Soo yun's feelings
Soo yun kembali berjalan, otaknya mulai sedikit berfungsi. Dia perlahan-lahan berjalan kembali ke apartemennya, dengan pikiran dan pandangan yang kosong.
Sesampainya di apartemennya nanti, dia hanya ingin tidur ditempat tidurnya, walau dia yakin dia tidak akan bisa tertidur, apalagi tertidur pulas.
Memasuki gedung apartemennya, dia tidak mendengar ataupun melihat sampai seseorang menarik tangannya sewaktu dia akan membuka pintu apartemennya.
Kyuhyun.
Laki-laki di depannya ini sepertinya memanggil namanya dan sepertinya sedang mengatakan sesuatu, wajahnya kelihatan sangat cemas.
Mungkin jalan-jalan sejenak dengan laki-laki ini diluar bisa menenangkan pikirannya sejenak, dia ingat suatu kenyamanan yang tercipta jika dia bersama dengan laki-laki ini.
Laki-laki itu menyutujui permintaan Soo yun untuk berjalan-jalan keluar. Beberapa meter setelah melewati simpang dekat gedung apartemen mereka. Laki-laki itu mengajaknya masuk ke sebuah kedai kecil yang sering mereka kunjungi. Soo yun ingat itu.
Ah, mungkin ide bagus mengajak laki-laki itu keluar. Disini dikedai ini, setidaknya ia bisa melupakan masalahnya sejenak, melupakan rasa sakit itu sejenak.
Kyuhyun, Soo yun memperhatikannya sedari tadi terus berwajah cemas. Apalagi dia melihat seorang gadis yang kelihatan sedang depresi menenggak habis lima botol soju sendirian. Tapi, ide itu berjalan lancar. Soo yun mulai tak sadar. Yang dia ingat ketika laki-laki itu mengajaknya pulang dan dia tidak mau, laki-laki itu berekspresi yang tidak dapat diartikannya. Marah atau bagaimana. Dia sadar sewaktu laki-laki itu memapahnya jalan kembali ke apartemen mereka, dan menopang tubuhnya supaya dia tidak jatuh. Perasaannya waktu itu hangat, hangat sekali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar