“Kau harus pulang sekarang, Kyu!” bentak seseorang diseberang sana hingga membuat Kyuhyun menjauhkan ponsel yang dipegangnya dari telinganya.
“tenanglah sedikit,Hyung” balas Kyuhyun
“tenang?! Kau suruh aku tenang?! Ayo kita tukar posisi , biar kau tahu bagaimana keadaanku sekarang!” balas laki-laki diseberang sana
“ne, ne. Arraseo Teuk hyung. Sabarlah sedikit”
“sabar bagaimana?! Orang-orang ini terus mendesakku memberitahu mereka kemana kau pergi. Dan bagaimana dengan jobmu ini?! Astaga!”
“beri tahu saja mereka aku di kutub utara. Mencari ketenangan. Beres kan?”
“hoo! Mudah sekali kau bicara. Hei, bagaimana? Kau sudah bertemu mereka?”
“Mereka? Oh, belum. .”
“dasar kau ini ya? Sudah berbulan-bulan kau disana , tapi kau belum melakukan tujuan utamamu untuk pulang ke kampung halamanmu itu. Dasar!”
“yah, aku belum ada persiapan untuk bertemu mereka. Banyak yang perlu kupersiapkan. .” jawab Kyuhyun sambil menengadah ke atas melihat awan-awan yang berarak diatas kepalanya.
“jadi aku harus bagaimana sekarang?”, suara diseberang sana melembut
“sepertinya aku akan lebih lama disini”
“hh.., baiklah. Hey, aku lupa. Seo hyun berkali-kali menanyakan keberadaanmu padaku. Dia sama gencarnya seperti para wartawan itu mengorek informasi dariku. Dia tidak menghubungimu?”
“ya, tapi.. “
“yah,yah aku mengerti. Tak perlu kau jelaskan. Kalau begitu sudah dulu, banyak yang harus kuurus sekarang. Beritahu aku kalau ada apa-apa. Aku masih temanmu sekaLigus sepupumu yang dengan sukarela menjadi asistenmu. Oke?. Bye.”
“gomawo,Teuk hyung. Bye” sahut Kyuhyun sambil tersenyum lebar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar