Kyuhyun's story
Urusan seperti ini sungguh sangat menyebalkan, biasanya dia tidak perlu mengurus hal begini karena dulu semuanya sudah diatur oleh sepupunya tersayang Leeteuk jadi dia tinggal terima beres saja. Saat berjalan dipertokoan ramai Seoul, Kyuhyun melirik sekilas ke cermin sebuah toko yang dilewatinya. Astaga ! Penampilan macam apa itu ? Desisnya dalam hati. Semua yang terjadi membuatnya lupa akan segala hal termasuk penampilan.Kyuhyun tidak menyadari rambutnya yang sudah panjang dan tidak jelas warnanya lagi karena pagi tadi dia tidak bercermin, tentu saja karena dia tidak punya cermin. Barang-barangnya belum sampai.
Setelah itu dia melihat sebuah salon dan masuk kesana dan keluar lagi setelah satu jam.
“pantas saja mereka semua terus memperhatikanku di kantor keimigrasian tadi. Pasti mereka mengira aku ini penjahat atau teroris atau mungkin malah orang stress..” gumamnya sambil berjalan keluar dari salon itu. Kemudian dia masuk ke sebuah cafe yang berada tiga gedung dari salon tadi.
Penampilannya sudah jauh lebih baik dari pada sebelum masuk ke salon tadi. Sekarang seorang pelayan bahkan menjatuhkan menu yang dipegangnya saat Kyuhyun berjalan melewatinya mencari tempat.
Apa mereka mengenaliku ? Pikir Kyuhyun dalam hati tapi tanpa mengubah ekspresinya sambil duduk.
Seorang pelayan menghampirinya,
“espresso, tanpa krim” seru Kyuhyun tanpa melihat menu yang disodorkan pelayan padanya.
“Kamsahamnida. silahkan Tunggu sebentar” dan pelayan itu pergi.
Sekarang apa yang harus dilakukannya disini ?. Ke tempat itu ?. Dan sekarang apa dia harus menelepon kembali nomor yang puluhan kali menelepon ke ponselnya ini ? Pikir Kyuhyun sambil menatap layar ponselnya.
“ini pesanan anda”
Kyuhyun tersentak dari lamunannya.
“oh,gomawoyo”
Seo hyun, nomor ponsel gadis itu terdaftar puluhan kali sebagi misscalled di ponsel Kyuhyun. Gadis itu salah satu alasan Kyuhyun meninggalkan Austria. Tapi sekarang haruskah dia menelepon kembali gadis itu?
Kyuhyun mengambil cangkirnya dan menyeruputnya sedikit. Tepat saat Kyuhyun menoleh ke sampingnya. Dia melihatnya. Seorang gadis yang sedang duduk membaca buku didekat jendela besar. Wajahnya tak terlihat begitu jelas karena cahaya matahari dari kaca itu.
Siluet gadis itu membuat Kyuhyun terkesima dan terus menatap ke arahnya sampai dia tersadar dari lamunannya karena espresso yang dipegangnya tumpah.
“sial !” gumamnya sambil membersihkan bajunya yang terkena tumpahan espresso dengan serbet.
Saat Kyuhyun mendongakkan kepala lagi ke arah jendela besar tadi, gadis itu sudah tidak ada. Mata Kyuhyun mencarinya disekitar cafe itu.
Dikasir. Gadis itu berdiri di kasir dengan membelakangi Kyuhyun. Sesaat kemudian dia pergi. Kyuhyuntidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar