun menatapnya dan kembali duduk disamping gadis itu. Keduanya hanya diam. Kyuhyun sedang memandang keluar jendela balkon saat dia menyadari kepala Soo yun bersandar di pundaknya.
“Soo yun. . “ ujarnya pelan
“. .. .”
Tak ada sahutan, setetes air jatuh membasahi lengan kemeja Kyuhyun.
“Soo yun. .”
“jangan pergi. . .”
“mm. . .”
Kyuhyun membiarkan gadis itu menangis sepuasnya di pundaknya hingga tertidur. Dia sendiri tidak bisa tidur hingga pagi, memikirkan banyak hal yang berkecamuk di benaknya. Tapi pertanyaan terbesar adalah “apa yang terjadi dengan gadis itu?”.
part 27
Sepanjang jalan, Soo yun hanya diam. Pandangannya menerawang jauh kedepan, kosong. Kyuhyun berjalan tepat dibelakangnya,tidak terlalu jauh. Mereka berhenti disebuah kedai, itu pun atas ajakan Kyuhyun.
“jadi. .”
“bisakah kita tidak usah membahasnya? aku ingin melupakan semuanya dan minum sampai aku tidak ingat apa-apa lagi. Bukankah tujuan mu mengajak berhenti disini untuk minum?” ujar Soo yun datar sambil menuang sebotol soju ke cangkirnya dan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya terdiam sambil meraih cangkir yang disodorkan Soo yun padanya. Gadis itu hanya tersenyum sebentar,saat memberi cangkir pada Kyuhyun. Setelah itu dia hanya diam sambil terus menenggak 5 botol soju sendirian. Kyuhyun sampai bingung harus bagaimana menghentikan gadis itu, disatu sisi dia tau hal ini mungkin dapat mengurangi sedikit kalut didalam hati gadis itu jadi dia ingin membiarkan gadis itu, tapi disatu sisi dia tidak bisa melihat gadis itu bertingkah seperti itu, hal itu berlawanan dengan nuraninya.
“persetan dengan masalahmu” gumam Kyuhyun sambil berdiri mengajak Soo yun pulang.
“ayo kita pulang. Lihat penampilanmu sekarang, kacau sekali. Ayo.”
“andwe,Kyu. aku masih ingin disini. Paman, sojunya satu lagiii....” serunya, dia sudah sangat mabuk.
“sudah, ayo”, Kyuhyun menarik tangan Soo yun menyuruhnya berdiri
“kubilang tidak, Kyuhyun ! andwe !”
Kyuhyun tidak memperdulikannya dan terus menariknya keluar dan segera membayar semuanya.
“anio ,Kyu ! kau tidak mengerti ucapanku ? Hah ? Kau tidak mengerti ?” seru Soo yun sambil menepuk-nepuk lengan Kyuhyun.
“Kyuhyun ah !”
“Soo yun!”
Soo yun terdiam menatap Kyuhyun beberapa lama, dan kembali berjalan sendiri sempoyongan.
“hati-hati !” seru Kyuhyun sambil menahan tubuh Soo yun yang hampir jatuh.
Beberapa saat mereka kembali berpandangan, lalu kembali melanjutkan perjalanan pulang. Kali ini Soo yun berjalan dengan disangga oleh Kyuhyun.
“jadi. .”
“bisakah kita tidak usah membahasnya? aku ingin melupakan semuanya dan minum sampai aku tidak ingat apa-apa lagi. Bukankah tujuan mu mengajak berhenti disini untuk minum?” ujar Soo yun datar sambil menuang sebotol soju ke cangkirnya dan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya terdiam sambil meraih cangkir yang disodorkan Soo yun padanya. Gadis itu hanya tersenyum sebentar,saat memberi cangkir pada Kyuhyun. Setelah itu dia hanya diam sambil terus menenggak 5 botol soju sendirian. Kyuhyun sampai bingung harus bagaimana menghentikan gadis itu, disatu sisi dia tau hal ini mungkin dapat mengurangi sedikit kalut didalam hati gadis itu jadi dia ingin membiarkan gadis itu, tapi disatu sisi dia tidak bisa melihat gadis itu bertingkah seperti itu, hal itu berlawanan dengan nuraninya.
“persetan dengan masalahmu” gumam Kyuhyun sambil berdiri mengajak Soo yun pulang.
“ayo kita pulang. Lihat penampilanmu sekarang, kacau sekali. Ayo.”
“andwe,Kyu. aku masih ingin disini. Paman, sojunya satu lagiii....” serunya, dia sudah sangat mabuk.
“sudah, ayo”, Kyuhyun menarik tangan Soo yun menyuruhnya berdiri
“kubilang tidak, Kyuhyun ! andwe !”
Kyuhyun tidak memperdulikannya dan terus menariknya keluar dan segera membayar semuanya.
“anio ,Kyu ! kau tidak mengerti ucapanku ? Hah ? Kau tidak mengerti ?” seru Soo yun sambil menepuk-nepuk lengan Kyuhyun.
“Kyuhyun ah !”
“Soo yun!”
Soo yun terdiam menatap Kyuhyun beberapa lama, dan kembali berjalan sendiri sempoyongan.
“hati-hati !” seru Kyuhyun sambil menahan tubuh Soo yun yang hampir jatuh.
Beberapa saat mereka kembali berpandangan, lalu kembali melanjutkan perjalanan pulang. Kali ini Soo yun berjalan dengan disangga oleh Kyuhyun.
part 26
Kau sudah pulang Soo yun ah?”, tanya Kyuhyun yang sedang membaca koran diruang tamu gedung apartemen.
Soo yun tak menjawab, hanya terus berjalan melewati Kyuhyun tanpa menghiraukannya sama sekali. Seperti tidak mendengar apapun.
“Soo yun?”, Kyuhyun berdiri dan berjalan mengikuti Soo yun
Tak ada jawaban,Soo yun tak bergeming mendengar suara Kyuhyun. gadis itu Terus berjalan menaiki tangga.
Kyuhyun terus mengikutinya sambil memanggilnya hingga kedepan pintu kamarnya.
“Soo yun !” seru Kyuhyun sambil menarik lengan Soo yun.
Yuri tersentak, gadis itu terlihat sangat pucat, lemah sekali.
“ada apa denganmu?”,tanya Kyuhyun sambil mengamati wajah Soo yun dalam-dalam.” Waktu pergi tadi pagi, kau tampak sangat girang, tapi kenapa sekarang. . “
“Kyu. ., kau mau menemaniku jalan-jalan?” tanya Soo yun tiba-tiba.
Soo yun tak menjawab, hanya terus berjalan melewati Kyuhyun tanpa menghiraukannya sama sekali. Seperti tidak mendengar apapun.
“Soo yun?”, Kyuhyun berdiri dan berjalan mengikuti Soo yun
Tak ada jawaban,Soo yun tak bergeming mendengar suara Kyuhyun. gadis itu Terus berjalan menaiki tangga.
Kyuhyun terus mengikutinya sambil memanggilnya hingga kedepan pintu kamarnya.
“Soo yun !” seru Kyuhyun sambil menarik lengan Soo yun.
Yuri tersentak, gadis itu terlihat sangat pucat, lemah sekali.
“ada apa denganmu?”,tanya Kyuhyun sambil mengamati wajah Soo yun dalam-dalam.” Waktu pergi tadi pagi, kau tampak sangat girang, tapi kenapa sekarang. . “
“Kyu. ., kau mau menemaniku jalan-jalan?” tanya Soo yun tiba-tiba.
part 25
Berita yang diterimanya dari Yoora barusan membuat hatinya melonjak kegirangan, “Heechul pulang!”, jeritnya dalam hati sambil melompat lompat di ruang tamu mungilnya.
“tanggal 23 bulan ini, hari apa itu?” tanyanya pada dirinya sendiri sambil meraih kalender di meja.
“sabtu!. Apa yang harus kulakukan? Itu tiga hari lagi. Aku akan memasak. Ah, tidak. Bagaimana kalau makan di tempat biasa. Tapi nanti dia bosan, di Beijing sana dia pasti sudah sering makan mie dan sejenisnya. Lalu aku pakai baju apa?. . . “ , Soo yun menggumam dan mondar-mandir kesana kemari didalam apartemennya hingga lelah dan tertidur tanpa mengganti pakaiannya.
“pagi, Soo yun ah”
Suara yang akrab ditelinga Soo yun memanggilnya saat dia hendak menuruni tangga menuju lantai satu.
“ah, pagi Kyu. Bagaimana kabarmu hari ini?”
“hoo. ., sepertinya kau sedang girang hari ini. Dan jika aku benar, aku akan dapat makan siang gratis kan?”
“hei, kenapa begitu?”
“karena kau sedang senang. Kau harus berbagi kebahagiaan mu dengan orang- orang disekitarmu”, gurau Kyuhyun dengan memperhatikan jam tangannya.”bagaimana kalau sekarang?”
“uhm, tidak bisa Kyu. Hari ini aku ada janji menjemput seseorang dibandara bersama Yoora. Bagaimana kalau lain kali?”
“sepertinya orang yang penting sekali. .” gumam Kyuhyun
“kenapa kau berpikir seperti itu?” tanya Soo yun bingung sambil berjalan ke pintu kamar Yoora.
“karena kau bilang lain kali, tidak nanti malam atau besok. Dengan kata lain kau tidak akan ada waktu bermain denganku selama orang itu ada disini” jelas Kyuhyun sambil membenamkan kedua tangannya ke dalam mantelnya.
“ha! Kau cemburu Kyu?”
“ne. . , yah ! aku tidak cemburu! Untuk apa aku cemburu? Tidak masuk akal. .” bantah Kyuhyun , wajahnya yang biasanya tenang berubah merah.
“kau cemburu padaku,Kyu. Akui saja, lihat. Wajahmu sudah memerah seperti itu.” Goda Soo yun sambil menyentuh wajah Kyuhyun.
“andwe. .,kau bercanda. .haha. .”
“siapa yang cemburu?” seru Yoora sambil berjalan dari arah berlawanan.
“kau darimana? Kupikir kau ada didalam, hampir saja aku mengetuk pintu” sahut Soo yun
“aku baru saja dari tempat ahjussi. Memastikan soal rekening air yang harus kubayar bulan ini” terangnya sambil merapikan rambutnya.
“kalian akan pergi sekarang?” potong Kyuhyun penasaran
Soo yun memandang Yoora, seolah menguatkan pertanyaan Kyuhyun.
“kurasa , ya. Pesawatnya tiba satu jam lagi.”
“lalu apa yang kita tunggu? Ayo cepat Yoora.”
“yah!. Aku bisa berjalan sendiri tanpa kau tarik-tarik seperti ini.” Seru Yoora sambil melepas tangan Soo yun yang menarik-narik mantelnya.
“Kyu. Kami pergi dulu.” Seru Soo yun diambang pintu gedung apartemen mereka sambil melambai ke arah Kyuhyun.
Kyuhyun mengangkat tangannya dan tersenyum simpul.
“tanggal 23 bulan ini, hari apa itu?” tanyanya pada dirinya sendiri sambil meraih kalender di meja.
“sabtu!. Apa yang harus kulakukan? Itu tiga hari lagi. Aku akan memasak. Ah, tidak. Bagaimana kalau makan di tempat biasa. Tapi nanti dia bosan, di Beijing sana dia pasti sudah sering makan mie dan sejenisnya. Lalu aku pakai baju apa?. . . “ , Soo yun menggumam dan mondar-mandir kesana kemari didalam apartemennya hingga lelah dan tertidur tanpa mengganti pakaiannya.
“pagi, Soo yun ah”
Suara yang akrab ditelinga Soo yun memanggilnya saat dia hendak menuruni tangga menuju lantai satu.
“ah, pagi Kyu. Bagaimana kabarmu hari ini?”
“hoo. ., sepertinya kau sedang girang hari ini. Dan jika aku benar, aku akan dapat makan siang gratis kan?”
“hei, kenapa begitu?”
“karena kau sedang senang. Kau harus berbagi kebahagiaan mu dengan orang- orang disekitarmu”, gurau Kyuhyun dengan memperhatikan jam tangannya.”bagaimana kalau sekarang?”
“uhm, tidak bisa Kyu. Hari ini aku ada janji menjemput seseorang dibandara bersama Yoora. Bagaimana kalau lain kali?”
“sepertinya orang yang penting sekali. .” gumam Kyuhyun
“kenapa kau berpikir seperti itu?” tanya Soo yun bingung sambil berjalan ke pintu kamar Yoora.
“karena kau bilang lain kali, tidak nanti malam atau besok. Dengan kata lain kau tidak akan ada waktu bermain denganku selama orang itu ada disini” jelas Kyuhyun sambil membenamkan kedua tangannya ke dalam mantelnya.
“ha! Kau cemburu Kyu?”
“ne. . , yah ! aku tidak cemburu! Untuk apa aku cemburu? Tidak masuk akal. .” bantah Kyuhyun , wajahnya yang biasanya tenang berubah merah.
“kau cemburu padaku,Kyu. Akui saja, lihat. Wajahmu sudah memerah seperti itu.” Goda Soo yun sambil menyentuh wajah Kyuhyun.
“andwe. .,kau bercanda. .haha. .”
“siapa yang cemburu?” seru Yoora sambil berjalan dari arah berlawanan.
“kau darimana? Kupikir kau ada didalam, hampir saja aku mengetuk pintu” sahut Soo yun
“aku baru saja dari tempat ahjussi. Memastikan soal rekening air yang harus kubayar bulan ini” terangnya sambil merapikan rambutnya.
“kalian akan pergi sekarang?” potong Kyuhyun penasaran
Soo yun memandang Yoora, seolah menguatkan pertanyaan Kyuhyun.
“kurasa , ya. Pesawatnya tiba satu jam lagi.”
“lalu apa yang kita tunggu? Ayo cepat Yoora.”
“yah!. Aku bisa berjalan sendiri tanpa kau tarik-tarik seperti ini.” Seru Yoora sambil melepas tangan Soo yun yang menarik-narik mantelnya.
“Kyu. Kami pergi dulu.” Seru Soo yun diambang pintu gedung apartemen mereka sambil melambai ke arah Kyuhyun.
Kyuhyun mengangkat tangannya dan tersenyum simpul.
part 24
Kyuhyun's story
Kyuhyun merasa senang berada disini. Bahkan dia sangat senang. Karena suasana yang menyenangkan, orang-orang yang ramah. Terlebih lagi karena ada gadis itu. Gadis yang dilihatnya di cafe waktu itu, gadis yang menarik perhatiannya. Gadis yang mampu menyingkirkan rasa frustrasi dan rasa kecewa yang menggumpal jadi satu dihatinya. Membuatnya melupakan hal-hal menyakitkan dan membuatnya tertawa setiap hari.
Gadis di cafe yang dilihatnya waktu itu tinggal satu gedung apartemen dengannya, satu lantai, dan tepat berada di depan apartemennya, apartemen bernomor 202.
Gadis itu menangis tersedu-sedu seusai menonton film dibioskop kemarin. Dia sebenarnya bingung harus bagaimana menenangkan gadis itu.
“filmnya... bagus.. se.. kali” ujar gadis itu parau
Tapi Kyuhyun senang, karena dia tau dialah laki-laki pertama yang diizinkan Soo yun melihatnya seperti itu.
Akhir-akhir ini mereka sering meluangkan waktu bersama. Kyuhyun sering datang ke kampusnya dan mengajak gadis itu makan atau sekedar jalan-jalan dan duduk ditaman.
Ini pertama kalinya Yuri tidak teringat pada Seo hyun, tidak merasa sedih dan terluka lagi. Hanya bahagia.
Melihat Soo yun setiap hari saja sudah seperti mengisi ulang tenaganya yang habis.
Hari ini gadis itu mengajaknya-nyaris memaksa- pergi ke tempat dimana banyak wahana-wahana yang mampu memutar otak 180 derajat, mengaduk-aduk isi perut, dan membuat kaki lemas. wahana bermain.
Kyuhyun tidak suka ke tempat itu, baginya itu adalah tempat yang hanya diperuntukkan untuk anak-anak. Sepanjang hari itu, gadis itu menyuruhnya menaiki hampir semua wahana disana.
Sekarang Kyuhyun duduk disofa yang menghadap ke jendela besar di ruang tamunya sambil memegang selembar foto.
Fotonya bersama dengan Soo yun didepan Merry Go Round (kuda putar). Difoto itu keduanya tersenyum menghadap ke kamera dengan permen kapas ditangan mereka.
“apa kau bahagia sekarang Cho Kyuhyun?,” tanya Kyuhyun kepada dirinya sendiri sambil menatap foto itu.
“ne.” Sambungnya sambil menatap kelangit-langit ruangan.
Kyuhyun merasa senang berada disini. Bahkan dia sangat senang. Karena suasana yang menyenangkan, orang-orang yang ramah. Terlebih lagi karena ada gadis itu. Gadis yang dilihatnya di cafe waktu itu, gadis yang menarik perhatiannya. Gadis yang mampu menyingkirkan rasa frustrasi dan rasa kecewa yang menggumpal jadi satu dihatinya. Membuatnya melupakan hal-hal menyakitkan dan membuatnya tertawa setiap hari.
Gadis di cafe yang dilihatnya waktu itu tinggal satu gedung apartemen dengannya, satu lantai, dan tepat berada di depan apartemennya, apartemen bernomor 202.
Gadis itu menangis tersedu-sedu seusai menonton film dibioskop kemarin. Dia sebenarnya bingung harus bagaimana menenangkan gadis itu.
“filmnya... bagus.. se.. kali” ujar gadis itu parau
Tapi Kyuhyun senang, karena dia tau dialah laki-laki pertama yang diizinkan Soo yun melihatnya seperti itu.
Akhir-akhir ini mereka sering meluangkan waktu bersama. Kyuhyun sering datang ke kampusnya dan mengajak gadis itu makan atau sekedar jalan-jalan dan duduk ditaman.
Ini pertama kalinya Yuri tidak teringat pada Seo hyun, tidak merasa sedih dan terluka lagi. Hanya bahagia.
Melihat Soo yun setiap hari saja sudah seperti mengisi ulang tenaganya yang habis.
Hari ini gadis itu mengajaknya-nyaris memaksa- pergi ke tempat dimana banyak wahana-wahana yang mampu memutar otak 180 derajat, mengaduk-aduk isi perut, dan membuat kaki lemas. wahana bermain.
Kyuhyun tidak suka ke tempat itu, baginya itu adalah tempat yang hanya diperuntukkan untuk anak-anak. Sepanjang hari itu, gadis itu menyuruhnya menaiki hampir semua wahana disana.
Sekarang Kyuhyun duduk disofa yang menghadap ke jendela besar di ruang tamunya sambil memegang selembar foto.
Fotonya bersama dengan Soo yun didepan Merry Go Round (kuda putar). Difoto itu keduanya tersenyum menghadap ke kamera dengan permen kapas ditangan mereka.
“apa kau bahagia sekarang Cho Kyuhyun?,” tanya Kyuhyun kepada dirinya sendiri sambil menatap foto itu.
“ne.” Sambungnya sambil menatap kelangit-langit ruangan.
part 23
“tidak mau Soo yun ah. Yang tadi sudah cukup membuatku mual,” Kyuhyun memegangi kepalanya yang pusing akibat menaiki wahana yang memutar-mutar otaknya.
“jangan coaster, Soo yun ah.” Ujarnya lagi
“jangan begitu. Ayo naik !” seru Soo yun sambil mendorong tubuh Kyuhyun menaiki wahana itu.
“oh,Tuhan...,”gumam Kyuhyun.
“sekarang apa lagi ya ?” tanya Soo yun lebih pada dirinya sendiri.
“kita kesana, Kyu !” seru Soo yun sambil menunjuk sebuah stand gula-gula.
“Soo yun ah..,” panggil Kyuhyun
“mwo?”
“boleh aku tanya sesuatu?”
“apa?”
“saat kecil kau tidak pernah bermain yang seperti ini,ya ?”
“haha. Kyu, ayo kita berfoto disana !” seru Soo yun sambil menarik tangan Kyuhyun.
“jangan coaster, Soo yun ah.” Ujarnya lagi
“jangan begitu. Ayo naik !” seru Soo yun sambil mendorong tubuh Kyuhyun menaiki wahana itu.
“oh,Tuhan...,”gumam Kyuhyun.
“sekarang apa lagi ya ?” tanya Soo yun lebih pada dirinya sendiri.
“kita kesana, Kyu !” seru Soo yun sambil menunjuk sebuah stand gula-gula.
“Soo yun ah..,” panggil Kyuhyun
“mwo?”
“boleh aku tanya sesuatu?”
“apa?”
“saat kecil kau tidak pernah bermain yang seperti ini,ya ?”
“haha. Kyu, ayo kita berfoto disana !” seru Soo yun sambil menarik tangan Kyuhyun.
part 22
“film yang bagus” seru Kyuhyun
Tak ada jawaban.
“Soo yun ah? Kau masih menangis?,” tanya Kyuhyun sambil berjalan mendekatinya.
“ayolah, jangan menangis lagi. Jika orang-orang melihat ini, mereka akan mengira aku menjahatimu” ujarnya sambil mengacak-acak rambut ikal Soo yun.
Tanpa disadari Kyuhyun, apa yang dilakukannya membuat Soo yun teringat pada seseorang yang sangat dirindukannya.
“begitu lebih baik. Ayo tersenyum. Kau jelek sekali kalau menangis” seru Kyuhyun sambil tersenyum.
Soo yun hanya tersenyum sambil mengusap air mata yang masih menetes dipipinya.
Sudah empat bulan berlalu. Semuanya berjalan dengan baik. Termasuk hubungan Soo yun dan Kyuhyun. Mereka sering makan bersama dan menghabiskan waktu bersama. Terkadang Yoora sering komplain karena dia di nomor duakan.
“kau harus menjaga Soo yun ya,Kyuhyun ah. Dia adikku yang berharga.” Seru Yoora
“baiklah Noona!”seru Kyuhyun usil
“kau mulai seperti Soo yun! Kalian berdua sama saja!” balas Yoora
Keduanya tertawa dan pergi.
“aku ingin makan es krim” seru Kyuhyun sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.
Hampir memasuki musim panas. Udara sudah mulai terasa gerah. Keduanya berjalan di daerah pusat kota.
“aku mau rasa mint” jawab Soo yun
“baiklah, ayo!” seru Kyuhyun lagi sambil menggandeng tangan Soo yun
“n..ne..” sahut Soo yun gagu
Sebulan terakhir ini komunikasinya dengan Heechul kurang baik. Bukan bertengkar. Tapi mereka jarang berkomunikasi. Saat Soo yun yang mengirim email duluan tiga hari kemudian baru dibalas. Jika Soo yun sama sekali tak mengirim email maka tak ada juga email yang datang dari Heechul. Bisa seminggu menunggu email datang darinya.
Hal itu awalnya mengganggu pikiran Soo yun. Tapi tak lama, seseorang membuatnya tak bisa terus menerus bersedih dan memasang wajah muram. Kyuhyun, laki-laki itu selalu membuatnya senang dan selalu tersenyum. Hari-harinya yang seharusnya suram karena kepergian Heechul, jadi terasa menyenangkan karena keberadaan Kyuhyun disampingnya.
Angin musim seminya yang pergi kini berganti angin musim panas yang menyenangkan.
“jalan-jalan sudah. Es krim sudah. Sekarang apa?” tanya Kyuhyun sambil menghitung dengan jarinya.
“mm, bagaimana kalau.....” ujar Soo yun berbinar-binar
“ooh, tidak! Aku tidak mau pergi ke tempat itu.” Seru Kyuhyun sambil berhenti berjalan.
“ayolah Kyu.” Ujar Soo yun sambil menarik lengan Kyuhyun
Tak ada jawaban.
“Soo yun ah? Kau masih menangis?,” tanya Kyuhyun sambil berjalan mendekatinya.
“ayolah, jangan menangis lagi. Jika orang-orang melihat ini, mereka akan mengira aku menjahatimu” ujarnya sambil mengacak-acak rambut ikal Soo yun.
Tanpa disadari Kyuhyun, apa yang dilakukannya membuat Soo yun teringat pada seseorang yang sangat dirindukannya.
“begitu lebih baik. Ayo tersenyum. Kau jelek sekali kalau menangis” seru Kyuhyun sambil tersenyum.
Soo yun hanya tersenyum sambil mengusap air mata yang masih menetes dipipinya.
Sudah empat bulan berlalu. Semuanya berjalan dengan baik. Termasuk hubungan Soo yun dan Kyuhyun. Mereka sering makan bersama dan menghabiskan waktu bersama. Terkadang Yoora sering komplain karena dia di nomor duakan.
“kau harus menjaga Soo yun ya,Kyuhyun ah. Dia adikku yang berharga.” Seru Yoora
“baiklah Noona!”seru Kyuhyun usil
“kau mulai seperti Soo yun! Kalian berdua sama saja!” balas Yoora
Keduanya tertawa dan pergi.
“aku ingin makan es krim” seru Kyuhyun sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.
Hampir memasuki musim panas. Udara sudah mulai terasa gerah. Keduanya berjalan di daerah pusat kota.
“aku mau rasa mint” jawab Soo yun
“baiklah, ayo!” seru Kyuhyun lagi sambil menggandeng tangan Soo yun
“n..ne..” sahut Soo yun gagu
Sebulan terakhir ini komunikasinya dengan Heechul kurang baik. Bukan bertengkar. Tapi mereka jarang berkomunikasi. Saat Soo yun yang mengirim email duluan tiga hari kemudian baru dibalas. Jika Soo yun sama sekali tak mengirim email maka tak ada juga email yang datang dari Heechul. Bisa seminggu menunggu email datang darinya.
Hal itu awalnya mengganggu pikiran Soo yun. Tapi tak lama, seseorang membuatnya tak bisa terus menerus bersedih dan memasang wajah muram. Kyuhyun, laki-laki itu selalu membuatnya senang dan selalu tersenyum. Hari-harinya yang seharusnya suram karena kepergian Heechul, jadi terasa menyenangkan karena keberadaan Kyuhyun disampingnya.
Angin musim seminya yang pergi kini berganti angin musim panas yang menyenangkan.
“jalan-jalan sudah. Es krim sudah. Sekarang apa?” tanya Kyuhyun sambil menghitung dengan jarinya.
“mm, bagaimana kalau.....” ujar Soo yun berbinar-binar
“ooh, tidak! Aku tidak mau pergi ke tempat itu.” Seru Kyuhyun sambil berhenti berjalan.
“ayolah Kyu.” Ujar Soo yun sambil menarik lengan Kyuhyun
part 21
“Apa ku bilang. Spagetti ditempat ini lezat sekali, bukan? Kau sampai mengajak makan disini terus.” Seru Soo yun sambil mengunyah spageti pesanannya.
“haha. Kau benar. Aku sudah ketagihan makan makanan disini.” Jawab Kyuhyun
“bagaimana kalau kita pergi nonton setelah ini? Kudengar ada film baru yang bagus,” sambung Soo yun lagi.
“baiklah.”
“tapi aku yang beli popcorn dan minuman, kau yang membayar tiketnya.”
“itu cukup adil bagiku”
“selain disini, kau suka makan atau sekedar duduk dimana?” ujar Kyuhyun tiba-tiba
“mm, tiga blok dari sini ada sebuah cafe. Aku suka duduk disana. Terkadang hanya
untuk membaca buku dan minum latte.” Terangnya.
“cafe kecil yang memiliki tempat diluar beratap bougenville itu?” tanya Kyuhyun meyakinkan.
“ne. Kau pernah kesana? Aku sering kesana sepulang kuliah. Dan, kau tau disana aku punya meja favorit”
“meja favorit?”
“ye. Tepat di jendela besar yang menghadap ke jalan. Aku suka disitu. Aku bisa melihat orang-orang lalu lalang dijalanan. Setiap sore aku mendapat cahaya senja yang bagus. Menyenangkan. Tapi, sebenarnya aku ke tempat itu kalau ingin sendiri” jelas Soo yun.
“tepat disamping jendela besar..” gumam Kyuhyun
“akhir-akhir ini aku baru dari sana . sepulang dari membeli buku. Karena tidak sabar ingin segera membacanya. Aku membaca buku itu disana.”
“kalau begitu aku juga harus mencoba ke sana,” seru Kyuhyun sambil meminum minumannya.
“bagaimana kalau kita pergi sekarang? Kau sudah selesai?”
“ye. Ayo.” Jawab Soo yun sambil berdiri
“haha. Kau benar. Aku sudah ketagihan makan makanan disini.” Jawab Kyuhyun
“bagaimana kalau kita pergi nonton setelah ini? Kudengar ada film baru yang bagus,” sambung Soo yun lagi.
“baiklah.”
“tapi aku yang beli popcorn dan minuman, kau yang membayar tiketnya.”
“itu cukup adil bagiku”
“selain disini, kau suka makan atau sekedar duduk dimana?” ujar Kyuhyun tiba-tiba
“mm, tiga blok dari sini ada sebuah cafe. Aku suka duduk disana. Terkadang hanya
untuk membaca buku dan minum latte.” Terangnya.
“cafe kecil yang memiliki tempat diluar beratap bougenville itu?” tanya Kyuhyun meyakinkan.
“ne. Kau pernah kesana? Aku sering kesana sepulang kuliah. Dan, kau tau disana aku punya meja favorit”
“meja favorit?”
“ye. Tepat di jendela besar yang menghadap ke jalan. Aku suka disitu. Aku bisa melihat orang-orang lalu lalang dijalanan. Setiap sore aku mendapat cahaya senja yang bagus. Menyenangkan. Tapi, sebenarnya aku ke tempat itu kalau ingin sendiri” jelas Soo yun.
“tepat disamping jendela besar..” gumam Kyuhyun
“akhir-akhir ini aku baru dari sana . sepulang dari membeli buku. Karena tidak sabar ingin segera membacanya. Aku membaca buku itu disana.”
“kalau begitu aku juga harus mencoba ke sana,” seru Kyuhyun sambil meminum minumannya.
“bagaimana kalau kita pergi sekarang? Kau sudah selesai?”
“ye. Ayo.” Jawab Soo yun sambil berdiri
part 20
Kyuhyun's story
Sesampainya diapartemen,Kyuhyun langsung menuju ke apartemen Jung ahjussi.Jung ahjussi langsung mempersilahkannya masuk. Dan kemudian keluar lagi memanggil Yoora dan Sungmin diapartemennya.
Setelah semua orang berada diapartemen Jung ahjussi,Kyuhyun segera memperkenalkan dirinya dan meminta maaf karena telat memperkenalkan diri pada penghuni lainnya.
ahjussi dan ahjumma memperkenalkan diri terlebih dahulu, disusul Yoora kemudian Sungmin.
“jadi, kamar dilantai atas itu kosong ya?” tanya Kyuhyun.
“kamar 202?” jawab Yoora
“ne”angguk Kyuhyun
“apartemen itu dihuni oleh Soo yun ssi.” jawab ahjumma
“Soo. . yun?” tanya Kyuhyun, dia teringat nama seseorang yang sangat dirindukannya
“jam segini biasanya dia sudah pulang,” Ujar Yoora sambil melihat jam tangannya.
“mungkin sebentar lagi”.
“dia gadis yang baik. Kalian bisa berteman akrab” sahut ahjumma sambil tersenyum
“tapi dia juga usil. Dia suka sekali menggodaku” ujar Yoora sambil memasukkan suapan besar ke mulutnya.
“kalian kan masih muda jadi wajar begitu. Lagipula kau sayang padanya seperti dongsaengmu sendiri,kan?” jawab ahjussi
“ye. Aku sangat merindukannya sewaktu dia pulang ke Indonesia waktu itu.” Ujar Yoora
“Indonesia?” tanya Kyuhyun
“ya. Indonesia. Soo yun orang Indonesia, campuran tepatnya. Dia belajar disini, di Universitas Incheon,”Jawab Yoora sambil mengambil makanan lagi dengan sumpit.
“dia orang yang cerewet. Kau harus siap-siap nanti. Tapi dia adikku yang baik.” Sambungnya lagi.
“begitu..”
“bagaimana kalau sekarang kita minum teh?”tanya ahjumma sambil berjalan ke arah dapur.
“nenek. Dimana toiletnya?” ujar Kyuhyun sambil ikut berjalan .
Sesampainya diapartemen,Kyuhyun langsung menuju ke apartemen Jung ahjussi.Jung ahjussi langsung mempersilahkannya masuk. Dan kemudian keluar lagi memanggil Yoora dan Sungmin diapartemennya.
Setelah semua orang berada diapartemen Jung ahjussi,Kyuhyun segera memperkenalkan dirinya dan meminta maaf karena telat memperkenalkan diri pada penghuni lainnya.
ahjussi dan ahjumma memperkenalkan diri terlebih dahulu, disusul Yoora kemudian Sungmin.
“jadi, kamar dilantai atas itu kosong ya?” tanya Kyuhyun.
“kamar 202?” jawab Yoora
“ne”angguk Kyuhyun
“apartemen itu dihuni oleh Soo yun ssi.” jawab ahjumma
“Soo. . yun?” tanya Kyuhyun, dia teringat nama seseorang yang sangat dirindukannya
“jam segini biasanya dia sudah pulang,” Ujar Yoora sambil melihat jam tangannya.
“mungkin sebentar lagi”.
“dia gadis yang baik. Kalian bisa berteman akrab” sahut ahjumma sambil tersenyum
“tapi dia juga usil. Dia suka sekali menggodaku” ujar Yoora sambil memasukkan suapan besar ke mulutnya.
“kalian kan masih muda jadi wajar begitu. Lagipula kau sayang padanya seperti dongsaengmu sendiri,kan?” jawab ahjussi
“ye. Aku sangat merindukannya sewaktu dia pulang ke Indonesia waktu itu.” Ujar Yoora
“Indonesia?” tanya Kyuhyun
“ya. Indonesia. Soo yun orang Indonesia, campuran tepatnya. Dia belajar disini, di Universitas Incheon,”Jawab Yoora sambil mengambil makanan lagi dengan sumpit.
“dia orang yang cerewet. Kau harus siap-siap nanti. Tapi dia adikku yang baik.” Sambungnya lagi.
“begitu..”
“bagaimana kalau sekarang kita minum teh?”tanya ahjumma sambil berjalan ke arah dapur.
“nenek. Dimana toiletnya?” ujar Kyuhyun sambil ikut berjalan .
part 19
Kyuhyun's story
Petugas pengantar barang baru saja selesai keluar dari apartemen Kyuhyun.
‘begini lebih baik’ pikirnya sambil menatap keseluruh ruangan.
“sekarang sebaiknya aku segera ke toko ponsel. Benda ini butuh perbaikan.” Ujarnya sambil menatap ponselnya yang sudah tidak berbentuk lagi.
Setelah menyambar mantelnya dan keluar dari apartemen. Mata Kyuhyun kembali tertuju ke apartemen didepannya.
‘belum pulang’ pikirnya. Kemudian pergi.
Hari ini Kyuhyun berniat berkenalan dengan tetangganya yang lain. Apa yang harus dibawanya? Pikirnya sambil berjalan disekitar pertokoan.
Setelah mendongakkan kepala ke arah sebuah restoran. Dia tersenyum dan masuk ke restoran itu.
Dua kotak Chicken Bulgogi.
“kurasa ini cukup” gumamnya sambil menatap dua kotak makanan ditangan kanan dan kirinya dan berjalan pulang.
Petugas pengantar barang baru saja selesai keluar dari apartemen Kyuhyun.
‘begini lebih baik’ pikirnya sambil menatap keseluruh ruangan.
“sekarang sebaiknya aku segera ke toko ponsel. Benda ini butuh perbaikan.” Ujarnya sambil menatap ponselnya yang sudah tidak berbentuk lagi.
Setelah menyambar mantelnya dan keluar dari apartemen. Mata Kyuhyun kembali tertuju ke apartemen didepannya.
‘belum pulang’ pikirnya. Kemudian pergi.
Hari ini Kyuhyun berniat berkenalan dengan tetangganya yang lain. Apa yang harus dibawanya? Pikirnya sambil berjalan disekitar pertokoan.
Setelah mendongakkan kepala ke arah sebuah restoran. Dia tersenyum dan masuk ke restoran itu.
Dua kotak Chicken Bulgogi.
“kurasa ini cukup” gumamnya sambil menatap dua kotak makanan ditangan kanan dan kirinya dan berjalan pulang.
part 18
Kyuhyun's story
Capek. Begitu sampai diapartemennya Kyuhyun langsung menjatuhkan diri di sofa.
Sesuatu berbunyi. Ponselnya.
“Yoboseyo?” jawabnya tanpa membuka mata
“oh, kalian. Kapan barangku sampai? Oh,iya. Besok? Jam? Baiklah. Nanti ku kirimkan alamatnya. Ya, terima kasih.” Dari petugas pengiriman barang.
Kyuhyun mulai mengetikkan alamatnya kepada petugas tadi dengan malas.
Setelah selesai dia kembali membenamkan wajahnya ke bantal.
Benda tadi berdering lagi.
Kyuhyun mendiamkannya berharap benda itu segera berhenti berbunyi.
‘pasti petugas itu lagi’ pikirnya
Tapi benda itu tidak berhenti berdering.
Dengan kesal Kyuhyun bangkit dan mengangkat ponselnya dengan kasar dan menjawabnya dengan ketus.
“bukankah alamatnya sudah kukirimkan? Apa kalian tidak bisa membaca dengan baik?!” serunya.
“Kyuhyun?” suara seorang gadis dari seberang sana
“Seo hyun ?” gumamnya setelah sadar suara siapa itu.
Suara yang sangat dirindukannya sejak tiba di tempat ini.
“kau baik-baik saja, kan ? kenapa kau tidak mengangkat teleponku?”
“aku..baik...”
“Kyu? kau masih marah padaku ?” ujar gadis itu pelan
“untuk alasan apa aku marah?” jawab Kyuhyun sambil menahan perasaannya
“karena.... aku dan Zhoumi...”
“kenapa aku harus marah ? aku turut bahagia dengan hubungan kalian sekarang. Tidak ada alasan bagiku untuk marah. Seo hyun, aku sibuk sekarang. Bisa kau telepon lain kali?”
“lain kali kau pasti tidak akan mengangkat teleponku”
“selamat malam, Seo hyun.”
Setelah memutuskan percakapan itu,Kyuhyun membanting ponselnya hingga berhamburan di lantai. Dan membanting dirinya sendiri ke sofa.
“sial !” umpatnya lebih kepada dirinya sendiri.
Kenapa dia masih harus merasa seperti ini? Apa dia benar-benar belum bisa melupakan Seo hyun?. Sampai kapan dia harus seperti ini?. Tidak cukupkah dengan bersembunyi ditempat yang beribu kilometer dari gadis itu? Apa sekarang dia harus ke bulan saja?
Capek. Begitu sampai diapartemennya Kyuhyun langsung menjatuhkan diri di sofa.
Sesuatu berbunyi. Ponselnya.
“Yoboseyo?” jawabnya tanpa membuka mata
“oh, kalian. Kapan barangku sampai? Oh,iya. Besok? Jam? Baiklah. Nanti ku kirimkan alamatnya. Ya, terima kasih.” Dari petugas pengiriman barang.
Kyuhyun mulai mengetikkan alamatnya kepada petugas tadi dengan malas.
Setelah selesai dia kembali membenamkan wajahnya ke bantal.
Benda tadi berdering lagi.
Kyuhyun mendiamkannya berharap benda itu segera berhenti berbunyi.
‘pasti petugas itu lagi’ pikirnya
Tapi benda itu tidak berhenti berdering.
Dengan kesal Kyuhyun bangkit dan mengangkat ponselnya dengan kasar dan menjawabnya dengan ketus.
“bukankah alamatnya sudah kukirimkan? Apa kalian tidak bisa membaca dengan baik?!” serunya.
“Kyuhyun?” suara seorang gadis dari seberang sana
“Seo hyun ?” gumamnya setelah sadar suara siapa itu.
Suara yang sangat dirindukannya sejak tiba di tempat ini.
“kau baik-baik saja, kan ? kenapa kau tidak mengangkat teleponku?”
“aku..baik...”
“Kyu? kau masih marah padaku ?” ujar gadis itu pelan
“untuk alasan apa aku marah?” jawab Kyuhyun sambil menahan perasaannya
“karena.... aku dan Zhoumi...”
“kenapa aku harus marah ? aku turut bahagia dengan hubungan kalian sekarang. Tidak ada alasan bagiku untuk marah. Seo hyun, aku sibuk sekarang. Bisa kau telepon lain kali?”
“lain kali kau pasti tidak akan mengangkat teleponku”
“selamat malam, Seo hyun.”
Setelah memutuskan percakapan itu,Kyuhyun membanting ponselnya hingga berhamburan di lantai. Dan membanting dirinya sendiri ke sofa.
“sial !” umpatnya lebih kepada dirinya sendiri.
Kenapa dia masih harus merasa seperti ini? Apa dia benar-benar belum bisa melupakan Seo hyun?. Sampai kapan dia harus seperti ini?. Tidak cukupkah dengan bersembunyi ditempat yang beribu kilometer dari gadis itu? Apa sekarang dia harus ke bulan saja?
part 17
Kyuhyun's story
Urusan seperti ini sungguh sangat menyebalkan, biasanya dia tidak perlu mengurus hal begini karena dulu semuanya sudah diatur oleh sepupunya tersayang Leeteuk jadi dia tinggal terima beres saja. Saat berjalan dipertokoan ramai Seoul, Kyuhyun melirik sekilas ke cermin sebuah toko yang dilewatinya. Astaga ! Penampilan macam apa itu ? Desisnya dalam hati. Semua yang terjadi membuatnya lupa akan segala hal termasuk penampilan.Kyuhyun tidak menyadari rambutnya yang sudah panjang dan tidak jelas warnanya lagi karena pagi tadi dia tidak bercermin, tentu saja karena dia tidak punya cermin. Barang-barangnya belum sampai.
Setelah itu dia melihat sebuah salon dan masuk kesana dan keluar lagi setelah satu jam.
“pantas saja mereka semua terus memperhatikanku di kantor keimigrasian tadi. Pasti mereka mengira aku ini penjahat atau teroris atau mungkin malah orang stress..” gumamnya sambil berjalan keluar dari salon itu. Kemudian dia masuk ke sebuah cafe yang berada tiga gedung dari salon tadi.
Penampilannya sudah jauh lebih baik dari pada sebelum masuk ke salon tadi. Sekarang seorang pelayan bahkan menjatuhkan menu yang dipegangnya saat Kyuhyun berjalan melewatinya mencari tempat.
Apa mereka mengenaliku ? Pikir Kyuhyun dalam hati tapi tanpa mengubah ekspresinya sambil duduk.
Seorang pelayan menghampirinya,
“espresso, tanpa krim” seru Kyuhyun tanpa melihat menu yang disodorkan pelayan padanya.
“Kamsahamnida. silahkan Tunggu sebentar” dan pelayan itu pergi.
Sekarang apa yang harus dilakukannya disini ?. Ke tempat itu ?. Dan sekarang apa dia harus menelepon kembali nomor yang puluhan kali menelepon ke ponselnya ini ? Pikir Kyuhyun sambil menatap layar ponselnya.
“ini pesanan anda”
Kyuhyun tersentak dari lamunannya.
“oh,gomawoyo”
Seo hyun, nomor ponsel gadis itu terdaftar puluhan kali sebagi misscalled di ponsel Kyuhyun. Gadis itu salah satu alasan Kyuhyun meninggalkan Austria. Tapi sekarang haruskah dia menelepon kembali gadis itu?
Kyuhyun mengambil cangkirnya dan menyeruputnya sedikit. Tepat saat Kyuhyun menoleh ke sampingnya. Dia melihatnya. Seorang gadis yang sedang duduk membaca buku didekat jendela besar. Wajahnya tak terlihat begitu jelas karena cahaya matahari dari kaca itu.
Siluet gadis itu membuat Kyuhyun terkesima dan terus menatap ke arahnya sampai dia tersadar dari lamunannya karena espresso yang dipegangnya tumpah.
“sial !” gumamnya sambil membersihkan bajunya yang terkena tumpahan espresso dengan serbet.
Saat Kyuhyun mendongakkan kepala lagi ke arah jendela besar tadi, gadis itu sudah tidak ada. Mata Kyuhyun mencarinya disekitar cafe itu.
Dikasir. Gadis itu berdiri di kasir dengan membelakangi Kyuhyun. Sesaat kemudian dia pergi. Kyuhyuntidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.
Urusan seperti ini sungguh sangat menyebalkan, biasanya dia tidak perlu mengurus hal begini karena dulu semuanya sudah diatur oleh sepupunya tersayang Leeteuk jadi dia tinggal terima beres saja. Saat berjalan dipertokoan ramai Seoul, Kyuhyun melirik sekilas ke cermin sebuah toko yang dilewatinya. Astaga ! Penampilan macam apa itu ? Desisnya dalam hati. Semua yang terjadi membuatnya lupa akan segala hal termasuk penampilan.Kyuhyun tidak menyadari rambutnya yang sudah panjang dan tidak jelas warnanya lagi karena pagi tadi dia tidak bercermin, tentu saja karena dia tidak punya cermin. Barang-barangnya belum sampai.
Setelah itu dia melihat sebuah salon dan masuk kesana dan keluar lagi setelah satu jam.
“pantas saja mereka semua terus memperhatikanku di kantor keimigrasian tadi. Pasti mereka mengira aku ini penjahat atau teroris atau mungkin malah orang stress..” gumamnya sambil berjalan keluar dari salon itu. Kemudian dia masuk ke sebuah cafe yang berada tiga gedung dari salon tadi.
Penampilannya sudah jauh lebih baik dari pada sebelum masuk ke salon tadi. Sekarang seorang pelayan bahkan menjatuhkan menu yang dipegangnya saat Kyuhyun berjalan melewatinya mencari tempat.
Apa mereka mengenaliku ? Pikir Kyuhyun dalam hati tapi tanpa mengubah ekspresinya sambil duduk.
Seorang pelayan menghampirinya,
“espresso, tanpa krim” seru Kyuhyun tanpa melihat menu yang disodorkan pelayan padanya.
“Kamsahamnida. silahkan Tunggu sebentar” dan pelayan itu pergi.
Sekarang apa yang harus dilakukannya disini ?. Ke tempat itu ?. Dan sekarang apa dia harus menelepon kembali nomor yang puluhan kali menelepon ke ponselnya ini ? Pikir Kyuhyun sambil menatap layar ponselnya.
“ini pesanan anda”
Kyuhyun tersentak dari lamunannya.
“oh,gomawoyo”
Seo hyun, nomor ponsel gadis itu terdaftar puluhan kali sebagi misscalled di ponsel Kyuhyun. Gadis itu salah satu alasan Kyuhyun meninggalkan Austria. Tapi sekarang haruskah dia menelepon kembali gadis itu?
Kyuhyun mengambil cangkirnya dan menyeruputnya sedikit. Tepat saat Kyuhyun menoleh ke sampingnya. Dia melihatnya. Seorang gadis yang sedang duduk membaca buku didekat jendela besar. Wajahnya tak terlihat begitu jelas karena cahaya matahari dari kaca itu.
Siluet gadis itu membuat Kyuhyun terkesima dan terus menatap ke arahnya sampai dia tersadar dari lamunannya karena espresso yang dipegangnya tumpah.
“sial !” gumamnya sambil membersihkan bajunya yang terkena tumpahan espresso dengan serbet.
Saat Kyuhyun mendongakkan kepala lagi ke arah jendela besar tadi, gadis itu sudah tidak ada. Mata Kyuhyun mencarinya disekitar cafe itu.
Dikasir. Gadis itu berdiri di kasir dengan membelakangi Kyuhyun. Sesaat kemudian dia pergi. Kyuhyuntidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.
part 16
Kyuhyun's story
Matahari menyinari ruang tengah apartemen Kyuhyun lewat kaca besar yang menghubungkan ruangan itu dengan balkon. Mau tidak mau, Kyuhyun bangun. Tubuhnya sudah tidak terlalu pegal lagi setelah tidur semalaman.
Banyak yang harus diurusnya hari ini. Dia berencana tinggal lama ditempat ini, tapi tidak tahu sampai berapa lama. Jadi dia harus mengurus segala keperluannya di kantor keimigrasian hari ini. Setelah berbenah diri, Kyuhyun keluar dari apartemennya, dan kembali menatap pintu 202 sebentar.
Apa dia harus berkenalan dengan tetangga barunya ini ?. Ah, nanti saja setelah semuanya beres pikirnya dalam hati kemudian pergi meninggalkan gedung apartemennya.
Matahari menyinari ruang tengah apartemen Kyuhyun lewat kaca besar yang menghubungkan ruangan itu dengan balkon. Mau tidak mau, Kyuhyun bangun. Tubuhnya sudah tidak terlalu pegal lagi setelah tidur semalaman.
Banyak yang harus diurusnya hari ini. Dia berencana tinggal lama ditempat ini, tapi tidak tahu sampai berapa lama. Jadi dia harus mengurus segala keperluannya di kantor keimigrasian hari ini. Setelah berbenah diri, Kyuhyun keluar dari apartemennya, dan kembali menatap pintu 202 sebentar.
Apa dia harus berkenalan dengan tetangga barunya ini ?. Ah, nanti saja setelah semuanya beres pikirnya dalam hati kemudian pergi meninggalkan gedung apartemennya.
part 15
Kyuhyun's story
Disinilah Kyuhyun berdiri, didepan sebuah gedung tua berlantai dua yang benar-benar kelihatan sederhana. Saat masih mengamati gedung itu, seorang laki-laki paruh bayu keluar dari pintu.
“kau mencari apartemen, anak muda ?” serunya sambil tersenyum
“ne. Ada ?”
“masuklah”
Setelah menyepakati perjanjian di apartemen ahjussi yang diketahui Kyuhyun bernama Jung itu.Kyuhyun diantar melihat apartemennya dilantai atas.
Ruangannya cukup nyaman, ada balkon yang menghadap ke timur.Kyuhyun merasa cukup terhibur dengan tempat barunya ini. Setelah menunjukkan ruangan-ruangan di apartemen itu,paman itu keluar.
“kalau kau butuh sesuatu, aku dan istriku ada di bawah.” ujarnya sambil berlalu.
“Gomawoyo”
Kyuhyun masih merasa lelah, frustrasi tentu saja. Sambil menatap lantai dia banyak berpikir tentang segala hal yang sudah terjadi. Hal itu bukan membuatnya semakin nyaman, malah makin kacau hingga dia mendesis.
Saat tatapannya berkeliaran memandang kesegala arah dilorong lantai dua gedung itu. Matanya terhenti di sebuah pintu tepat didepan pintunya. Apartemen 202.
Sepertinya sudah ada yang menempati. Setelah itu, dia kembali masuk ke apartemennya dan menjatuhkan diri di sofa sudut ruangan.
Disinilah Kyuhyun berdiri, didepan sebuah gedung tua berlantai dua yang benar-benar kelihatan sederhana. Saat masih mengamati gedung itu, seorang laki-laki paruh bayu keluar dari pintu.
“kau mencari apartemen, anak muda ?” serunya sambil tersenyum
“ne. Ada ?”
“masuklah”
Setelah menyepakati perjanjian di apartemen ahjussi yang diketahui Kyuhyun bernama Jung itu.Kyuhyun diantar melihat apartemennya dilantai atas.
Ruangannya cukup nyaman, ada balkon yang menghadap ke timur.Kyuhyun merasa cukup terhibur dengan tempat barunya ini. Setelah menunjukkan ruangan-ruangan di apartemen itu,paman itu keluar.
“kalau kau butuh sesuatu, aku dan istriku ada di bawah.” ujarnya sambil berlalu.
“Gomawoyo”
Kyuhyun masih merasa lelah, frustrasi tentu saja. Sambil menatap lantai dia banyak berpikir tentang segala hal yang sudah terjadi. Hal itu bukan membuatnya semakin nyaman, malah makin kacau hingga dia mendesis.
Saat tatapannya berkeliaran memandang kesegala arah dilorong lantai dua gedung itu. Matanya terhenti di sebuah pintu tepat didepan pintunya. Apartemen 202.
Sepertinya sudah ada yang menempati. Setelah itu, dia kembali masuk ke apartemennya dan menjatuhkan diri di sofa sudut ruangan.
part 14
Kyuhyun's story.
Hari ini hari pertamanya menginjakkan kakinya kembali dikampung halamannya, Seoul. Setelah 8 tahun menetap di negara barat.
Kyuhyun masih merasa frustrasi kepada semua benda yang dilihatnya, baik itu benda hidup maupun mati. Setibanya di Incheon, seluruh tubuhnya pegal dan letih karena berjam-jam duduk diam didalam pesawat membuat semakin buruk perasaannya.
“hey ! Hati-hati” seru seorang laki-laki yang kopernya jatuh ditabrak koper Kyuhyun.
Kyuhyun hanya menatap orang itu sekilas dan pergi sambil menggumamkan permintaan maaf yang tidak jelas.
Keluar dari bandara, dia bingung harus kemana sekarang. Ketempat itu ? Tidak, dia belum siap. Dan orang-orang itu juga pasti belum siap akan kehadirannya yang tiba-tiba sejak pergi 10 tahun yang lalu.
“mau kemana,tuan?” seru supir taksi dari balik kemudinya setelah Kyuhyun masuk.
“dimana aku bisa mendapatkan apartemen yang tenang dan jauh dari keramaian. Kalau bisa yang sederhana saja” jawabnya sambil menatap ke spion.
“baiklah.”
Hari ini hari pertamanya menginjakkan kakinya kembali dikampung halamannya, Seoul. Setelah 8 tahun menetap di negara barat.
Kyuhyun masih merasa frustrasi kepada semua benda yang dilihatnya, baik itu benda hidup maupun mati. Setibanya di Incheon, seluruh tubuhnya pegal dan letih karena berjam-jam duduk diam didalam pesawat membuat semakin buruk perasaannya.
“hey ! Hati-hati” seru seorang laki-laki yang kopernya jatuh ditabrak koper Kyuhyun.
Kyuhyun hanya menatap orang itu sekilas dan pergi sambil menggumamkan permintaan maaf yang tidak jelas.
Keluar dari bandara, dia bingung harus kemana sekarang. Ketempat itu ? Tidak, dia belum siap. Dan orang-orang itu juga pasti belum siap akan kehadirannya yang tiba-tiba sejak pergi 10 tahun yang lalu.
“mau kemana,tuan?” seru supir taksi dari balik kemudinya setelah Kyuhyun masuk.
“dimana aku bisa mendapatkan apartemen yang tenang dan jauh dari keramaian. Kalau bisa yang sederhana saja” jawabnya sambil menatap ke spion.
“baiklah.”
part 13
Apa arti tatapan laki-laki itu tadi ? Tanya Soo yun dalam hati sambil berjalan ke arah kamar tidurnya sesudah mengantarkan Yoora kembali ke apartemennya.
Dia terus memikirkan arti tatapan Kyuhyun sewaktu mereka bersama kemarin sore itu. Dia langsung mengambil tempat ditempat tidur dan menghidupkan laptopnya. Memeriksa email. Heechul.
Sebuah email baru.
‘bagaimana hari ini kabarmu Cinderella ?. musin semi Beijing sangat cerah. Tapi tidak semenyenangkan musim semi di Korea. Kau tau kenapa?. Disini tidak ada kau.’
Soo yun tersenyum membaca tiap kata di layar dihadapannya. Kemudian bersiap membalasnya sampai bunyi dering ponselnya menghentikan perhatiannya sejenak dari layar laptop.
dari Kyuhyun.
Tidak ada tulisan, hanya gambar.
Sebuah cafe. Tapi Soo yun tau cafe itu. Dia langsung tersenyum dan membalasnya lewat pesan.
‘makan siang besok ?’
Tak lama berselang.
‘ya’, balasan dari Kyuhyun.
‘baiklah’
‘sampai jumpa besok,Soo yun. Selamat tidur.’
‘selamat tidur tetangga’
Kemudian dia kembali menatap layar laptopnya lagi dan membalas pesan dari Heechul.
Dia terus memikirkan arti tatapan Kyuhyun sewaktu mereka bersama kemarin sore itu. Dia langsung mengambil tempat ditempat tidur dan menghidupkan laptopnya. Memeriksa email. Heechul.
Sebuah email baru.
‘bagaimana hari ini kabarmu Cinderella ?. musin semi Beijing sangat cerah. Tapi tidak semenyenangkan musim semi di Korea. Kau tau kenapa?. Disini tidak ada kau.’
Soo yun tersenyum membaca tiap kata di layar dihadapannya. Kemudian bersiap membalasnya sampai bunyi dering ponselnya menghentikan perhatiannya sejenak dari layar laptop.
dari Kyuhyun.
Tidak ada tulisan, hanya gambar.
Sebuah cafe. Tapi Soo yun tau cafe itu. Dia langsung tersenyum dan membalasnya lewat pesan.
‘makan siang besok ?’
Tak lama berselang.
‘ya’, balasan dari Kyuhyun.
‘baiklah’
‘sampai jumpa besok,Soo yun. Selamat tidur.’
‘selamat tidur tetangga’
Kemudian dia kembali menatap layar laptopnya lagi dan membalas pesan dari Heechul.
part 12
sesampainya diapartemen mereka, Hyuk jae pamit pada mereka bertiga, terutama pada Yoora. kakak Soo yun itu mendaratkan sebuah kecupan hangat didahi Yoora sebelum dia pergi.
"kau ikut ke apatemenku Lee Yoora. ada yang harus kau ceritakan padaku bukan?",ujar Soo yun sambil menarik Yoora nauk ke lantai dua.
"Selamat malam Kyuhyun, sampai jumpa besok", sambungnya lagi.
"ya, selamat malam Soo yun ah", sahut Kyuhyun tersenyum
setelah masuk ke apartemen Soo yun, Yoora langsung mengambil tempat di sofa besar milik Soo yun, bersiap diwawancara. sementara Soo yun pergi ke dapur dan mengambil dua gelas jus jeruk.
"jadi bagaimana?", ujar Soo yun sambil menyodorkan gelas pada Yoora.
"apanya yang bagaimana?", jawabnya pura-pura bodoh sambil meminum jus jeruknya
"halah, jangan pura-pura bodoh, Lee Yoora! kau tahu betul apa yang ku maksudkan. Lee Hyuk jae. Hyukkie oppaku?", sambung Soo yun lagi sambil duduk disamping Yoora.
"oh, dia. . ", wajahnya tiba-tiba kembali memerah
"kalian pacaran? sungguh? sejak kapan? kenapa aku bisa tidak tahu sama sekali perkembangan hubungan kalian sudah sejauh ini?"
"sejak kau mengenalkan kami setengah tahun yang lalu di bandara sewaktu kau mau pulang ke Indonesia itu, aku dan Hyukkie sering bertemu. dia sering mengunjungiku diperpustakaan, mengajakku makan, mengobrol, dan jalan-jalan. oppamu orang yang lucu dan sangat menyenangkan", ujar Yoora sambil tersenyum manis.
"Hyukkie memang baik, walau dia sering juga berkelakuan aneh" sahut Soo yun mengiyakan
"haha.., sejauh pandanganku tentangnya. dia orang yang humoris, baik hati, dan tidak gampang emosi, dan kau tahu bagaimana dia menyatakan perasaannya padaku?"
"bagaimana? bagaimana? ayo cerita!", seru Soo yun penasaran
"mm, tidak jadi la. itu rahasia" sahut Yoora sambil mengerlingkan matanya.
"Onnie curang! tadi dia yang memancing, sekarang bilang begitu. ayo cerita!", Soo yun menggelitiki Yoora sampai Yoora meminta ampun.
"ne.. ne! hentikan! aduh, kau ini. begini, waktu itu aku masih bekerja di perpustakaan seperti biasa. lalu tiba-tiba aku menemukan sebuah foto di meja kerjaku. sebuah foto yang memperlihatkan seseorang berdiri diantara dua rak buku yang tinggi, wajahnya tidak terlihat dengan jelas karena sinar matahari yang datang dari jendela besar didekatnya. tapi aku yakin sekali itu aku,"
Soo yun memperhatikan tiap ucapan Yoora dengan seksama.
"dibelakang foto itu terdapat tulisan tangan,'aku adalah fansmu yang nomor satu'. aku tidak mengerti itu apa. tidak lama, datang seorang kurir mengantarkan sebuah karangan bunga yang cukup besar. mawar putih dan Lili yang harum, kau tau. sangat indah", ujarnya lagi sambil tersenyum
"ada kartu ucapannya, isinya 'fansmu ada di *******'. karena penasaran akupun mendatangi tempat itu. tempat itu restoran yang cukup mewah, yang anehnya waktu aku datang tak seorang tamupun ada disana. seorang pelayan menuntunku kesebuah meja yyang dihiasi lilin-lilin yang indah, didekatnya ada sebuah grand piano putih. saat aku masih bingung, seseorang datang."
"siapa?", tanya Soo yun semakin penasaran
"oppamu. . , memakai setelan yang kupikir adalah penampilan dari seorang pangeran. tampan sekali."
"oppaku memang tampan, seperti halnya aku yang cantik" sambung Soo yun usil
"terserah kau saja",
"hahaha. nah ayo, lanjutkan"
"dia menyapaku dan duduk didepanku. aku masih belum sadar apa yang terjadi sampai dia bilang apadaku bahwa dialah fansku itu. lalu makanan kami datang, kami mengobrol seperti biasa, dan tertawa. setelah itu, dia izin untuk memainkan piano. tak lama, piano indah itu berdenting indah. aku menyadari itu lagu Kang ta, Confession"
terjemahan lagu Confession:
ya.. aku ingin hatimu datang padaku
aku ingin melangkah kedalam matamu yang sedih
tidak bisa.. kau tidak bisa menerima hatiku semudah itu
tapi kuharap kau membuka hatimu dan menerima ku
aku bisa merelakan hari-hariku hanya untukmu
tidakkah kau tahu kaulah yang paling berharga untukku?
seluruh cintaku akan menjadi bintang
yang akan melindungimu disisimu
aku ingin terlelap bersamamu dimalam yang sejuk
tidak banyak yang kumiliki
tapi akan kuserahkan semuanya untukmu
tolong terimalah cinta dan sedikit mimpiku
aku bisa merelakan hari-hariku hanya untukmu
tidakkah kau tahu kaulah yang paling berharga untukku?
seluruh cintaku akan menjadi bintang
yang akan melindungimu disisimu
aku ingin terlelap bersamamu dimalam yang sejuk
tidak banyak yang kumiliki
tapi akan kuserahkan semuanya untukmu
tolong terimalah cinta dan sedikit mimpiku
terima kasih. .
aku akan hidup demi dirimu yang bersedia menerima hatiku
walaupun cahaya diwajahmu meredup aku akan tetap mencintaimu
aku akan tetap mencintaimu
aku akan tetap mencintaimu
"Hyukkie menyanyikan lagu itu khusus untukku. aku benar-benar terharu, bahkan sampai menangis", ujar Yoora sambil menitikkan air mata bahagia.
"oppa, kau beruntung mendapatkan sahabatku. Yoora, kau harus menjaga oppaku satu-satunya itu. berjanjilah", seru Soo yun sambil menghapus air mata Yoora.
"aku janji. . " sahut Yoora sambil tersenyum
"kau ikut ke apatemenku Lee Yoora. ada yang harus kau ceritakan padaku bukan?",ujar Soo yun sambil menarik Yoora nauk ke lantai dua.
"Selamat malam Kyuhyun, sampai jumpa besok", sambungnya lagi.
"ya, selamat malam Soo yun ah", sahut Kyuhyun tersenyum
setelah masuk ke apartemen Soo yun, Yoora langsung mengambil tempat di sofa besar milik Soo yun, bersiap diwawancara. sementara Soo yun pergi ke dapur dan mengambil dua gelas jus jeruk.
"jadi bagaimana?", ujar Soo yun sambil menyodorkan gelas pada Yoora.
"apanya yang bagaimana?", jawabnya pura-pura bodoh sambil meminum jus jeruknya
"halah, jangan pura-pura bodoh, Lee Yoora! kau tahu betul apa yang ku maksudkan. Lee Hyuk jae. Hyukkie oppaku?", sambung Soo yun lagi sambil duduk disamping Yoora.
"oh, dia. . ", wajahnya tiba-tiba kembali memerah
"kalian pacaran? sungguh? sejak kapan? kenapa aku bisa tidak tahu sama sekali perkembangan hubungan kalian sudah sejauh ini?"
"sejak kau mengenalkan kami setengah tahun yang lalu di bandara sewaktu kau mau pulang ke Indonesia itu, aku dan Hyukkie sering bertemu. dia sering mengunjungiku diperpustakaan, mengajakku makan, mengobrol, dan jalan-jalan. oppamu orang yang lucu dan sangat menyenangkan", ujar Yoora sambil tersenyum manis.
"Hyukkie memang baik, walau dia sering juga berkelakuan aneh" sahut Soo yun mengiyakan
"haha.., sejauh pandanganku tentangnya. dia orang yang humoris, baik hati, dan tidak gampang emosi, dan kau tahu bagaimana dia menyatakan perasaannya padaku?"
"bagaimana? bagaimana? ayo cerita!", seru Soo yun penasaran
"mm, tidak jadi la. itu rahasia" sahut Yoora sambil mengerlingkan matanya.
"Onnie curang! tadi dia yang memancing, sekarang bilang begitu. ayo cerita!", Soo yun menggelitiki Yoora sampai Yoora meminta ampun.
"ne.. ne! hentikan! aduh, kau ini. begini, waktu itu aku masih bekerja di perpustakaan seperti biasa. lalu tiba-tiba aku menemukan sebuah foto di meja kerjaku. sebuah foto yang memperlihatkan seseorang berdiri diantara dua rak buku yang tinggi, wajahnya tidak terlihat dengan jelas karena sinar matahari yang datang dari jendela besar didekatnya. tapi aku yakin sekali itu aku,"
Soo yun memperhatikan tiap ucapan Yoora dengan seksama.
"dibelakang foto itu terdapat tulisan tangan,'aku adalah fansmu yang nomor satu'. aku tidak mengerti itu apa. tidak lama, datang seorang kurir mengantarkan sebuah karangan bunga yang cukup besar. mawar putih dan Lili yang harum, kau tau. sangat indah", ujarnya lagi sambil tersenyum
"ada kartu ucapannya, isinya 'fansmu ada di *******'. karena penasaran akupun mendatangi tempat itu. tempat itu restoran yang cukup mewah, yang anehnya waktu aku datang tak seorang tamupun ada disana. seorang pelayan menuntunku kesebuah meja yyang dihiasi lilin-lilin yang indah, didekatnya ada sebuah grand piano putih. saat aku masih bingung, seseorang datang."
"siapa?", tanya Soo yun semakin penasaran
"oppamu. . , memakai setelan yang kupikir adalah penampilan dari seorang pangeran. tampan sekali."
"oppaku memang tampan, seperti halnya aku yang cantik" sambung Soo yun usil
"terserah kau saja",
"hahaha. nah ayo, lanjutkan"
"dia menyapaku dan duduk didepanku. aku masih belum sadar apa yang terjadi sampai dia bilang apadaku bahwa dialah fansku itu. lalu makanan kami datang, kami mengobrol seperti biasa, dan tertawa. setelah itu, dia izin untuk memainkan piano. tak lama, piano indah itu berdenting indah. aku menyadari itu lagu Kang ta, Confession"
terjemahan lagu Confession:
ya.. aku ingin hatimu datang padaku
aku ingin melangkah kedalam matamu yang sedih
tidak bisa.. kau tidak bisa menerima hatiku semudah itu
tapi kuharap kau membuka hatimu dan menerima ku
aku bisa merelakan hari-hariku hanya untukmu
tidakkah kau tahu kaulah yang paling berharga untukku?
seluruh cintaku akan menjadi bintang
yang akan melindungimu disisimu
aku ingin terlelap bersamamu dimalam yang sejuk
tidak banyak yang kumiliki
tapi akan kuserahkan semuanya untukmu
tolong terimalah cinta dan sedikit mimpiku
aku bisa merelakan hari-hariku hanya untukmu
tidakkah kau tahu kaulah yang paling berharga untukku?
seluruh cintaku akan menjadi bintang
yang akan melindungimu disisimu
aku ingin terlelap bersamamu dimalam yang sejuk
tidak banyak yang kumiliki
tapi akan kuserahkan semuanya untukmu
tolong terimalah cinta dan sedikit mimpiku
terima kasih. .
aku akan hidup demi dirimu yang bersedia menerima hatiku
walaupun cahaya diwajahmu meredup aku akan tetap mencintaimu
aku akan tetap mencintaimu
aku akan tetap mencintaimu
"Hyukkie menyanyikan lagu itu khusus untukku. aku benar-benar terharu, bahkan sampai menangis", ujar Yoora sambil menitikkan air mata bahagia.
"oppa, kau beruntung mendapatkan sahabatku. Yoora, kau harus menjaga oppaku satu-satunya itu. berjanjilah", seru Soo yun sambil menghapus air mata Yoora.
"aku janji. . " sahut Yoora sambil tersenyum
Minggu, 11 April 2010
part 11
pukul 6 sore. mereka memutuskan kembali ke apartemen. Kyuhyun sudah melihat banyak tempat, baik yang masih diiingatnya dan baru baginya.
"kau puas, Kyuhyun?", ujar Soo yun sambil menyeruput kopi panasnya.
"ya. ngomong-ngomong Soo yun ah, kau tertarik dengan dunia hiburan? maksudku jadi artis atau sebagainya?"
"kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"tidak, hanya ingin tahu saja"
"hmm, artis ya? kurasa aku tidak terlalu tertarik untuk menjadi artis." jawabnya sambil memandang langit yang mulai gelap.
"kenapa?"
"karena aku tidak memiliki bakat, walau aku yankin memiliki fans itu menyenangkan", sahutnya sambil tersenyum.
"bagaimana denganmu?," sambung Soo yun lagi sambil menatap ke arah laki-laki yang berjalan disampingnya itu.
"aku..."
"Soo yun ah! Kyuhyun ah!", sebelum Kyuhyun sempat menjawab terdengar seseorang memanggil mereka dari belakang.
Soo yun dan Kyuhyun melihat kearah datangnya suara itu.
"Yoora? oppa?", ujar Soo yun bingung melihat sahabatnya berjalan bersama kakaknya.
Yoora berlari-lari kecil menghampiri Soo yun dan Kyuhyun.
"dari mana saja kalian? kencan? wah, cepat sekali kalian menyesuaikan diri ya?", seru Yoora menggoda.
Kyuhyun hany tersenyum mendengarnya.
"lalu kau sendiri bagaimana? sejak kapan kau sedekat ini dengan hyukkie? hah?", sahut Soo yun sambil menyipitkan mata.
"ah, itu. . itu. .", wajah Yoora memerah
"hey,hey. kau baru pulang juga? aku dan Yoora memang baru saja pulang kencan. .", sahut Hyuk jae sambil melingkarkan tangannya dibahu Yoora.
"hoo, Yoora. keapa kau tak pernah cerita padaku? ternyata kalian yang sudah berkembang sejauh ini ya?", ujar Soo yun sambil terus tersenyum.
"Soo yun!" wajah Yoora semakin memerah.
"ng, anu..."
"ah, Kyuhyun pasti bingung ini siapa." ujar Yoora mengalihkan pembicaraan.
"ini Hyuk jae. Lee Hyuk jae. kakak dari gadis yang ada disampingmu itu." sambungnya lagi.
"dan sekarang pacar gadis yang ada dihadapanmu", sambung Hyuk jae sambil tersenyum manis ke arah Yoora yang wajahnya semakin memerah.
"oh, annyeong Haseo. Kyuhyun imnida."
"annyeong Haseo. teman adik kecilku ya? bangapseumnida." sahut Hyuk jae lagi.
"jadi kalian juga kencan?" sambung Hyuk jae lagi. "wah, adik kecilku sudah besar ya"
"aku dan Kyuhyun ah hanya teman. tidak lebih."jawab Soo yun cepat sambil menatap Kyuhyun.
Kyuhyun langsung menoleh ke arah gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"kami tadi cuma jalan-jalan", sambung Soo yun sambil membuang muka dari Kyuhyun.
"kau puas, Kyuhyun?", ujar Soo yun sambil menyeruput kopi panasnya.
"ya. ngomong-ngomong Soo yun ah, kau tertarik dengan dunia hiburan? maksudku jadi artis atau sebagainya?"
"kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"tidak, hanya ingin tahu saja"
"hmm, artis ya? kurasa aku tidak terlalu tertarik untuk menjadi artis." jawabnya sambil memandang langit yang mulai gelap.
"kenapa?"
"karena aku tidak memiliki bakat, walau aku yankin memiliki fans itu menyenangkan", sahutnya sambil tersenyum.
"bagaimana denganmu?," sambung Soo yun lagi sambil menatap ke arah laki-laki yang berjalan disampingnya itu.
"aku..."
"Soo yun ah! Kyuhyun ah!", sebelum Kyuhyun sempat menjawab terdengar seseorang memanggil mereka dari belakang.
Soo yun dan Kyuhyun melihat kearah datangnya suara itu.
"Yoora? oppa?", ujar Soo yun bingung melihat sahabatnya berjalan bersama kakaknya.
Yoora berlari-lari kecil menghampiri Soo yun dan Kyuhyun.
"dari mana saja kalian? kencan? wah, cepat sekali kalian menyesuaikan diri ya?", seru Yoora menggoda.
Kyuhyun hany tersenyum mendengarnya.
"lalu kau sendiri bagaimana? sejak kapan kau sedekat ini dengan hyukkie? hah?", sahut Soo yun sambil menyipitkan mata.
"ah, itu. . itu. .", wajah Yoora memerah
"hey,hey. kau baru pulang juga? aku dan Yoora memang baru saja pulang kencan. .", sahut Hyuk jae sambil melingkarkan tangannya dibahu Yoora.
"hoo, Yoora. keapa kau tak pernah cerita padaku? ternyata kalian yang sudah berkembang sejauh ini ya?", ujar Soo yun sambil terus tersenyum.
"Soo yun!" wajah Yoora semakin memerah.
"ng, anu..."
"ah, Kyuhyun pasti bingung ini siapa." ujar Yoora mengalihkan pembicaraan.
"ini Hyuk jae. Lee Hyuk jae. kakak dari gadis yang ada disampingmu itu." sambungnya lagi.
"dan sekarang pacar gadis yang ada dihadapanmu", sambung Hyuk jae sambil tersenyum manis ke arah Yoora yang wajahnya semakin memerah.
"oh, annyeong Haseo. Kyuhyun imnida."
"annyeong Haseo. teman adik kecilku ya? bangapseumnida." sahut Hyuk jae lagi.
"jadi kalian juga kencan?" sambung Hyuk jae lagi. "wah, adik kecilku sudah besar ya"
"aku dan Kyuhyun ah hanya teman. tidak lebih."jawab Soo yun cepat sambil menatap Kyuhyun.
Kyuhyun langsung menoleh ke arah gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"kami tadi cuma jalan-jalan", sambung Soo yun sambil membuang muka dari Kyuhyun.
Sabtu, 03 April 2010
part 10
"Samseong Mall tempat yang selalu ramai. mungkin karena semua ada disini, dari Seaworld, sampai toko buku yang seluas lapangan bola", ujar Soo yun pada Kyuhyun disebelahnya.
"Seoul benar-benar sudah banyak berubah ya. banyak sekali pertokoan dan pusat perbelanjaan. bahkan disubway juga banyak toko yang menjual banyak barang.eh, ini jam makan siang kan? ayo kita cari tempat makan." seru Kyuhyun sambil menarik lengan Soo yun menjauhi lautan manusia itu.
"restoran apa yang bagus disini?"
"memangnya kau mau makan apa Kyuhyun sshi?"
"panggil aku Kyuhyun saja"
Soo yu menoleh ke arah Kyuhyun tapi laki-laki itu terus memandang kedepan, tidak melihat ke arahnya sedikit pun.
"aku mau makan spaghetti. sudah lama aku tidak makan itu. kau tau tempat yang menjual spaghetti terbaik disini?", sambung Kyuhyun sambil memperhatikan restoran yang sedang mreka lewati.
"mm, di daerah Itaewon ada Brasserie yang menjual spaghetti terlezat yang pernah ku tau, aku sering kesana"
"sendirian?"
"terkadang bersama Yoora, terkadang bersama oppa. . "
"oppa?",ujar Kyuhyun pelan, nyaris tak terdengar.
"nah, ini dia. ayo masuk, Kyuhyun ah"
setelah beberapa lama memperhatikan menu yang disajikan,mereka menyebutkan pesanan masing-masing.
brasserie itu tidak terlalu besar. memiliki kaca besar disamping pintu masuknya yang berwarna putih. desain cafe itu juga sederhana, dominan putih pada dinding dan taplak mejanya dan coklat pada perabotannya. tempat ini memiliki atmosfer yang menyenangkan.
"jadi, Kyuhyun ah. kemana kita setelah selesai makan? bagaimana kalau ke Yongsan? setelah itu ke. . "
selagi Soo yun berceloteh sendiri. Kyuhyun mengamati gadis itu sambil tersenyum. ada yang aneh pada gadis itu pikirnya. gadis itu bisa membuatnya tersenyum lebih bebas, tanpa beban sedikitpun, hanya dengan celotehannya.
"Kyuhyun ah? Kyuhyun ah kau dengar?", ujar Soo yun sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Kyuhyun.
"ng? mwo?"
"kau melamun? sambil memandangku?"
Kyuhyun hanya tersenyum
"kau suka padaku ya, Kyuhyun ah?"
Kyuhyun setengah membelalak mendengar ucapa Soo yun itu. tepat saat ia ingin menjawab pertanyaan Soo yun, seorang pelayan datang membawsakan pesanan mereka.
"gomawoyo", ujar Soo yun sambil tersenyum ke arah pelayan wanita itu. dan pelayan itupun berlalu.
"ayo Kyuhyun ah, cobalah. pasti enak. tempat ini adalah tempat favoritku. kau tau apa yang ku khayalkan jika berada disini?"
"apa?"
"aku ingin menjadi seorang pemilik cafe yang menjual spaghetti terlezat seperti yang ada disini, malah mungkin lebih lezat. aku akan mendesain sendiri tempatnya, perabotnya,bahkan aku bermimpi untuk menyajikan spaghetti original buatanku sendiri." ujar Soo yun sambil menyuap spaghettinya.
"semoga terkabul"
"ne, gomawo"
setelah itu mereka terus mengobrol sampai selesai makan, tentu saja obrolan didominasi oleh Soo yun.
"aku kenyng sekali", ujar Soo yun saat keluar dari cafe sambil menepuki pelan perutnya.
mereka terus berjalan sampai keperempatan besar. Kyuhyun sepertinya ingin melihat-lihat daerah sana.
"jadi, Kyuhyun ah tinggal bersama siapa sewaktu di Austria?", seru Soo yun sambil terus berjalan menghadap Kyuhyun.
"sendiri."
"seperti sekarang ini? diapartemen?", sambung Soo yun lagi
"ne"
"sekarang kau yang jadi pendiam ya, Kyuhyun ah"
hening. hanya terdengar hiruk pikuk keramaian tanpa ada jawaban dari Kyuhyun.
"kau sakit? bagaimana kalau kita pulang saja?", ujar Soo yun sambil berhenti tepat disamping Kyuhyun yang juga berhenti.
Soo yun memperhatikan arah pandangan Kyuhyun kesebuah Layar iklan besar diatas sebuah gedung. iklan ponsel. modelnya seorang laki-laki yang cukup tampan. auranya seperti keluar dari layar itu dan menyihir semua wanita untuk bertekuk lutut dihadapan matanya yang tajam.
wajahnya rasanya cukup familiar bagi Soo yun. rambutnya agak panjang, dengan dandanan ala gothic. mungkin karena itu juga Soo yun tidak dapat memastikan dengan jelas wajahnya, tapi seperti yang dikatakannya tadi. Lelaki itu tampan.
"Soo yun ah! ayo, kau sedang apa? lampu sudah hijau", seru Kyuhyun yang sudah berjalan duluan.
"n. .ne," jawab Soo yun sambil berlari-lari kecil menyusul Kyuhyun.
"Seoul benar-benar sudah banyak berubah ya. banyak sekali pertokoan dan pusat perbelanjaan. bahkan disubway juga banyak toko yang menjual banyak barang.eh, ini jam makan siang kan? ayo kita cari tempat makan." seru Kyuhyun sambil menarik lengan Soo yun menjauhi lautan manusia itu.
"restoran apa yang bagus disini?"
"memangnya kau mau makan apa Kyuhyun sshi?"
"panggil aku Kyuhyun saja"
Soo yu menoleh ke arah Kyuhyun tapi laki-laki itu terus memandang kedepan, tidak melihat ke arahnya sedikit pun.
"aku mau makan spaghetti. sudah lama aku tidak makan itu. kau tau tempat yang menjual spaghetti terbaik disini?", sambung Kyuhyun sambil memperhatikan restoran yang sedang mreka lewati.
"mm, di daerah Itaewon ada Brasserie yang menjual spaghetti terlezat yang pernah ku tau, aku sering kesana"
"sendirian?"
"terkadang bersama Yoora, terkadang bersama oppa. . "
"oppa?",ujar Kyuhyun pelan, nyaris tak terdengar.
"nah, ini dia. ayo masuk, Kyuhyun ah"
setelah beberapa lama memperhatikan menu yang disajikan,mereka menyebutkan pesanan masing-masing.
brasserie itu tidak terlalu besar. memiliki kaca besar disamping pintu masuknya yang berwarna putih. desain cafe itu juga sederhana, dominan putih pada dinding dan taplak mejanya dan coklat pada perabotannya. tempat ini memiliki atmosfer yang menyenangkan.
"jadi, Kyuhyun ah. kemana kita setelah selesai makan? bagaimana kalau ke Yongsan? setelah itu ke. . "
selagi Soo yun berceloteh sendiri. Kyuhyun mengamati gadis itu sambil tersenyum. ada yang aneh pada gadis itu pikirnya. gadis itu bisa membuatnya tersenyum lebih bebas, tanpa beban sedikitpun, hanya dengan celotehannya.
"Kyuhyun ah? Kyuhyun ah kau dengar?", ujar Soo yun sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Kyuhyun.
"ng? mwo?"
"kau melamun? sambil memandangku?"
Kyuhyun hanya tersenyum
"kau suka padaku ya, Kyuhyun ah?"
Kyuhyun setengah membelalak mendengar ucapa Soo yun itu. tepat saat ia ingin menjawab pertanyaan Soo yun, seorang pelayan datang membawsakan pesanan mereka.
"gomawoyo", ujar Soo yun sambil tersenyum ke arah pelayan wanita itu. dan pelayan itupun berlalu.
"ayo Kyuhyun ah, cobalah. pasti enak. tempat ini adalah tempat favoritku. kau tau apa yang ku khayalkan jika berada disini?"
"apa?"
"aku ingin menjadi seorang pemilik cafe yang menjual spaghetti terlezat seperti yang ada disini, malah mungkin lebih lezat. aku akan mendesain sendiri tempatnya, perabotnya,bahkan aku bermimpi untuk menyajikan spaghetti original buatanku sendiri." ujar Soo yun sambil menyuap spaghettinya.
"semoga terkabul"
"ne, gomawo"
setelah itu mereka terus mengobrol sampai selesai makan, tentu saja obrolan didominasi oleh Soo yun.
"aku kenyng sekali", ujar Soo yun saat keluar dari cafe sambil menepuki pelan perutnya.
mereka terus berjalan sampai keperempatan besar. Kyuhyun sepertinya ingin melihat-lihat daerah sana.
"jadi, Kyuhyun ah tinggal bersama siapa sewaktu di Austria?", seru Soo yun sambil terus berjalan menghadap Kyuhyun.
"sendiri."
"seperti sekarang ini? diapartemen?", sambung Soo yun lagi
"ne"
"sekarang kau yang jadi pendiam ya, Kyuhyun ah"
hening. hanya terdengar hiruk pikuk keramaian tanpa ada jawaban dari Kyuhyun.
"kau sakit? bagaimana kalau kita pulang saja?", ujar Soo yun sambil berhenti tepat disamping Kyuhyun yang juga berhenti.
Soo yun memperhatikan arah pandangan Kyuhyun kesebuah Layar iklan besar diatas sebuah gedung. iklan ponsel. modelnya seorang laki-laki yang cukup tampan. auranya seperti keluar dari layar itu dan menyihir semua wanita untuk bertekuk lutut dihadapan matanya yang tajam.
wajahnya rasanya cukup familiar bagi Soo yun. rambutnya agak panjang, dengan dandanan ala gothic. mungkin karena itu juga Soo yun tidak dapat memastikan dengan jelas wajahnya, tapi seperti yang dikatakannya tadi. Lelaki itu tampan.
"Soo yun ah! ayo, kau sedang apa? lampu sudah hijau", seru Kyuhyun yang sudah berjalan duluan.
"n. .ne," jawab Soo yun sambil berlari-lari kecil menyusul Kyuhyun.
part 9
"lama sekali Soo yun ah"
"maaf, Kyuhyun sshi" seru Soo yun sambil berlari-lari kecil menghampiri Kyuhyun. sadar ia sudah terlambat darfi waktu janjian.
"do, habis menangis ya?",ujar Kyuhyun tiba-tiba sambil memperhatikan wajah Soo yun lekat-lekat.
"ng? anio.tadi banyak sekali debu dijalan. jadi mataku kelilipan" sahut Soo yun sambil tersenyum riang. "nah, ayo kita pergi. kemana dulu,ya?"
"maaf, Kyuhyun sshi" seru Soo yun sambil berlari-lari kecil menghampiri Kyuhyun. sadar ia sudah terlambat darfi waktu janjian.
"do, habis menangis ya?",ujar Kyuhyun tiba-tiba sambil memperhatikan wajah Soo yun lekat-lekat.
"ng? anio.tadi banyak sekali debu dijalan. jadi mataku kelilipan" sahut Soo yun sambil tersenyum riang. "nah, ayo kita pergi. kemana dulu,ya?"
Kamis, 01 April 2010
part VIII
"Soo yun !"
Soo yun langsung menoleh ke arah datangnya suara yang sudah akarab ditelinganya itu.
"oppa. ."
mereka lalu berjalan bersama keluar dari gedung fakultas menuju taman besar yang ada didepannya.kemudian mereka berdua duduk dibawah bangku taman yang diatapi pohon besar yang cukup rindang.
"jadi, oppa akan pergi lagi?" ujar Soo yun pelan.
Heechul tidak langsung menjawab pertanyaan dari gadis itu. rasanya berat sekali lidahnya untuk berkata 'ya'.
"kali ini berapa lama? kau tidak akan lupa meneleponku sperti waktu itu kan?" ujar Soo yun lagi. kali ini sambil menunudukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang pasti sudah terlihat menyedihkan.
"aku tidak akan lupa kali ini, Soo yun ah"
appa Heechul jatuh sakit dan harus di opname di rumah sakit karena stress dan kelelahan.amma dan adiknya yag masih kecil, Ryeowook sudah pergi duluan kesana untuk menjaga ayahnya. dan Heechul akan berangkat lusa untuk menyelesaikan pekerjaan appanya sekalian melihat kondisinya, sepertinya dia akan berada di Beijing untuk waktu yang cukup lama. Soo yun tahu soal ini dari Yoora tadi malam.
"kau harus cepat pulang. .", suara yang keluar dari mulut Soo yun semakin parau, genangan air mata sudah menutupi pandangannya hingga semua terlihat kabur.
"aku tidak bisa berjanji Soo yun ah. ."
"lalu aku harus bagaimana? aku akan kehilangan oppaku. .", mulut Soo yun terasa begitu getir saat mengucapkannya. sebutir air matanya jatuh ketelapak tangannya yang dingin diterpa angin.
"jadi aku harus kembali padamu begitu. .", tanya Heechul sambil menatap lembut ke arah Soo yun yang masih menunduk.
Soo yun sama sekali tak mengira ucapan itu akan keluar dari mulut Heechul.dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. mulutnya sudah terlalu kelu untuk bicara.
"kalau begitu aku akan kembali Soo yun ah",
Soo yun langsung menatap Heechul dan mendapati tangan Heechul sedang mengelus pipinya dengan lembut.
"untukmu. tapi nanti sepertinya akan ada yang ingin kusampaikan padamu. dan sebaiknya kau juga mengatakan sesuatu padaku. kalau tyidak aku akan pergi lagi", ujar Heechul sambil mengacak-acak rambut Soo yun. Soo yun sadar, pasti wajahnya sudah seperti kepiting rebus sekarang.tapi dia senang, sangat senang.
"o. .oppa mengancamku"
"ne", jawab Heechul sambil mengerutkan kening, berpura-pura berpikir
"ba. .baiklah. arraseo. . "
"bagus. nah sekarang aku pergi dulu. banyak yang harus kupersiapkan.jangan menangis lagi, kau jelek sekali kalau menangis"
Heechul menghapus air mata Soo yun dengan jari-jarinya yang lembut. perasaan seperti ini yang Soo yun inginkan untuk selamanya. dan sekarang dalam hatinya, Soo yun sudah mengetahui apa yang akan dikatakannya nanti pada Heechul. Saranghae.
Soo yun langsung menoleh ke arah datangnya suara yang sudah akarab ditelinganya itu.
"oppa. ."
mereka lalu berjalan bersama keluar dari gedung fakultas menuju taman besar yang ada didepannya.kemudian mereka berdua duduk dibawah bangku taman yang diatapi pohon besar yang cukup rindang.
"jadi, oppa akan pergi lagi?" ujar Soo yun pelan.
Heechul tidak langsung menjawab pertanyaan dari gadis itu. rasanya berat sekali lidahnya untuk berkata 'ya'.
"kali ini berapa lama? kau tidak akan lupa meneleponku sperti waktu itu kan?" ujar Soo yun lagi. kali ini sambil menunudukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang pasti sudah terlihat menyedihkan.
"aku tidak akan lupa kali ini, Soo yun ah"
appa Heechul jatuh sakit dan harus di opname di rumah sakit karena stress dan kelelahan.amma dan adiknya yag masih kecil, Ryeowook sudah pergi duluan kesana untuk menjaga ayahnya. dan Heechul akan berangkat lusa untuk menyelesaikan pekerjaan appanya sekalian melihat kondisinya, sepertinya dia akan berada di Beijing untuk waktu yang cukup lama. Soo yun tahu soal ini dari Yoora tadi malam.
"kau harus cepat pulang. .", suara yang keluar dari mulut Soo yun semakin parau, genangan air mata sudah menutupi pandangannya hingga semua terlihat kabur.
"aku tidak bisa berjanji Soo yun ah. ."
"lalu aku harus bagaimana? aku akan kehilangan oppaku. .", mulut Soo yun terasa begitu getir saat mengucapkannya. sebutir air matanya jatuh ketelapak tangannya yang dingin diterpa angin.
"jadi aku harus kembali padamu begitu. .", tanya Heechul sambil menatap lembut ke arah Soo yun yang masih menunduk.
Soo yun sama sekali tak mengira ucapan itu akan keluar dari mulut Heechul.dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. mulutnya sudah terlalu kelu untuk bicara.
"kalau begitu aku akan kembali Soo yun ah",
Soo yun langsung menatap Heechul dan mendapati tangan Heechul sedang mengelus pipinya dengan lembut.
"untukmu. tapi nanti sepertinya akan ada yang ingin kusampaikan padamu. dan sebaiknya kau juga mengatakan sesuatu padaku. kalau tyidak aku akan pergi lagi", ujar Heechul sambil mengacak-acak rambut Soo yun. Soo yun sadar, pasti wajahnya sudah seperti kepiting rebus sekarang.tapi dia senang, sangat senang.
"o. .oppa mengancamku"
"ne", jawab Heechul sambil mengerutkan kening, berpura-pura berpikir
"ba. .baiklah. arraseo. . "
"bagus. nah sekarang aku pergi dulu. banyak yang harus kupersiapkan.jangan menangis lagi, kau jelek sekali kalau menangis"
Heechul menghapus air mata Soo yun dengan jari-jarinya yang lembut. perasaan seperti ini yang Soo yun inginkan untuk selamanya. dan sekarang dalam hatinya, Soo yun sudah mengetahui apa yang akan dikatakannya nanti pada Heechul. Saranghae.
Langganan:
Postingan (Atom)
