Kyuhyun memapahnya hingga masuk kedalam apartemennya, dia tidak yakin membiarkan gadis itu berjalan sendiri masuk ke apartemennya. Ada dirinya saja gadis itu bisa-bisanya tersandung sandal rumah yang akan dipakainya.
“kau duduk disini , biar kuambilkan air minum untukmu.” Ujar Kyuhyun sambil mendudukkan Soo yun disofa.
“ini. .”, Soo yun menolak. “ minumlah sedikit” serunya lagi.
Kirei menurut, tapi hanya menyeruputnya sedikit saja.
“nah, kau istirahatlah. Kepalamu dan semua isinya perlu sedikit ketenangan. Aku ada dikamarku kalau kau butuh sesuatu”.
Sesaat setelah Kyuhyun memalingkan tubuhnya dari , dia merasa sesuatu menarik kemejanya. Tangan Soo yun.
“jangan pergi. ., jangan pergi lagi. . . “ serunya lemah
“jangan. . .” Kyuhyun menatapnya dan kembali duduk disamping gadis itu. Keduanya hanya diam. Kyuhyun sedang memandang keluar jendela balkon saat dia menyadari kepala Soo yun bersandar di pundaknya.
“Soo yun. . “ ujarnya pelan
“. .. .”
Tak ada sahutan, setetes air jatuh membasahi lengan kemeja Kyuhyun.
“Soo yun. .”
“jangan pergi. . .”
“mm. . .”
Kyuhyun membiarkan gadis itu menangis sepuasnya di pundaknya hingga tertidur. Dia sendiri tidak bisa tidur hingga pagi, memikirkan banyak hal yang berkecamuk di benaknya. Tapi pertanyaan terbesar adalah “apa yang terjadi dengan gadis itu?”.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar