Senin, 12 April 2010

part 18

Kyuhyun's story

Capek. Begitu sampai diapartemennya Kyuhyun langsung menjatuhkan diri di sofa.
Sesuatu berbunyi. Ponselnya.

“Yoboseyo?” jawabnya tanpa membuka mata

“oh, kalian. Kapan barangku sampai? Oh,iya. Besok? Jam? Baiklah. Nanti ku kirimkan alamatnya. Ya, terima kasih.” Dari petugas pengiriman barang.

Kyuhyun mulai mengetikkan alamatnya kepada petugas tadi dengan malas.
Setelah selesai dia kembali membenamkan wajahnya ke bantal.
Benda tadi berdering lagi.

Kyuhyun mendiamkannya berharap benda itu segera berhenti berbunyi.
‘pasti petugas itu lagi’ pikirnya
Tapi benda itu tidak berhenti berdering.

Dengan kesal Kyuhyun bangkit dan mengangkat ponselnya dengan kasar dan menjawabnya dengan ketus.

“bukankah alamatnya sudah kukirimkan? Apa kalian tidak bisa membaca dengan baik?!” serunya.

“Kyuhyun?” suara seorang gadis dari seberang sana

“Seo hyun ?” gumamnya setelah sadar suara siapa itu.

Suara yang sangat dirindukannya sejak tiba di tempat ini.

“kau baik-baik saja, kan ? kenapa kau tidak mengangkat teleponku?”

“aku..baik...”

“Kyu? kau masih marah padaku ?” ujar gadis itu pelan

“untuk alasan apa aku marah?” jawab Kyuhyun sambil menahan perasaannya

“karena.... aku dan Zhoumi...”

“kenapa aku harus marah ? aku turut bahagia dengan hubungan kalian sekarang. Tidak ada alasan bagiku untuk marah. Seo hyun, aku sibuk sekarang. Bisa kau telepon lain kali?”

“lain kali kau pasti tidak akan mengangkat teleponku”

“selamat malam, Seo hyun.”

Setelah memutuskan percakapan itu,Kyuhyun membanting ponselnya hingga berhamburan di lantai. Dan membanting dirinya sendiri ke sofa.

“sial !” umpatnya lebih kepada dirinya sendiri.

Kenapa dia masih harus merasa seperti ini? Apa dia benar-benar belum bisa melupakan Seo hyun?. Sampai kapan dia harus seperti ini?. Tidak cukupkah dengan bersembunyi ditempat yang beribu kilometer dari gadis itu? Apa sekarang dia harus ke bulan saja?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar