Soo yun's feelings
Setengah jam dirumah Heechul hanya menyakitinya, tidak lebih. Karena itu, Soo yun segera permisi pulang dengan alasan dia harus kekampus sebentar. Segera keluar dari rumah itu, adalah jalan terbaik. Setelah dia keluar dari pintu rumah laki-laki itu, dia menghembuskan napas panjang. Udara diluar sungguh lebih baik daripada didalam tadi,pikirnya. Dia tidak dapat bernapas dengan baik didalam sana, menyesakkan.
Dia terus berjalan disepanjang trotoar, langit mulai gelap dan angin berhembus sangat dingin. Tak ada pejalan kaki selain dirinya saat itu, mungkin karena udara yang terlalu dingin.
Soo yun merapatkan jaket yang dikenakannya, tapi itu tidak berpengaruh banyak baginya, tubuhnya tetap saja menggigil. Mungkin bukan angin penyebabnya, karena sepertinya sarafnya tidak merasakan apapun sekarang. Tidak bisa melihat, mendengar, ataupun bersuara dengan baik. Hanya rasa sakit yang bisa dirasakannya, didadanya. Seolah ada lubang besar disana yang menganga.
Butuh tenaga yang cukup besar untuk menyeret kakinya untuk maju selangkah. Satu tangannya terjulur kedepan mencengkram pagar besi jembatan sebuah sungai yang cukup besar. Pagar besi itu seharusnya dingin ditangannya yang tanpa sarung tangan, tapi nyatanya tidak sama sekali walau dia mencengkramnya hingga buku-buku jarinya memutih.
Matanya menatap kosong ke sungai dibawahnya. Airnya tenang seperti kaca hitam besar yang memantulkan cahaya lampu-lampu dijalan. Di udara seperti ini, air sungai itu pasti dingin sekali. Dia pasti akan langsung mati beku ataupun tenggelam jika loncat kesana. Satu dorongan saja, maka rasa sakit yang ada di dadanya sekarang tidak akan terasa lagi untuk selamanya.
Sedikit dorongan. Satu kali saja.
Tetapi tubuhnya tidak bergeming, terpaku disitu.
Ia berbalik dengan pelan, kakinya terasa sangat lemas utuk menopang tubuhnya sekarang dan ia jatuh terduduk di jalan. Kepalanya disandarkan kedinding jembatan. Matanya menatap kosong kedepan.
Istrinya. . . Heechul. . istri Heechul. . Heechul. .
Kata-kata itu terus berputar dikepalanya.
Soo yun menekan telapak tangannya ke dada. Sakit. .
“Tuhan, tolonglah aku. . . ambillah rasa sakit ini dariku. . .”, bisiknya sambil terus meneteskan air mata .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar