Minggu, 28 Maret 2010

part V

di daerah Itaewon ada sebuah brasserie yang menjual makanan itali yang cukup lezat. setiap datang kesana Soo yun selalu memesan spaghetti bolognaise dan jus jeruk, jadi tanpa ragu setelah mereka berdua duduk, Heechul langsung memesan untuk dua porsi. setelah makanan datang, Soo yun langsung menyeruput jus jeruknya. dan mulai menyuapkan suapan pertama ke mulutnya.

"jadi" kata Soo yun dengan mulut yang agak penuh. ia mengunyah sebentar, menelan dan melanjutkan. "oppa kemana saja? aku tak melihatmu seminggu ini dikampus. dan kalau aku tidak salah, oppa memiliki ponsel yang masih berfungsi dengan baik kan? lalu kenapa saat ku telepon tidak pernah aktif? jadi guna ponsel itu apa jika oppa matikan seperti itu? bukankah seharusnya ponsel itu dihidupkan terus untuk menerima telepon yang masuk dan menelepon keluar untuk memberi kabar? dan kenapa tidak pernah meneleponku? apa ponsel itu tidak mau dipakai kalau untuk meneleponku?"

Heechul tidak langsung menjawab. ia terperangah sejenak, menunuduk, kemudian tersenyum. dia senang bisa mendengar semua omelan Soo yun padanya setelah seminggu tidak bertemu dan mendengar suaranya.

"aku tahu apa yang sedang oppa pikirkan. jangan coba-coba mengataiku cerewet." ancam Soo yun sambil menyeruput jus jeruknya dan menatap Heechul dengan mata yang disipitkan.

mereka berdua dikenalkan Yoora seminggu setelah Soo yun tiba di Seoul didepan perpustakaan kampus. Heechul pernah mengakui bahwa Soo yun adalah orang yang menarik. dia tidak terlihat seperti orang Indonesia pada umumnya. Soo yun cukup tinggi, berwajah campuran, hidung mancung, putih, dan bermat bulat berwarna kecoklatan.semua itu didapat Soo yun dari ayahnya yang orang Indonesia dan ibu korea. semua hal itu membuat Heechul senang memandangnya dn tidak bisa melupakannya.

awalnya Heechul hanya menganggap Soo yun sebagai pelajar biasa yang belajar di luar negeri dengan bahasa yang pas-pasan,Heechul meremehkan bahasa Korea Soo yun. awalnya Soo yun memang agak gagu, tapi semakin hari bahasa Korea Soo yun sudah seperti orang Korea asli. bahkan yang lebih membuat Heechul terkesima adalah bahasa inggris Soo yun yang sungguh tanpa cela. Heechul memiliki pengetahuan bahasa inggris yang buruk. karena itu Heechul pernah meminta maaf karena meragukan Soo yun, dan berjanji akan menjaga Soo yun. Heechul menjadikan Soo yun sebagai adik kesayangannya.

"oppa, kau mau menjelaskannya sekarang kan? atau kau mau menunggu sampai bunga Cherry berbunga dimusim dingin?"

Heechul mengangkat wajahnya dan mendapati Soo yun sedang menatapnya lekat-lekat.
"baiklah, Cinderellaku sayang, mianhe." kata Heechul sambil menyunggingkan senyum seribu wattnya. "aku minta maaf karena sudah mematikan ponselku, dan aku meminta maaf karena tidak menghubungimu. jeongmal mianhe"

"oppa kemana saja?"

"Beijing"

Soo yun mengerjapkan mata, "Beijing? Cina?"

Heechul mengangguk, "amma menyuruhku kesana untuk membantu appa, appa benar-benar keras kepala. dia sendiri tahu dia sudah tidak sanggup mengerjakan semuanya sendirian, tapi dia tetap memaksa untuk mengerjakan semuanya sendirian. kau ingat sepupuku Hangeng yang ammanya orang Cina itu?. dia sudah berkali-kali berusaha menghentikan appaku dan menggantikan semua pekerjaannya. tapi appa tidak mau dengar dan terus bersikeras. Hangeng memberitahu amma, amma menjadi sangat khawatir, jadi dia menyuruhku kesana untuk menghentikan appaku."

"oh. ., mianhe oppa." ujar Soo yun sambil menunuduk.

Heechul mengangkat sebelah tangannya dan mengacak-acak rambut Soo yun lagi. "tidak usah cemas",selanya."dia hanya kelelahan saja, tidak terjadi sesuatu yang buruk kok."

Soo yun mengangguk sambil tersenyum ke arah Heechul.

"lalu kau bagaimana? aku belum dengar ceritamu waktu Liburan ke Indonesia" lanjut Heechul sambil menyuapkan spaghettinya.

"mau dengar yang mana?" sahut Soo yun

"mm, kakakmu ikut waktu liburan kesana?"

"siapa?" tanya Soo yun balik

"astaga! kau lupa pada kakakmu sendiri?", jawab Heechul dengan mata yang membelalak. "kakakmu, Hyuk jae! kau ini, masa sama kakakmu saja kau bisa lupa?"

"oh, eunhyukkie? ahahaaha. mianhe oppa." sahut Soo yun sambil tertawa

"iya, siapa lagi? hei, seharusnya kau memanggilnya oppa. kami sebaya kan?"

"aku hanya akan memanggilnya oppa kalau dia sudah tidak memanggilku dongsaeng kecil lagi. dia selalu saja menganggapku masih kecil" ujar Soo yun sambil merengut.

"Hyuk jae sangat menyayangimu. kau tahu itu?"

"iya. dia juga kakak terbaik yang pernah kumiliki. dia selalu menjagaku. setibanya aku disini dia juga langsung pindah dari Mokpo demi menjagaku. walaupun kami memiliki ayah yang berbeda, dia tidak pernah mempersoalkannya" sahut Soo yun sambil tersenyum.

Heechul tersenyum juga mendengarnya. tiba-tiba ada telepon masuk, ponsel Heechul.

dari appanya, ujar Soo yun dalam hati setelah mendengar Heechul menyahut 'appa' waktu menerima teleponnya. beberapa menit kemudian Heechul menutup ponselnya dan mengajak Soo yun pulang.

"ada apa? sepertinya penting"

"sedikit urusan Cinderella. bisa kita pulang sekarang?"pinta heechul sambil meminta tagihan dari pelayan.

"baiklah"

Heechul mengantarkn Soo yun sampai didepan gedung apartemennya.

"hati-hati oppa. gomawo untuk spaghettinya", seru Soo yun sambil tersenyu ke arah Heechul yang duduk didalam mobil.

"istirahatlah. gomawo karena sudah mengomeliku Cinderella." jawab Heechul dengan senyumnya yang mampu membuat Soo yun berbunga-bunga.

Soo yun memperhatikan mobil sedan hitam yang meluncur lurus dan berbelok kanan di perempatan jalan, kemudia ia masuk ke apatemennya.

pukul 9 lewat. Soo yun mendengar derai tawa dari apartemen 102 saat akan menaiki tangga.

Soo yun mulai mendekatkan diri ke pintu, penasaran ia mulai memutar knop pintunya. tidak dikunci.

"Soo yun ah!! lama sekali pulangnya? kau terlambat acara serunya." seru ahjussi diselingi tawanya.

"Soo yun ah! sini duduk bersama. ahjumma sedang menyiapkan teh" sambung Yoora yang duduk didekatnya.

"Soo yun Noona lama sih pulangnya, makanannya sudah habis nih", sahut Sungmin sambil menggeser duduknya agar Soo yun bisa duduk.

Soo yun segera melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah. dan duduk diantara Yoora dan Sungmin. Soo yun mulai bingung kenapa apartemen ini begitu ramai? ini jarang terjadi. dimeja Soo yun melihat ada bungkusan makanan dari restoran mewah. siapa yang membelinya? Yoora?

"ada acara apa ini ahjussi?"

"Soo yun pulangnya lama. jadi tadi ahjumma mau meninggalkan bagian Soo yun. tapi, Yoora bilang Soo yun pasti sudah makan. jadi Yoora, Sungmin, dan Kyuhyun sshi menghabiskan semuanya." sela ahjumma sambil menghidangkan teh dimeja.

"eonnie. . ," ujar Soo yun sambil menatap Yoora.

"lho?! kau memang sudah makan kan? ayo mengaku, kau tadi pergi bersama Chullie kan?" seru Yoora sambil menyipitkan matanya.

Soo yun hanya tersenyum sambil menatap ke meja.

"tunggu dulu ! Kyuhyun??!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar